
...Wow ... gimana gimana, lancar lagi kan upnya. Wkwkwk senang kan!! Hmm othornya juga seneng, walaupun like dan komennya jadi loncat loncat dibandingkan yang up nya pagi terus up lagi malem...hhhmm... ayo ah jangan diloncatin kasian...wkwkkw......
...Buat Mp nya othor emang sengaja pending karena kemarin sempet ditolak sampe 3 kali lho. walaupun sudah bermain dengan halus... hahahaha main kata ya gaes maksudnya. jadi mohon belum bisa full Mp sampe uh uh ah ah...kwkwkw......
.
.
Agnia terperangah mendengar Cecilia yang mengatakan hal itu pada Serly,
"Apaan nih maksudnya?"
Namun Nita menarik lengannya "Udah deh lu diem aja, biarin Cecilia yang ngurus dia kali ini! Lo terima beres deh!"
"Tapi kan___"
"Udah deh Nia ... si Cecil juga nggak bakal ngapa-ngapain kok, lu percaya deh! Palingan cuman isengin doang dikit." ujar Nita sambil terkekeh.
Sementara Sherly mendongkakkan kepalanya ke arah Cecilia, "Apa maksud lo?"
"Lo nggak paham apa yang gue bilang?" gue bisa bantuin lo buat tarik lagi video itu dari peredaran tapi dengan satu syarat!"
"Lu sengaja kan ngejebak gue!"
Cecilia tersenyum kecut, "Gue gak jebak lho, karena itu kenyataannya, bokap lo emang ada sering jalan sama gue!'
Kedua mata Serly membola kearah Cecilia yang mengaanggukkan kepalanya, tidak hanya Serly, Agnia pun tersentak kaget dengan penuturan Cecilia.
"Gak ... nggak gue gak percaya sama Lo!"
"Lo yakin gak percaya sama gue! Gue gak pernah bohong lho, walaupun gue gak juga baik baik amat!" jawab Cecilia
Serly menatap Agnia, lalu menatap Nita dan kembali menatap Cecilia, "Apa syaratnya?"
"So simple, syaratnya lo cuma nemenin Daddy gue buat seharian full!"
Agnia menggelengkan kepalanya, "Saraf Lo Ce!" gumamnya dibelakang Cecilia yang hanya terdengar oleh Nita.
Serly tertawa, "Lo bener bener gila! Gue gak mau!!"
"Terserah Lo ... tapi konsekwensinya video itu bakalan sampe ke nyokap lo nanti sore!" gertaknya sangat meyakinkan.
"Cabut girls!" ajaknya pada Agnia dan juga Nita.
"Lo seriusan anjim ngelakuin itu? Lo udah bilang gak bakalan nyebarin video itu kemana mana Ce!" gumam Agnia saat Cecilia berjalan ke arahnya lalu mereka melangkah keluar.
"Agnia ini bakal seru lagi!" sela Nita yang mengangkat kedua ibu jarinya untuk Cecilia dan mereka tertawa.
__ADS_1
"Elah ... Lo masih polos aja ternyata! Gue hanya menggertak Nia sayang, gue gak bener bener dengan ucapan gue! Gue cuma pengen lihat gimana sih Selly itu jika dia berada di posisi kita!"
"Kita ... lu aja kali gue kan nggak!" sahut Agnia,
"Oh iya gue lupa kalau lu udah punya Daddy lu sendiri!"
"Sialan lo dia bukan Daddy gue, dia su___"
"Su? Su apaan Lo gak jelas!"
Agnia menggelengkan kepalanya, "Enggak gue salah ngomong! Udah yu cabut daripada kita ketahuan!" ujarnya menarik keduanya.
Agnia akhirnya membiarkan Cecilia menangani Sherly, mengerjainya seperti Cecilia mengerjainya dulu. Meskipun kenyataannya masih ada rasa kasian pada Serly, namun Nita dan juga Cecilia terus meyakinkannya agar memberinya pelajaran setimpal.
Namun ternyata tak berakhir sampai situ, Serly masih tidak menyerah juga, dia keras kepala dan terus menerus menuduh Agnia melakukan hal itu kepadanya dengan sengaja, bahkan dia menemui pak Sopian dan bicara agar menyelidiki kebenaran foto Agnia dan juga Zian.
Menerima laporan itu, pak Sopian juga terdiam, berkali kali kasus ini bergulir dan tidak ada titik temunya, dan sekarang malah ditambah skandal sugar Daddy vs Sugar baby yang melibatkan ayahnya Serly.
Guru guru mendesaknya agar mengambil tindakan, pada awalnya dia hanya memanggil Serly untuk meminta pendapatnya tentang hal itu. Namun justru Serly mengadukan semua yang terjadi padanya adalah ulah Agnia dan teman temannya.
Seorsng guru wanita masuk kedalam kelas, mencari Agnia dan menyuruhnya menemui pak Sopian.
"Apa lagi sih! Demen banget pak Sopian panggil gue." gumamnya seraya mengangkat bokongnya yang menempel di bangku.
