Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 128


__ADS_3

Zian mengejar Agnia yang berlari ke arah pesisir pantai, dia sangat khawatir jika Agnia melakukan hal yang bodoh, menceburkan diri ke laut atau lebih parah. Ketakutan dan kecemasan yang tiba-tiba setelah beberapa kali Agnia pergi darinya.


"Nia ... hei, Nia! Tunggu!" serunya dengan terus berlari, Zian berhasil menangkap tubuh Agnia, gadis itu berontak dengan mendorong dada Zian sekuat tenaga.


"Sudah pergi sana, berantem sampai berlumur darah atau mati sekalian!" maki dengan pukulan bertubi-tubi ke arah Zian. Pria itu tidak membalas sedikitpun, dia menerima kemarahan gadis yang dicintainya dengan hanya berdiam diri saja.


"Semuanya bisa dibicarakan kan! Bukannya saling memukul, dia itu ayahku Zian, ayah kandungku! Kalau kau ingin menikahi ku, sudah pasti kau harus meminta restu darinya, bukankah harusnya begitu!"


Zian menarik Agnia kedalam pelukannya, hingga tangannya yang dipakai untuk memukul itu lunglai dengan sendirinya, "Gimana kalau Daddy ngelarang kita?"


Tangan Zian menangkup kedua pipinya, hingga kepala Agnia mengenadah, "Hei ... itu tidak akan terjadi, aku akan tetap menikahimu ada atau tanpa ijin dari ayahmu itu!"


Dave sudah berdiri dibelakang Agnia, dia menarik paksa pergelangan tangan Agnia, "Jangan harap kau bisa menyentuh putriku Zian, aku tidak akan mengijinkanmu, walau seujung kuku pun."


"Daddy!" lirih Agnia tidak percaya, dia sedikit bingung, kenapa Daddynya bersikap arogan seperti itu terhadap Zian, sementara setahunya, Daddyny hanya mengenalnya saja, dia tidak pernah bercerita lebih jauh lagi mengenai Zian.


Zian berdecih, "Apa sekarang kau sedang berpura-pura peduli Dave? Ooh atau jiwa pengecutmu sudah hilang? Dan sekarang kau menjadi ayah yang baik untuk anakmu?"


"Hentikan Zian, ucapan mu tidak berguna lagi saat ini, jangan pernah mengungkit masa lalu lagi!" sentak Dave dengan menggenggam pergelangan tangan Agnia yang kini berada disampingnya dengan kuat.


"Kenapa? Kau masih berpura-pura tidak tahu? Menutup mata, atas kepentingan pribadimu yang diatas segalanya itu? Melebihi rasa pedulimu dan juga empatimu sebagai seorang ayah Hem ... atau apa?"


Pria berumur 34 tahun itu sudah tidak dapat mengendalikan dirinya, pertama, dia memang sudah merasa kesal saat tahu Dave kembali ke tanah air, ditambah dia berani menampakkan batang hidung dihadapannya, dan sekarang, gadis yang dia cintai itu ternyata adalah putrinya.


"Omong kosong mulutmu Zian! Ayo Nia kita pergi, aku tidak akan pernah mengijinkan kau menikah dengannya!"

__ADS_1


Dave berbalik dan menarik Agnia, ikut bersamanya, melihat itu Zian tidak tinggal diam, dia menyusul dengan kembali menarik pergelangan tangan Agnia.


"Aku akan tetap menikahinya ada atau tidak ada dirimu Dave, dan kali ini aku tidak akan mengalah dan membiarkanmu hanya mementingkan dirimu sendiri." ujar Zian, Agnia yang bingung dengan apa yang terjadi diantara mereka, dia semakin heran dengan semua ucapan yang terlontar dari mulut Zian, tidak mungkin mereka bersikap seperti itu jika tidak ada sesuatu yang terjadi sebelumnya.


"Kenapa? Kau mau balas dendam?" sentak Dave dengan mendorong bahu Zian.


Zian terkekeh, "Balas dendam? Untuk apa? Atas apa aku balas dendam? Walaupun aku ingin sekali menghajarmu sampai mati Dave, atas ketidak pedulian mu itu, dan bukankah lucu sekali saat ini jika tiba-tiba saja kau bersikap peduli dan juga memikirkan putrimu."


"Hentikan ... apa yang kalian bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti!"


"Jangan kamu dengar omong kosongnya Nia ...!" sela Dave dengan kembali menarik Agnia terus berjalan.


Agnia menahan tubuhnya, "Aku tidak mau pergi sebelum semuanya jelas? Apa yang dia maksud Daddy?"


