Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
BSB_18


__ADS_3

Setelah Farid pergi dari ruangan Frans laki-laki itu melanjutkan kerjaannya yang sempat tertunda karena memikirkan indah yang pada kenyataannya tidak memikirkan dia sama sekali.


Kasihan sekali sih kamu Frans.


"Cewek bukan orang deh tapi hantu! Kenapa dia terus gentayangan di otak gue," ucap Frans sambil menggusar rambutnya dengan kasar.


Dia Jadi tidak fokus untuk melanjutkan kerjaannya karena bayangan indah selalu berputar di kepalanya.


"Pergi nggak loh sebelum gue usir!" Frans memukul pelan kepalanya.


Bangun dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah jendela kaca besar di mana menyajikan pemandangan gedung pencakar langit yang berjajar dengan rapi.


Laki-laki tampan itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana kerjanya dengan tatapan lurus ke depan.


"Gue nggak akan suka sama tuh cewek dan sampai kapanpun nggak akan pernah," ujar Frans.

__ADS_1


Karena dia yakin bahwa tidak ada dalam kamus Frans jika dia yang mengejar perempuan justru sebaliknya, karena selama ini perempuan lah yang mengejar dirinya hingga membuat dia pusing sendiri.


Jadi untuk masalah sekarang sangat mustahil untuk terjadi.


"Nama yang bagus tapi nggak sebagus tingkahnya," menatap lurus ke depan.


Frans sendiri larut dalam pikirannya memikirkan agar bayangan gadis yang sebulan lalu diseretnya pergi dari pikirannya dan dia bisa bekerja dengan tenang lagi.


Mana bisa dia fokus bekerja jika di dalam otaknya bukan pekerjaan lah melainkan nggak bisa membuat dia kesal lantaran di panggil om.


"Ck tampan gini dipanggil om katarak itu mata tuh cewek," Frans masih tak habis fikir di umur yang masih muda.


"Emangnya gue papa gula apa hingga harus dipanggil om, atau tidak mau gue jadikan sugar baby apa? Biar panggilan itu pas," eh apa yang kamu pikirkan Frans?.


Jangan pernah kepikiran sampai ke sana untuk menjadi papa gula karena jika kamu mau lebih baik menikah dan menjalani hubungan sebagaimana mestinya.

__ADS_1


"Sebenarnya tuh cewek cantik dan bisalah dipertimbangkan," gumam Frans dengan mata yang masih fokus menatap ke depan gedung yang ada sebelah kantornya.


"Pertimbangan untuk jadi pembantu maksudnya," Frans tertawa pelan mendengar ucapannya sendiri karena sangat tidak mungkin cewek secantik Indah mau dijadikan pembantu oleh Frans yang sudah jelas-jelas mereka selalu ribut setiap kali bertemu.


Mereka belum ada menunjukkan tanda-tanda akur setiap bertemu apalagi Frans yang selalu kesal karena dipanggil om oleh Indah.


"Benar-benar mengganggu tuh cewek, apa perlu gue mutilasi itu cewek ke luar negeri eh kok dimutilasi dimutasi maksudnya," ada-ada saja Frans ini.


Sudah jelas beda artinya mutilasi dengan mutasi otak pintarnya kok kadang nggak bisa digunakan ya di saat tertentu.


Frans terus larut dengan pikirannya karena dia ingin mencari cara agar Indah yang kesal jika mereka bertemu tanpa disengaja suatu saat nanti.


"Ah lebih baik gue balik kerja dari pada memikirkan yang nggak penting," Frans beranjak dari tempat berdirinya dan duduk kembali ke kursi kebesarannya.


laki-laki tampan encaran hampir semua perempuan di kota itu memilih lebih menyebutkan diri daripada memikirkan hal yang tidak penting katanya tadi.

__ADS_1


padahal sekuat apapun dia menolak tetap saja bayangan indah sulit hilang dari pikirannya.


Pesona Indah sudah bisa menguasai otak Frans dan mungkin sebentar lagi juga menguasai hati dan diri Frans.


__ADS_2