
Zian terus mendorong Aya yang masih terduduk dilantai dengan ujung ibu jari kakinya, hingga gadis kecil itu mengenadah seraya mendengus.
"Memangnya kenapa? Aya mau ketemu kak Nia ... bukan om Zian! Dasar pelit," ucapnya dengan menjulurkan lidah ke arahnya.
Zian membalasnya dengan dengusan kasar juga, layaknya anak kecil yang tidak ingin berbagi mainan. Pria itu menarik tangan Agnia lalu membawanya turun.
"Kak Nia ... tunggu!" Aya menyusulnya dan menarik ujung dress yang dikenakan Agnia, mengikutinya kemana pun mereka pergi, hingga Zian semakin kesal.
Ide ku menyuruh mereka tinggal disini ternyata salah besar, bocah kecil ini pengganggu ulung. batin Zian dengan terus melototi Aya, namun gadis cilik itu mana paham dan mau mengerti.
Dave masih tergelak, usahanya mengganggu Zian dengan menyuruh Aya telah berhasil, dia tahu, dia tidak mungkin bisa melarangnya secara terang terangan, dan hanya Aya yang polos akan urusan orang dewasa yang bisa membantunya.
Zian menyorotinya dengan tajam, dia masih kesal dengan kepalanya yang tidak berhenti berdenyut, saat aksinya gagal padahal sudah ditahap akhir, dan membuat hatinya dongkol.
Guratan kekesalan tampak diwajahnya, apalagi saat melihat Dave tertawa dengan kemenangan, dia memperhatikan Agnia dengan cermat, seolah mencari perbedaan sebelum dan sesudah keluar dari kamar Zian.
"Sweetheart ... are you Ok?"
"Tentu Daddy! Bahkan keadaannya sangat bagus! Daddy tidak usah khawatir." sahut Zian mewakili Agnia yang bahkan belum sempat menjawab pertanyaan ayahnya dengan tersungut.
Dave justru ingin tertawa melihat raut kesal Zian, walaupun Laras sudah mewanti wanti dirinya.
Dave bangkit dari duduknya, menghampiri Zian yang tengah berdiri lalu bergumam, "Dia masih kecil ... jangan bertindak gegabah Zian!"
Agnia yang berada disamping Zian pun terkekeh, menatap kedua pria yang kini sama pentingnya di hidupnya bergantian, sementara Zian lagi lagi mendengus.
"Kau tenang saja! Aku melakukannya sangat lembut, kalau tidak percaya, tanyakan saja sendiri!" jawabnya dengan kesal, setelah itu dia meninggalkan ruang tamu, dan menuju dapur untuk mengambil air putih.
Dave kini melihat Agnia, "Are you oke?"
"Ya Daddy ... gak usah khawatir, Nia baik kok!"
"Daddy mu khawatir berlebihan sayang, dia bahkan menyuruh Aya untuk memanggilmu!" Laras menimpali percakapan mereka berdua.
"Jadi Daddy yang suruh?"
Dave mengangguk kecil, dia kemudian memeluk putrinya dengan erat, waktu kebersamaannya terasa singkat sejak hubungannya membaik, namun justru harus kembali menjauh karena putrinya kini telah menikah.
"Daddy jangan bercanda deh!" Agnia terkekeh karena ulah ayahnya yang berlebihan.
"Kak Nia, ayo kita berenang! Aya sudah punya baju renang sekarang." celetuk Aya.
__ADS_1
"Aya mau berenang?"
"Iya ... sejak tinggal disini Aya belum pernah berenang, karena ibu melarang Aya, katanya gak ada yang jagain karena ibu gak bisa berenang,"
Agnia tersenyum lebar, "Oke ... sana ganti baju dulu, kita berenang hari ini."
Aya bersorak, "Yeeee ....!" dia lantas berlari menuju ke arah belakang, menemui ibunya.
Zian yang mendengarnya menggelengkan kepalanya berulang kali. "Dasar bocah nakal!"