"Ibu tidak tahu ... tapi pihak sekolah sudah akan mengambil tindakan karena berita yang terus bergulir beberapa hari ini, ditambah berita yang baru saja mencuat."
Tidak hanya Agnia, Cecilia dan juga Nita akhirnya dipanggil juga, mereka sama sama dipanggil untuk dimintai keterangan terkait pelaporan Serly.
Ketiga bertemu di pintu masuk kearah runagan konseling, saling pandang namun tidak mengatakan apapun. Lalu masuk kedalam.
"Siang pak Sopian!" Sapa Agnia.
Sementara Cecilia dan juga Nita hanya mengangguk saja. Mereka sebagai siswa yang sering berbuat masalah sudah tidak aneh keluar masuk ruangan pak Sopian dan mendengar ceramahnya setengah harian.
"Kalian bertiga duduk!"
Serly mendelik kearahnya, dengan wajah angkuh, merasa laporannya ditindak lanjuti dengan cepat, dan pasti berhasil.
"Apa benar kalian yang sengaja membuat video itu?"
Ketiganya tidak menjawab, mereka menatap pak Sopian lalu semuanya menggelengkan kepalanya.
"Agnia, Cecilia, Nita? Jawab bapak!"
"Mau jawab apa pak! Orang kita gak ngelakuinnya, lagi pula buat apa? Emangnya kita dapet keuntungan apa dari bikin video itu?" Jawab Ceceilia dengan santai.
"Bohong pak! Tadi dia sendiri yang bilang kalau dialah yang ada di video itu, dia ...dia bilang, dia punya hubungan dengan papaku!"
__ADS_1
Cecilia tergelak, "Apaan hei ... punya hubungan dengan pria yang sudah tua ... gue masih laku dapetin yang muda kali!" kilah Cecelia.
"Iya ngapain juga kita ngelakuin hal itu ... emangnya Lo punya bukti kalau itu Cecilia?" tambah Nita.
Agnia hanya terdiam, dia memang tidak pintar berbohong, dia takut ketahuan dan memilih diam saja.
"Aku bisa buktikan foto itu bener bener Agnia dan pak Zian pak!" seru Serly.
"Heh ... kita lagi bahas video bokap lo ... kenapa Lo Nyamber ke foto itu! Sakit nih orang."
Pak Sopian menggebrak meja, "Sudah diam kalian bertiga!! Kalian bapak panggil kemari untuk bapak tanyai, bukan ribut!"
Keempat gadis itu menundukkan kepalanya, dan tidak lagi menjawab atau saling sela. Pak Sopian memijit pelipisnya, dia mengambil gelas berisi air diatas meja lalu meminumnya.
"Ulah kalian benar benar membuat ku pusing, ini tahun terakhir kalian disini! Apa kalian tidak mau lulus hah!" ujarnya dengan menyimpan kembali gelasnya dengan sedikit kasar hingga berdenting.
"Kalau kalian tidak ada yang mengaku, bapak akan membiarkan pihak yayasan menyelidikinya, sementara kalian kembali belajar dirumah!"
"Yah pak Jangan dong! Bisa bisa kita ketinggalan pelajaran!" sahut Agnia yang pada akhirnya mengeluarkan suaranya.
Sementara Cecilia dan juga Nita tidak peduli, toh mereka tidak terlalu memikirkan pendidikannya selama ini dibandingkan Agnia.
"Kalau memang tidak ingin bapak mengambil tindakan tegas, berperilaku baiklah kalian! Dsn biarkan masalah ini di selesaikan oleh pihak sekolah.
Beberapa saat kemudian, ketiganya diperbolehkan masuk kembali kedalam kelas, karena tidak adanya bukti jika mereka yang menyebarkan video itu, hacker suruhan Cecilia yang bergerak cepat menutup semua akses data hingga tidak menemukan keterlibatan ketiga gadis itu. Sementara Serly masih harus tinggal di ruangan konseling karena video itu.
ketiganya berjalan menuruni tangga, lalu berjalan mengarah pada kelas mereka.
"Sialan tuh si Serly masih belum kapok juga!"
"Tunggu sampe sore! sampai video itu sampai ke nomor kontak ibunya, dia pasti menyerah!" ujar Agnia membuat kedua sahabatnya melihatnya kaget.
"Lo serius?"
"Gue serius! Hubungan Serly dan ibunya sangat baik! Dia pasti akan menyerah sebelum sore!" pungkas Agnia lagi.
"Terus berita Lo dan foto itu?"
"Biarin aja lah! Gue gak minat ngurusin masalah itu!"
"Kenapa? Bukannya lo yang menggebu gebu agar hubungan lo sama dia gak ketahuan! Huh ... dasar!!"
"Iya sih!! bodo amat lah sekarang, kalau toh ketahuan juga!"
Cecilia menyenggol Nita, "Cie yang kehormatannya sudah direnggut!"
"Sialan!!"
__ADS_1