Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 169


__ADS_3

Zian mengulum senyuman, dia benar benar tidak bisa menahan diri dan ingin menyambar bibir kemerahan yang tengah bergerak gerak di depan matanya saat itu juga.


Zian sampai mengaduh karenanya, dia juga dua kali meraup wajahnya sendiri karena Agnia begitu menggemaskan. Sebenarnya dia juga tidak peduli jika Dave akhirnya memberikan restu untuk hubungan mereka, dia akan tetap memiliki Agnia dengan atau tidak ada nya restu Dave.


Keduanya pun harus berpisah saat lagu I remember milik band lokal tapi sudah melanglang buana di negeri orang, Mocca band bergema diseluruh gedung.


"Belajar yang rajin my wife!" bisik Zian sesaat sebelum kembali masuk kedalam ruangan guru.


"Iiihhh ... dasar norak! Nikah aja belum, udah panggil begitu." gumam Agnia yang langsung berbalik, dan menyembunyikan senyumannya.


Agnia terlihat lebih semangat saat materi pelajaran yang hanya tinggal menunggu waktu sebentar lagi, membuat Serly yang duduk disampingnya heran.


"Kenapa lo?"


"Gak apa-apa! Emangnya kenapa!"


Serly menatapnya penuh curiga, "Girang amat lo!"


"Memangnya kenapa sih?"


"Eh lo tahu gak ada gosip kalau hubungan lo sama Pak Zian bukan hanya sekedar om dan keponakan aja? Lo pernah denger?"


Kedua mata Agnia melebar sempurna, "Serius ada gosip kayak gitu!"


"Hem ... lo pasti gak pernah denger, akhir akhir ini kan lo sering ijin. Kalau lo gak percaya, lo tanya Adam gih!"


Agnia menoleh pada Adam yang duduk di bangku kedua dari belakang. Dia tengah menulis dengan earphone menempel di telinganya, sepertinya audio pembelajaran.


Sesaat Adam mengenadahkan kepalanya dan beradu pandang, secepat kilat pun Agnia kembali membalikkan pandangannya.


Dia juga menatap satu persatu wajah teman-temannya yang lain, namun mereka tampak biasa saja.


Melihat sikap Agnia yang tampak berbeda, Serly semakin curiga jika penilaiannya memang benar. Hubungannya dan guru yang hanya memberi materi tambahan itu bukan hubungan keluarga.


Gue rasa gue bener, mereka emang punya hubungan khusus, gila aja ... si Nia ternyata begitu! Gue harus pastiin lagi sampai gue bener bener tahu. Batin Serly.


Tak lama kemudian Cecilia dan juga Nita masuk tanpa permisi ke kelas itu, membuat Serly mendelik.


"Lo pada gak punya etika banget, ini lagi ada kelas woi, maen nyelonong aja!"


Cecilia duduk didepan Serly, dan menatapnya tajam, "Gak usah teriak teriak, gue tahu itu, jadi so what? Gak ada guru juga disini! Gue ada urusan sama Nia, jadi Lo minggir!"


"Udah deh kalian gak usah ribut!" sela Agnia, "Lo ngapain Ce?"

__ADS_1


Cecilia menarik tangan Agnia dan membawanya ke luar kelas, "Gue cuma mau bilang, lo hati-hati ya! Lo tahu gak temen lo itu busuk banget, gue tahu dia lagi nyari info tentang lo sama pacar lo! Semua anak anak dia tanya."


"Yang bener Ce ... justru dia baru bilang kalau sekarang ini ada gosip gue sama om Zian."


"Mungkin itu cuma akal akalan dia aja Nia! Lo pokoknya hati hati!" tambah Cecilia.


"Ce buruan, pak Sopian ke kelas kita tuh!" Seru Nita yang sedari tadi berdiri di belakang Cecilia.


"Lo inget Nia apa yang gue ucapkan, jangan ceritain apa apa ke dia ya!" ujarnya lagi sebelum dia kembali ke kelas.


Agnia kembali ke kelas, dan langsung melihat wajah Serly yang diam diam menatapnya.


.


.


Sepulang sekolah, Agnia langsung keluar dan menghampiri Cecilia dan juga Nita yang sengaja menunggunya, begitupun Serly yang mengikutinya dari belakang.


"Nia ... gue boleh ikut Lo gak? Mobil gue mogok nih!"


