Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 213


__ADS_3

Kim terperangah mendengarnya, sosok teman Agnia yang mana yang melakukan hal itu, selain Cecilia dan juga Nita yang dia juga tahu.


"Benarkah?"


"Hmm ... sebagai pria normal, tentu saja aku terpancing, tapi aku memikirkan banyak hal, termasuk Agnia. Usianya mereka sama Kim, dan kau fikir aku akan masuk lubang yang sama? Tanganku bergetar saat mengingat Jasmine, bayangan putriku dengan wajah kecewa dan menolak ku kembali terbayang Kim! Sampai keringat bercucuran saat dia naik ke pangkuanku!"


Kim membulatkan kedua matanya, dia terperangah saat mendengar apa yang dikatakannya.


"Eeeit ... tapi sumpah demi ibuku yang sudah tiada! Aku tidak melakukan apapun Kim! Aku memang membawanya ke apartemen, tapi aku tidak ... No ... aku tidak terpancing!" Terang Dave penuh percaya diri karena langkahnya sudah benar seratus persen.


"Itu bagus bukan?" Ujar Kim.


"Hm ... ! Aku keren kan?"


Flashback On


Serly yang meminum terlalu banyak alkohol itu meracau parah sekali dalam keadaan mabuk parah, dan Dave yang tahu jika dia teman dari putrinya berniat mengantarnya pulang.


Mobil melaju sangat kencang, malam yang semakin larut pun membuatnya menjadi lebih leluasa membelah jalanan lenggang.


"Om ...? Apa aku tidak salah lihat? Om Dave kan?"


"Hm ... aku Dave! Sedang apa kau di klub itu Serly?"


"Aaahhh ... aku hanya sedang menerima tantangan seseorang, jika aku menang Video itu akan di hapus!"


"Video?"


"Ya ... Video ayahku dengan wanita yang tengah hamil! Kau tahu Om ... ayahku itu seorang dokter spesialis kandungan, entah berapa kali dia membantu gadis gadis seusiaku yang hamil di luar nikah untuk melakukan aborsi! Dan aku tidak pernah terpikir jika dia salah satu pria yang membuat hamil seseorang. Apa Om tahu, apa aku dulu juga ingin dia gugurkan? Aku tidak tahu...!!" Serly tergelak, lalu menangis tersedu sedu.


"Aku memiliki sahabat, yang kini sudah berubah gara gara mereka! Aku kehilangan sahabatku ... aku sendirian!"


"Dimana rumah mu? Aku akan mengantarmu pulang!"


"Aku gak mau pulang! Aku ingin ikut Om saja!"


"Tidak bisa begitu! Aku tidak ingin membuat masalah."

__ADS_1


Tangan Serly terulur menyentuh lengan Dave hingga pria itu tersentak kaget, "Please Om ... aku gak mau ibuku tahu aku pergi dan minum!"


"Kalau begitu ... kenapa kau pergi ke tempat itu!"


Serly berdecak, "Kan aku udah katakan! Please ya Om ..." tangannya terus terulur hingga lengan atas Dave.


"Hentikan Selry!"


"Kenapa? Aku___"


"Serly tolong, aku sedang menyetir."


"Om bisa menepi!" Ujarnya dengan tangan yang kini bergerak di tengkuk Dave, alih alih berhenti, Serly justru semakin menjadi, dia terus menyentuh tubuh Dave, hingga Dave merasa dirinya terpancing,


"Serly hentikan!!"


Namun Serly tidak sedikitpun menggubris perkataan Dave, dia justru bergerak lebih agresif dengan melumaat bibir Dave, lalu mengarahkan tangan Dave untuk menyentuh dua benda kenyal miliknya.


"Ayolah Om!"


"Serly ... kau jangan gilaa___ahh Sial!!" Dave memukul kemudi saat tangan Serly menyusuri pahanya lembut lalu mencondongkan tubuhnya agar tersentuh Dave. Pria berumur 37 tahun itu pun harus menepikan mobilnya di jalanan, tubuhnya bereaksi saat Serly terus menggeseek geseekkan tubuh ke arahnya.


Serly terus menciumi wajah Dave, hingga ke ceruk lehernya sampai pria itu berkali kali memejamkan matanya.


"Serly hentikan!!" Sentak Dave dengan menepis tangan Serly, hingga tubuh Serly membentur pintu mobil dengan keras, lalu tak sadarkan diri."