.
.
Agnia memasangkan pelindung untuk tubuh Aya ditepi kolam, kemudian mengajaknya masuk kedalam air dengan pelan pelan, walaupun Aya terlihat takut, namun juga dia terlihat senang.
"Tapi kak Nia pegangin Aya ya?"
Zian yang memang sengaja lewat dan memperhatikan mereka pun menyambar, "Tidak usah Nia ... Lepaskan saja dia jangan dipegang."
"Om Zian nakal!" Ketus Aya.
"Sudah Aya, ayo kita berenang."
Keduanya masuk kedalam kolam, mereka berdua saling berpelukan dan tertawa, melihat hal itu, raut wajah Zian pun mulai berubah, melihat keduanya yang tertawa bahagia.
Dave muncul dan duduk disebelahnya, mereka sama sama mengamati objek yang sama,
"Kapan kau akan pulang Dave?"
"Aku? Aku akan menginap beberapa hari disini! Kau pasti tidak akan keberatan kan menantuku!"
"Kau gila Dave? Kenapa menginap disini?" Zian membelalak melihatnya.
"Aku mertuamu Zian, kau ingin mengusir mertuamu sendiri? Dasar menantu yang keji!" Dave tergelak.
Zian mendengus kesal, dia tidak tahu harus berkata apa pada Dave.
"Hanya aku yang akan menginap, Laras akan pulang setelah makan malam."
"Lebih baik kau tinggal di hotel, kau bebas memilih hotel mana yang kau inginkan." Tawar Zian.
__ADS_1
Dave menggelengkan kepalanya, "Ayolah Zian, bersikap sopan lah pada orang tua! Kau akan durhaka pada mertuamu."
Zian berdecak, "Fu ck you!"
Dave tergelak, apalagi melihat Zian yang begitu kesal, dia sudah membayangkan sekesal apa Zian pada dirinya namun dia tidak peduli, dia memang sengaja mengerjainya dengan terus mengganggunya.
Zian bangkit dan masuk kedalam rumah, memanggil asisten rumah tangga yang kini tinggal bersamanya dan ibu dari sumber masalah dan penghalang kecil baginya.
"Bi .... bibi ... bi Nur ...!!!"
Orang yang dipanggil berlari kearahnya, "Ada apa tuan?"
"Bawa putrimu masuk, jangan terlalu lama berenang, udara sedang dingin. Dia bisa masuk angin."
Bi Nur mengangguk, "Iya tuan!"
Dia segera ke area belakang untuk menyusul putrinya, dan membawanya masuk, walaupun Aya kecewa, karena baru sebentar berenang, namun dia tidak menolak saat ibunya menyusulnya.
Dan kini hanya tinggal Agnia seorang diri yang berada di kolam renang.
"Nia ... naiklah! Kau bisa masuk angin sayang." Laras menyusulnya, dia duduk disamping Dave melihat kearah putrinya.
"Sebentar lagi Mom."
"Dave ... aku ada urusan pekerjaan, aku harus kembali sekarang! Kau akan pulang sekarang?"
"No Laras, aku akan menginap! Zian menyuruhku menginap disini." ucapnya terkekeh.
"Benarkah?"
"Hm ... hubunganku dengannya semakin baik, kami akan membicarakan tentang bisnis, dan mungkin akan bergadang semalaman suntuk." kelakarnya.
Laras mengangguk, "Baiklah ... aku senang mendengarnya, kalau begitu aku harus pergi."
Dave terkekeh karena lagi lagi mengerjai Zian,
"Kau benar benar pengacau Dave!" Zian yang mendengarnya terus berdecak, menurutnya Dave akan mengganggu ketentraman dirumahnya, terlebih dia pasti akan mempersulit dirinya saat bersama Agnia.
Dave tergelak, "Aku mertuamu Zian!"
"Whatever!!" ujarnya dengan membuka baju dan ikut menceburkan diri ke kolam renang.
__ADS_1