Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 301


__ADS_3

"Yang benar saja, Om Zian keluarin dana segimana buat acara ini? Gak habis fikir gue,"


"Harusnya lo seneng Nia, itu artinya lo tersegalanya, gue kalau ketemu pria kayak laki lo, gue pasti jadi orang paling bahagia, saat itu juga gue bakal berhenti dari profesi sialan ini." kekeh Cecelia dengan mengerling pada Nita.


"Dih ... Gak usah ketinggian mimpi lo Ce ... entar jatoh tau rasa. Mana ada yang mau sama lo serius kayak Laki si Nia. Onderdil lo aja barang second."


Cecilia mencubit lengan Nita dengan keras, "Sialan lo ... Kalau ngomong suka bener. Tapi yaa, ini kan kalau. Syukur syukur kalau gue dapet. Kalau enggak gue paksa deh." ujarnya lagi.


Ketiganya tertawa, bersamaan dengan pintu kembali di buka.


"Kau siap Baby?"


Agnia mengangguk pada pria tampan yang hanya mengenakan celana jeans dengan kaos yang berjalan ke arahnya, benar apa yang di katakan Cecilia, dia beruntung bisa bertemu dengan Zian yang begitu mencintainya, sabar menghadapinya walau sedikit mesum. Eeitt ... Cuma gue yang tahu dia mesum.


"Cuma buat ngajak sarapan aja, dia manis banget Ce." Gumam Nita di telinga Cecilia yang mengangguk lirih.


"Gue bener bener iri sekarang! Please Nit ... Kayaknya abis ini kita tobat dan mulai berdoa biar tuhan kasih cowo kayak Zian."


"Ibadah seminggu sekali aja lo ogah Ce ... Tuhan juga gak bakal nerima tobat lo kalau cuma tobat ada maunya aja." sikut Nita lagi.


Zian membawa istrinya keluar, begitu juga Nita dan Cecilia yang terus saling menyikut di belakangnya, mereka saling berceloteh tentang dosa dan pahala, surga dan neraka yang bahkan mereka saja hanya dengar dari mulut ke mulut.


Ada yang aneh saat mereka berjalan menuju restoran, semua petugas hotel menunduk saat berpapasan, Hanya satu pria yang menunduk kemudian kembali menatap Zian.


"Semua sudah menunggu Anda tuan Zian, Nyonya." ujarnya mempersilahkan keduanya masuk ke dalam restoran.


Zian mengangguk, namun Agnia mengernyit, "Emangnya Om kenal dia?"


"Manager hotel ... Pasti mengenalku, aku kan the best asian buss--eemmmp Bab!"


Ucapan Zian terhenti karena Agnia membekap mulutnya, entah seberapa kalinya dia mendengar Zian mengatakan hal itu padanya. "Terus aja sombong, lama lama nyebelin tahu."


Zia terkekeh, dengan menjumput hidung Agnia dengan lembut. "Harusnya kau bangga padaku baby! Tampan, mapan, menyenangkan. Satu lagi, pintar membuat anak."


Agnia terbeliak mendengarnya, lalu mengedarkan kedua bola mata ke sekitar, memastikan tidak ada yang mendengar kekonyolannya. "Hubby ... Ih!"


Zian tergelak, membuat semua orang yang duduk menunggunya menoleh seketika. Semua orang berads di sana, tidak terkecuali orang orang dari perusahaan Maheswara.

__ADS_1


"Kenapa rame banget? Cuma sarapan doang juga."


"Sarapan spesial karena pemilik hotel sudah hadir." gumam Zian tepat di telinga Agnia.


"Hah ... Apa?"


"Ayo duduk!"


Zian menarik kursi untuk Agnia, disampingnya sudah ada Laras, Dave berada di depannya bersampingan dengan Kim.


Benerkan tebakan gue, hotel ini punya Om Zian.


Semua orang dari staff hotel berdiri, begitu juga manager yang tadi kini sudah masuk dengan berkas yang dibawanya. Dia menyerahkan berkas itu pada Zian.


Zian mengangguk, dan meletakkan berkas disampingnya. Lalu melirik Agnia yang tengah menatapnya curiga.