"Aku gak mau Daddy! gak mau sebelum Daddy kasih penjelasan padaku!"


Zian menghalau langkah kaki Dave, dia menahan dadanya dengan kedua tangannya, "Kalau kau memang peduli padanya, berikan dia kesempatan meraih kebahagiannya! Kau fikir dia tidak menderita selama ini? Kedua orang tuanya tidak pernah memikirkannya sama sekali! Bahkan kepergiannya pun tidak pernah kau cari Dave, aku tahu kau tidak akan pernah sungguh-sungguh menyesal. Tapi aku mohon untuk kali ini, biarkan dia memilihnya sendiri. Jangan sampai kau menyesal untuk kedua kalinya."


Agnia tertegun, Sebenarnya ada apa ini? Gue sama sekali gak ngerti apa yang mereka bicarakan!


"Tolong ... siapapun, kasih penjelasan dulu, karena aku tidak mengerti sama sekali apa yang kalian bicarakan!" seru Agnia tiba-tiba, membuyarkan lamunan Dave, dia membuang wajah kearah lain, sementara Zian tidak melepaskan pandangan padanya.


"Dave?"


"Apa? Kau ingin aku mengatakan apa pada putriku sendiri? Kebusukan ku? Kesalahan yang pernah aku perbuat? Apa?" ujarnya dengan menendang gumpalan pasir, deru ombak dan juga angin malam menerpa ketiganya, hembusan angin laut pun menjadi hiasan diantara kebisuan kedua pria gagah itu.

__ADS_1


Dan tiba-tiba Dave merangsek leher Zian dengan cengkraman kuat, "Kenapa aku harus menurutimu Zian? Dia itu putriku, satu- satunya! Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu mendekatinya!" ujarnya dengan kembali mendorong Zian.


Dave membawa serta Agnia yang tak berkutik, karena dia mencengkram tangannya kuat, sementara Zian menatap keduanya dengan tangan mengepal.


Kim berjalan tergesa-gesa menghampiri Zian yang kini mematung, dia menghela nafas perlahan, "Apa kau akan terus mengalah padanya Tuan?"


"Kim ... kau tahu ini sebelumnya?"


Tanpa dia sangka Kim mengangguk, "Aku baru tahu tadi pagi, saat hendak menjemput Agnia kerumah bi Nur, dan aku fikir mempertemukan kalian disini adalah ide yang bagus, dengan begitu kau bisa meyakinkan gadismu itu dan bersikap tegas pada Tuan Dave ... kau tidak perlu lagi mengalah padanya sekarang, cukup satu kesalahanmu dimasa lalu Tuan!" terangnya jelas.


Zian menatap wajah Kim yang tampak serius, sedetik kemudian dia mengangguk, "Kau benar Kim ... sudah cukup aku mengalah padanya, kali ini aku tidak ingin menyesal karena tidak bisa berbuat apa-apa! Aku tidak akan membiarkannya membawa Nia!" ucap Zian, "Berikan kunci mobil padaku!" uajrnya lagi, dia lantas kembali mengayunkan kakinya ke arah basement. Dia akan mengejar Dave yang sudah keluar dari hotel.


Maaf Tuan ... aku memang sengaja, meyakinkan Agnia untuk mempertemukanmu dengan ayahnya, semata-mata agar kau tidak terus hidup dalam penyesalan dimasa lalu, dan takdir masa lalu sepertinya masih akan terus mengikatmu dengan tuan Dave melalui Agnia. batin Kim, menyapa punggung Zian yang semakin tidak terlihat.


"Apa yang terjadi sekretaris Kim?" tanya seseorang yang kini berada disamping Kim. Kim menoleh sesaat lalu kembali menatap ke arah basement.


"Kim aku bertanya padamu! Kau tidak tuli kan? Atau kau sekarang ini menjadi bodoh hingga mengabaikan pertanyaanku!" ujarnya lagi.


"Bukan urusanmu Dita! Pergilah ... sebelum aku menghajarmu!" ucapnya dengan beranjak pergi, sementara Dita berdecak kesal.


"Bisa-bisanya dia berani bicara seperti itu, sejak dulu mana berani dia padaku!" sungutnya kemudian.


Mobil Dave melaju melebihi batas normal, membuat Agnia takut dan merasa was-was, karena Daddy nya itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jalanan kosong itu memudahkannya untuk melaju lagi lebih kencang, namun saat mobil hendak berbelok, datang truk dari arah berlawanan yang membuat Dave kaget.


"Daddy awaasss!!!"

__ADS_1


__ADS_2