Dave menghela nafas, dia kembali melajukan mobil dan membawa Serly ke apartemen miliknya.


Tubuh Serly yang limbung harus Dave bopong, saat itu yang ada di fikirannya hanya Agnia, seusia mereka memang sangat rentan terbawa arus, ditambah pergaulan yang tidak sehat. Membayangkan pertemuan Agnia dengan Zian kala itu, Agnia keluar hotel. Bayangan buruk itu terus berputar putar di fikirannya, bagaimana jika Agnia berada di posisi Serly, gadis yang dia bopong. Dress mini tersingkap begitu saja, menampilkan paha mulus serta kulit putih miliknya. Dan sebagai pria normal, ini adalah kesempatan emas yang datang begitu saja.


Dave masuk kedalam apartemen, membaringkan tubuh mo lek Serly di tempat tidur. "Apartemen ini lama lama jadi sarang penyamun, dulu Kim sekarang Serly!! Kalau aku masih Dave yang dulu, aku akan sangat beruntung, dan putriku akan benar benar membenciku!" Gumamnya dengan mendengus sendiri.


Dave enggan melibatkan diri lebih jauh, dia bahkan melemparkan selimut dari jauh hingga tubuh Serly tertutup begitu saja, kemudian dia keluar dan menutup pintu.


Dave membaringkan tubuh di Sofa, mencoba menetralisir fikiran kotornya serta benda tajam yang terus menggeliat di balik celananya, hingga dia sendiri tertidur.


Dan tak berselang lama Dave merasakan sesuatu menggerayangi tubuhnya, dia membuka matanya perlahan dan melihat sosok Serly tengah meliuk liuk di atas tubuhnya, mencoba menggodanya kembali dalam keadaan mabuk.

__ADS_1


Dave benar benar kewalahan, saat tangan remaja itu bergelayut di area senjatanya, tubuhnya bergerak sangat indah membuat Dave menelan saliva berkali kali.


Hingga kejadian yang menimpa Jasmine kembali melintas, kejadian yang hanya menyisakan kenangan buruk dan penyesalan terbesar dalam hidupnya.


"Om ... please Om!!"


"Hentikan Serly!"


Dave mendorong tubuh Serly lalu mengangkatnya dengan sekali gerakan lalu membawanya ke kamar mandi. Mendudukkannya di kloset duduk lalu dia mengambil shower dan mengguyurnya, hingga tubuh Serly basah kuyup.


Flashback Off


Sekretaris Kim semakin terperangah mendengarnya, saat Dave menceritakan semuanya dengan jelas.


"Aku fikir pria yang sebelumnya telah memberinya obat perang sang ke dalam minumannya."


"Benarkah?"


"Aku juga tidak yakin! Tapi entahlah ... aku tidak ingin mencari tahu lebih lanjut, setelah lima belas menit mengguyurnya sampai gadis itu tidak sadarkan diri, saat itu juga aku mengantarkannya pulang."


"Dalam basah kuyup?? Kau ini...!" Kim berdecih, dengan kembali menyeruput kopi nya hingga gelasnya tandas.


"Itu tidak penting Kim! Yang paling penting aku tidak melakukan apa-apa padanya, dan aku bisa membuktikan diri jika aku benar benar berubah." Ujarnya dengan menepuk dadanya sendiri.


Kim menganggukkan kepalanya, "Kau benar, setidaknya kau melakukan hal yang benar! Seperti apa yang harus aku lakukan, aku akan pergi untuk sementara waktu, dari pada aku mengatakan hal yang sebenernya yang akan membuat hubunganku dengannya menjadi buruk!! Aku tidak ingin mengecewakan kakek Mahesa." ujar Kim dengan nada Lirih.


"Kau pasti menyesal Kim ... apa sebaiknya kau mengatakannya saja agar dia tahu dan kau merasa lega?"


"Jangan gila Dave ... jika aku melakukan hal itu apa yang akan aku terima? Belas kasihan??" Kim berdecih, "Apa yang aku rasakan saat ini, tidak lah penting, dengan apa yang akan aku terima jika aku mengatakannya, Zian tidak hanya akan membuatku canggung, mungkin juga memutuskan hubungan denganku, itu sangat menyedihkan!!"


.


.


.


Halo reader terlope lope, hari ini 3 up cukup kan. Hmm ... itu karena kalian bikin othor semangat terus. lope lope deh ...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya yaa ... komen apapun, kritik saran, atau wesel boleh, eeh


__ADS_2