Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 205


__ADS_3

"Eeeugghhkk."


Gadis belia itu tidak tahu entah keseberapa kalinya suara lenguhhan yang tidak dapat ditahannya itu lolos begitu saja dari bibir nya. Dadanya turun naik, dengan nafas memburu, begitu pun dengan yang dirasakan oleh Zian saat ini, tubuhnya memanas membuat perlahan lahan udara di sekitarnya ikut terbakar.


"Kau siap baby?" bisiknya dengan suara berat, tatapannya semakin teduh dengan kedua tangan terus meremmas benda bulat yang masih kencang itu.


Agnia tak mampu menjawab, dia sibuk dengan gelanyar gelanyar aneh yang terus menerus menyeruak hebat dalam tubuhnya, dan kedua matanya membola saat senjata keras nan tegang itu melessak masuk kedalam pusat inti miliknya,


"Eeeugghhkk!!! Baby ... kau sempit sekali." Gumam Zian dengan suara serak yang diakhiri geraman lembut.


"Aaahhhkkk ... eeuuhhhh ****!! What the hell!!!" ucapnya dengan menjambak rambut Zian yang justru membuat senjata keras itu melessak lebih dalam.


Agnia bukan marah ataupun kesal, sen sasi yang baru dia rasaakan membuatnya gila, tubuhnya yang menapak tiba tiba terbang bak seutas kapas yang ringan, meliuk liuk diangkasa dan terus terbang tinggi.


Zian terus bergerak lambat, memberikan waktu senyaman mungkin untuk gadisnya itu menyesuaikan tubuhnya, hingga dia merasakan sesuatu dibawah sana, basah dan hangat, puluhan atau ratusan lapis urat halus kembali menegang, saat Zian kembali mendorong miliknya untuk lebih melessak masuk kedalam tempat yang seharusnya.


Agnia menggigit bibirnya, tubuhnya bergetar di iringi bulu bulu halus yang meremaang hebat. Pria yang berpacu lambat itu tersenyum, lalu kembali menyambar bibir seksi yang semakin basah.


"It's time baby!!"


Tubuh Zian kembali bergerak, kali ini berpacu dengan cepat, membuat Agnia tak henti hentinya melenguuh, desahhan demi desahhan yang justru membuat Zian semakin beradrenalin.


Dia bergerak searah jarum jam, berhenti lalu kembali memacunya lebih kencang, dua benda bulat miliknya ikut menari dihadapan wajah Zian, dan tak luput dari tangannya.


"Ssshhh aaaahhh baby!! Aaahhhkkk are you ok?"


"Eeeuughhh ... !" Agnia menggelengkan kepala nya, rasa sakit yang menderanya tidak sebanding dengan sen sasi yang kini dirasakannya. Zian kembali membuatnya melayang tinggi, dan membuatnya tidak berhenti meracau.


Ditambah gerakan Zian semakin liar, dengan bokong maju mundur sesuai Irama, lalu mengangkat sedikit tubuh Agnia lalu mengulum kembali bibirnya, dengan jari yang kini kembali memilin dipuncak dadanya. Gerakan itu membuat Agnia memejamkan mata, dia terus melayang hingga berada di puncak cakrawala.


"Baby ...oh no!!!


"Aaahhhh ... **** your hand Zian!"


Eeeuuhhhhgggkkk


lenguuhan panjang terdengar dari Agnia, dia memeluk tubuh Zian yang penuh dengan peluh, tanpa sadar kuku kuku jari mencakar punggung kekar pria yang semakin berpacu hebat.


"Baby ... i' m coming!!"


Geraman panjang terdengar berat keluar dari mulut Zian, saat pelepasannya tiba tepat pada waktunya. Nafasnya semakin memburu walau gerakan tubuhnya melemah.


Tubuh Zian berguling ke samping, dengan saling menatap lalu tersenyum.

__ADS_1


Pria itu menyusut peluh di dahi sang istri, dengan dada naik turun bermandi peluh.


