
Semua mata sepertinya terbelalak saking kagetnya saat tahu kebenaran gosip gosip yang santer beredar beberapa waktu lalu, alasan Serly yang berusaha keras mengungkap gosip itu ternyata benar. Agnia memang menyembunyikan sesuatu yang besar dari mereka.
'Ternyata gosip itu benar.'
'Kasian Serly, kita udah nuduh dia yang enggak enggak ya kan.'
'Ternyata bukan Serly yang pembohong, tapi Si Nia.'
'Wei ... Jangan dulu berasumsi,
sekolah kayak nya udah tahu makanya mereka pada diem.'
Zian yang berdiri didepan menggenggam tangan Agnia, mengambil mikrofon dari tangan sang istri, membuat semua orang menunggu dan mendengar dengan seksama apa yang akan dia katakan.
"Semua gosip yang sempat beredar memang benar! Dan aku yang bertanggung jawab, aku lah yang menyarankan istriku ini menyembunyikan status kami yang sebenarnya. Dan aku rasa kami tidak perlu minta maaf karena pihak sekolah pun sudah tahu. Lantas bagaimana dengan peraturan sekolah? Kami memberi contoh buruk, mencoreng nama baik sekolah? Tidak ... Kami bisa membuktikan jika hubungan yang ada diantara kami tidak mempengaruhi prestasi Agnia sebagai siswa sekolah, bahkan lulus dengan nilai terbaik."
"Dan kau baby! Tidak seharusnya kamu meminta maaf pada teman temanmu, kamu tidak salah apa apa."
"Aku rasa itu saja!"
Zian membawa Agnia turun, mereka memasuki ruangan lain yang disiapkan khusus. Mc mengambil alih acara yang cukup menegangkan karena ucapan Zian. Tidak seperti sebuah pengakuan dosa, tapi lebih terdengar sebagai penegasan. Semua orang yang mendengarnya pun nyaris tidak bisa berkata kata lagi.
"Hubby! Kau ini kaku sekali! Mereka keliatan takut tahu!"
"Memangnya aku peduli hem? Lagi pula, aku tidak peduli mereka tahu atau tidak apa alasanmu menutupinya kan? Kita tetap suami istri."
"Iih ... Dasar! Tapi makasih karena udah bilang itu rencanamu, padahal dari awal itu rencanaku." ujar Agnia dengan melingkarkan kedua tangan di pinggang Zian.
__ADS_1
"You welcome baby! Sekarang kamu bisa tenang kan?"
Agnia mengangguk, "Ayo ke kamar!"
Zian mengulum senyuman, "Lalu acaramu?"
"Biarin aja ... ada Nia atau enggak From night bakal terus berjalan!"
Zian menjumput hidung nya lembut, "Kau sudah membuatku rugi besar, aku membuat semua ini untukmu! Kalau tahu kau hanya ingin berdua saja di kamar, aku tidak harus keluarkan uang banyak untuk mereka."
Agnia tergelak, dengan kedua tangan yang mencubit kecil pinggang Zian, "Kalau begitu aku jual saja hotel ini buat bayar kerugianmu Hubby!"
"Hey ...mana bisa begitu! Kau mau menjual barang yang aku beri untukmu!" Agnia terkekeh lagi, kali ini dia sampai terpingkal, Zian mencondongkan tubuhnya dan mengusap perut rata istrinya. "Kau dengar itu Nak! Jahat sekali. Ibumu sayang."
"Hubby! Tega bener ngomongin yang jelek jelek sama anaknya."
Agnia terus tertawa, begitu juga Zian. Mereka masuk ke lift.
"Baby ...?"
"Hem...!"
"I love you so much!"
"Ya aku tahu!" Agnia terkekeh, menarik tengkuk Zian dan menyambar bibirnya lembut, ciuuman bergelora terjadi di dalam kotak besi yang dipasangi CCTV.
"I love you too my Superman."
__ADS_1
Ting
Lift terbuka, begitu juga tautan bibir mereka yang terlepas. Keduanya saling menatap penuh dan tersenyum.
"Sebenernya Nia masih kuat jalan lho!" Sindir Agnia yang masih tetap di gendongan Zian.
"Aku tidak keberatan jika terus menggendongmu seperti ini."
"Kalau badan Nia makin gemuk?"
"Tidak keberatan!"
"Makin gemuk lagi."
Zian menggelengkan kepalanya.
"Extra gemuk?"
"Tidak baby! Kenapa aku harus keberatan, tubuhmu gemuk karena perbuatanku bukan." Zian tergelak.
"Iih ... Dasar! Fikiranmu mesum terus."
"Ya sudah, ayo kembali turun ke acara from night!" Ujar Zian kembali berputar, tentu saja dengan terkekeh.
"Gak mau! Kita ke kamar aja!"
"Jadi siapa sekarang yang mulai mesum hem?"
__ADS_1