"Kita akan sarapan atau rapat perusahaan sebenarnya?"


"Dua duanya." desis Zian dengan mengulum senyuman. Tak lama, para waiters berdatangan dengan membawa menu sarapan untuk mereka semua, tak lupa Cecilia dan Nita yang berada di meja tak jauh dari sana terus menatap kagum dengan apa yang disajikan.


"Kau tidak akan kemana mana hari ini baby! Bukankah acara mu nanti malam. Dan siang nanti teman temanmu yang lain akan datang, sambut mereka disini. Hem?" ujar Zian memindahkan ikan salmon pada piring Agnia.


Benar juga, mereka sekarang dalam perjalanan, pasti mereka mikir yang enggak enggak deh sama gue.


"Nikmati pesta mu malam ini baby."


.


"Kim setelah ini kita harus bicara!" gumam Dave, namun Kim seolah tidak mendengarnya. Dia tetap fokus pada makanannya. "Kim ... Jangan terus mengabaikanku. Setidaknya bicara sesuatu."


"Makanlah dengan tenang Dave, kau tidak ingin tersedak kan."


Dave hanya menghela nafas, dia kembali menikmati sarapan yang rasanya tidak nikmat karena perasaan bersalah yang menderanya. "Maafkan aku sayang, aku sudah keterlaluan padamu."


"Kita bicara setelah makan. Jadi makanlah dengan tenang dan berhenti bicara apapun itu." tegas Kim lagi. Dia bahkan tidak menoleh sedikitpun pada Dave.


Hingga semua piring tandas, dan sarapan pun berakhir.

__ADS_1


Manager hotel itu maju untuk mengambil mikrofon dan mulai berbicara. Hal yang membuat semua tercengang apalagi Agnia.


Manager yang mengumumkan jika pemilik hotel telah tiba dan berada di tengah tengah mereka. Seketika seluruh staff melihat ke arah meja mereka, Agnia menatap Zian dengan senyuman yang bercampuk aduk. "Udah Nia duga, Hubby pemilik hotel ini kan."


Zian menggelengkan kepalanya, "Bukan aku. Tapi kau baby. Kau tidak lihat semua mata staff hotel sedari tadi melihat ke arahmu baby? Bukan pada ku."


Agnia tersentak dengan menatap meja meja berjajar staff hotel yang tengah melihat ke arahnya.


"Ini gak mungkin!"


"Sangat mungkin Baby! Aku memberikan hotel ini padamu. Kau bisa lihat di berkas kepemilikan ini."


Agnia tercengang bukan main, begitu juga Laras dan Dave yang juga tidak tahu rencana Zian, hanya Kim dan Carl yang tahu rencana nya itu.


"Ini surat yang aku tanda tangani? Jadi isinya pemindahan kepemilikan hotel ini?"


Riuh tepuk tangan terdengar, semua staff berdiri dan tersenyum melihat ke arahnya, sementara Agnia kehabisan kata kata untuk di ucapkan. Kedua matanya mengabur, dengan kedua tangan gemetaran. Ini semua di luar ekspetasinya, bahkan jauh dari sekedar angan angannya.


"Baby ... Hei, jangan menangis! Kau harus bahagia."


"Tapi ini ... Ini gak mungkin! Aku gak percaya Hubby!"


.


Author halunya ketinggian banget sih. Wkwkwk


Ya gpp dong, memang kalau halu itu gak usah nanggung nanggung yaa. Wkwkw. Biar puas. Author pengen juga di kasih soalnya. Ngarep. Hihi


Oh iya ... Cerita tentang Cecilia yang kemaren othor bilang itu gak ada yang mau kasih masukan buat judul, jadi othor memutuskan judulnya ttep ya sama yang kayak othor kasih tahu kemaren.


...I'm A Sugar Baby....


Udah ada 3 bab hari ini. Mampir yaa, masukkin rak dan juga komen, like nya jangan lupa.



Penampakannya kayak gitu yaaa. Yuk ramein lagi. Cerita udah pasti seru deh. Makasih semua.

__ADS_1


__ADS_2