"To now and forever ... you are mine!!" gumamnya dengan lembut, jari telunjuknya menyusuri dahi dan bergerak lurus hingga melewati pangkal hidung, bibir dan turun sampai ujung dagunya.


"And i'm your!" gumamnya lagi.


Agnia mengangguk, dia melingkarkan kedua tangan pada pinggang pria yang telah seutuhnya menjadi pemiliknya, setetes air bening menitik dari ujung pelupuknya.


Zian menarik selimut, menutupi tubuh polos Agnia.


"Hei ... don't cry baby ... i'm so sorry cause i hurt you."


Agnia menggelengkan kepalanya didada Zian, rasa yang entahlah dia pun tidak mengerti, senang, bahagia, haru bercampur aduk.


"Apa sakit?"


"Sedikit!! But i"m ok!" jawabnya dengan nada lirih.


"Aku akan buatkan susu jahe!"


Agnia menggelengkan kembali kepalanya, dia tidak ingin apa apa saat ini, dia hanya ingin berada disisi Zian dan memeluknya.


"Ok!! Jadi apa yang harus aku lakukan! Apa kau ingin kita berpelukan tanpa baju sampai pagi? Hm...?"


"So???"


Agnia masih terdiam, dengan terus bersembunyi i dada Zian.


"Apa kau sedang malu baby?"


"Iihh masih aja nanya!"


"Tapi tadi aku tidak melihatmu malu!! Kau justru mengagumkan!!!" Zian tergelak, membuat Agnia mendengus kasar.


Dia menyibak selimut yang menutupi seluruh tubuhnya lalu melompat naik ke tubuh Zian,


"Nia gak malu!! Nia hanya___ mau pipis!!" ujarnya kembali melompat turun.


Namun tiba tiba dia meringis dengan sedikit membungkuk, lalu menoleh ke arah Zian,


"Ternyata sakit!!"


Zian tergelak, dia ikut turun lalu menggendong Agnia yang berselimut itu masuk kedalam kamar mandi. "Bukankah aku sudah mengatakannya!"

__ADS_1


"Ini semua gara gara kau!!"


Pria itu kembali tergelak, lalu menurunkan tubuh Agnia di lantai kamar mandi, lalu mencuil hidung Agnia, "Setelah rasa sakitnya hilang, kau akan ketagihan!!"


"Dasar mesum!!"


Zian kembali tergelak, dengan terus berdiri memaku di depan Agnia.


"Tunggu apa? Ayo keluar ... Nia mau pipis!"


Zian menggelengkan kepalanya, "Aku akan menunggumu disini sampai kau selesai!"


"Tidak mau enak saja!"


"Apa salahnya? Aku bahkan sudah melihat semuanya."


Agnia mendengus kesal, dia duduk di toilet tanpa peduli Zian yang berada didepannya, "Setidaknya pakai bathrobe mu!"


"Tidak mau!!"


"IIiissshh ... dasar otak mesum!"


Agnia telah selesai, dia berdiri dan hendak berjalan keluar namun Zian menahan tubuhnya, dia merentangkan tangannya mengurung Agnia.


"Bagaimana kalau kita lakukan sekali lagi?"


"Hei ...ma___"


Eemmpphh...


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Zian membekap bibir mungilnya menggunakan bibirnya, melahapnya dengan rakus, tangannya menarik selimut yang membungkus tubuh Agnia, lalu mengangkat nya dengan sekali tarikan.


Seonggok daging tanpa tulang kembali menegang, dan dia arahkan kembali ke pusat inti milik Agnia, dan perlahan namun pasti benda itu kembali melessak masuk.


"Eeeuuuhhh ... baby kau benar benar mengagumkan!"


"Aaahhhkkk ... hubby, move!!"


.


.


.

__ADS_1


Degdegan othor ngetiknya ... segitu dulu ... mau ngumpet dibawah meja hahhhaaa


__ADS_2