Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 305


__ADS_3

Musim telah berganti, waktu pun semakin cepat berlalu, begitu juga kehidupan yang Agnia jalani, setelah melewati banyaknya lika liku kehidupan di usia mudanya, dan harapan yang masih berwarna abu abu tanpa kepastian kini berbanding terbalik, kasih sayang orang tua kembali dia rasakan, terlebih kasih sayang luar biasa dari suaminya.


Namun dari semenjak pesta From Night sekolah tiga bulan yang lalu hingga saat ini, dirinya hanya diam di rumah dan sama sekali tidak keluar dari rumah. Bahkan untuk ke kampus sekalipun. Dosennya lah yang datang setiap hari dan memberikan materi kuliah padanya, siapa lagi kalau bukan atas arahan suaminya. Walau berkali kali Agnia menolak karena merasa tidak enak pada mahasiswa lainnya.


"Ayo baby, dosenmu sudah menunggu di ruang belajar."


"Nia gak mau! Nia bosen di rumah terus, gak kemana mana, ke kampus juga enggak. Nia gak mau belajar."


"Jadi kamu akan cuti kuliah? Itu lebih bagus. Kau tidak terlalu kelelahan."


"Hubby! Bukan gitu! Siapa yang bilang ingin cuti! Nia ingin kuliah, tapi belajar di kampus. Bukan di rumah kayak gini." sungut Nia dengan kesal, tangannya dia topang ke atas dagu dengan bibir kerucut.


Zian mengulum senyuman, mengelus pipinya dengan lembut, "Sayang, fikirkan anak kita! Trimester kedua masih cukup rentan, apalagi kau akan melakukan banyak kegiatan kalau tidak di awasi. Benar kan, Hem?"


"Terus aja nurut sama dokter Siska, padahal Nia yang ngerasain hamil. Nia baik baik aja! Masih bisa kalau cuma ke kampus."


Zian menggelengkan kepalanya, dia sudah sangat sabar menghadapi ke keras kepalaan sang istri, "Belum boleh sayang!"

__ADS_1


"Tapi Nia ingin jalan jalan, ke mall, nonton. Bosen tahu!"


Zian yang duduk di meja menghadap ke arahnya pun bangkit, "Ya sudah, kita jalan jalan sekarang, kau mau kemana?"


"Terus Dosen Nia?"


"Aku akan menyuruhnya pulang dan kembali besok."


Nia bangkit dengan segera, mengambil laptop miliknya, "Jangan, udah Nia belajar dulu! Tapi janji setelah belajar kita nonton?"


"Ya aku janji!" ujar Zian dengan tersenyum, melihat sang istri keluar dari kamar.


Agnia menuju ruang belajar yang khusus di buat Zian, kamar yang sebelumnya dipakai oleh Jasmine kini di rubah fungsi menjadi ruang belajar. Jadi Agnia tidak perlu naik turun tangga. Aktifitasnya pun hanya sebatas kamar, dia hanya akan di perbolehkan turun jika ada Zian yang menemaninya, membuat calon ayah itu kerap absen datang ke kantor jika tidak terlalu penting. Semua pekerjaannya sudah di handle oleh Kim melalui anak buahnya.


"Pagi Nia!" sapa Dosen yang sudah menunggunya.


"Pagi pak, maaf pasti menunggu lama."

__ADS_1


"Tidak masalah, karena tadi juga sempat beebincang dengan suamimu. Sudah siap menerima materi?"


Agnia mengangguk lirih, dia yang mulai bosan hanya terdiam mendengarkan materi dari dosennya, bukan bosan belajar, namun bosan karena terus sendiri, merindukan teman temannya menjadi salah satu penyebab rasa bosannya.


Sampai satu jam berlalu begitu saja, catatan penting serta poin poin penting sudah dia catat semua.


"Oke ... Hari ini sudah cukup!"


"Lho pak! Kok satu jam?"


"Katanya setelah ini kau harus siap siap, bukankah kau ingin jalan jalan bersama suamimu?"


Astaga, pake di bilang segala lagi! Gue kan malu. Mana ada kuliah kayak gini, seenak jidat. Ini lagi Dosen mau maunya di suruh suruh. Batin Agnia menggerutu tiada henti.


Setelah kepergian Dosen, Nia kembali ke kamar, mencari Zian. Namun pria itu tidak ada, alhasil dia duduk di sofa dan menyalakan televisi.


"Baby! Kau sudah siap?" tanya Zian yang baru saja masuk, "Maaf aku harus memanaskan mobil lebih dulu. Supaya kita langsung berangkat."

__ADS_1


Namun Agnia tidak menjawabnya, dia bersandar di sofa dengan kedua kaki yang di angkat ke atas meja kecil di depannya.


"Baby?" Zian menghampirinya dan terkekeh, "Ternyata dia tidur. Gampang sekali dia tertidur, padahal dia kesal sekali dan ingin pergi menonton."


__ADS_2