Agnia menoleh, dan tersenyum tipis, "Sorry Serl, gue dijemput Daddy gue, kita mau langsung pergi! Kalau lo mau lo nebeng Cecilia aja ya! Gak apa apa kan?"


Serly terlihat kecewa, dia lalu menatap Cecilia yang tengah mendengus ke arahnya.


Tak lama ponselnya berdering, Zian meneleponnya,


"Guys gue balik duluan ya!" ujarnya langsung berbalik pergi.


"Nia ... tunggu! Gue belum selesai ngomong!"


Serly mengayunkan kaki dan menyusulnya namun Cecilia menarik pergelangan tangannya,


"Lo gak denger Nia ngomong apa? Udah Lo kalau mau nebeng ikut gue!" ujar Cecilia dengan kasar.


"Gak perlu, gak jadi! Gue balik naik taksi aja!" sahut Serly menepiskan tangan Cecilia.


Agnia bergegas menuju ke mobil Zian yang sudah menunggunya di sebrang jalan, dia juga memastikan jika Serly tidak mengikutinya dari belakang.


"Huh ...! Ayo Om cepetan,"


"Kenapa Nia?"


"Gak apa apa, Nia cuma takut ada yang lihat kita,"

__ADS_1


Zian mengernyit, namun dia juga melajukan mobilnya dengan cepat.


"Daddy udah hubungin Om belum?" tanyanya saat mobil melewati lampu merah.


"Belum ... sepertinya Dave sedang sibuk! Mungkin nanti."


"Gimana sih Daddy, katanya akan hubungi om secepatnya! Tapi dia malah sibuk." gerutunya dengan kedua tangan yang melipat di dada.


"Kenapa? Sekarang sudah tidak sabar untuk kita menikah?" Zian terkekeh.


Gadis berusia 17 tahun itu mendengus kearahnya, "Benarkan?" goda Zian lagi.


"Om ih nyebelin banget!" ujarnya dengan mengulum bibir.


"Kita ke kantor ku sebentar, ada yang harus aku urus terlebih dahulu, kamu gak apa apa kan?"


"Gak apa apa dan udah biasa!" jawabnya tersungut.


Zian menarik kepalanya dan mengecup bibirnya sekilas, lalu kembali fokus ke arah jalanan, "Kalau terus begitu, kau tidak hanya menggodaku, tapi juga menggoda imanku!"


Agnia menyusut bibirnya menggunakan punggung tangan, "Iihh ... nyebelin banget!! Gak bisa nahan diri apa? Nia masih pake seragam sekolah nih!"


Zian tergelak lagi, dan sedetik kemudian Agnia pun tertawa.


"Terlihat kau menggoda om om yaa!"


"Iya ... puas Lo! Nyebelin!"


keduanya kembali tertawa.


Mereka tidak tahu jika Serly mengikutinya dari belakang menggunakan taksi, terus memperhatikan mobil Camry new berwarna hitam yang dikendarai oleh Zian.


Mereka sampai di kantor, dan Agnia sudah berganti pakaian dengan menggunakan mini dress sebatas lutut dipadukan dengan flatshoes berwarna putih.


Serly turun dari taksi dan melihat keduanya bergandengan tangan saat masuk kedalam gedung Maheswara Corp. Dia mengenadahkan kepala melihat gedung tinggi didepannya.


"Dugaan gue benar! Zian memang bukan hanya guru disekolah, tapi mungkin ini adalah perusahaan dan Nia jadi peliharaannya." ujarnya dengan mengambil beberapa foto keduanya saat masuk. Setelah itu Serly kembali masuk kedalam taksi dan melaju pergi.


"Tunggu pak!" serunya saat melihat Dave yang kini masuk kedalam gedung.


"Bukannya itu Daddy nya Nia? Ini sih bakal jadi hot news di sekolah! Gue harus bergerak cepat sebelum ujian sekolah di gelar!" gumamnya dengan memperhatikan foto yang dia ambil, lalu menatap kembali ke arah Dave yang masih berjalan masuk. "Tapi gue harus cari bukti lain yang lebih akurat lagi! Kenapa Daddy Nia kemari? Apa jangan jangan Daddynya juga tahu? Makin menarik nih!" gumamnya lagi.


Serly menepuk bahu supir taksi itu, "Ayo pak jalan."

__ADS_1


__ADS_2