Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
BSB_11


__ADS_3

Waktu terus bergulir tanpa terasa.


Tiap detik, menit, jam, hari minggu dan bulan berganti tanpa di duga dan kini sudah genap Indah satu bulan jadi pengangguran.


Dan di rumah besar itu di hari minggu seperti ini seorang lelaki tampan lagi malas malasan di bawah selimut dan masih memejamkan mata.


Direktur kok pemalas bangun pagi, apa karena hari libur tapi apa tak lapar apa.


Kalau merasa lapar akan bangun dan mencari makan buat mengisi perut, eh kok cari makan emang makanan dia hilang apa pake di cari segala.


Hingga akhirnya seorang perempuan cantik yang tidak muda lagi itu masuk ke kamar yang masih gelap itu hanya sinar mentari yang menerobos melalui celah garden buat mengusik yang punya kamar tapi usahanya tidak membuahkan hasil.


Gorden itu terbuka hingga sinar mentari bebas masuk hingga sangat menyilaukan dan menampar wajah tampan yang masih memejamkan mata itu.


"Gimana mau punya pasangan coba, jam segini masih tidur.


Jangankan anak perawan mama aja ngak mau sama kamu Frans,"


Mama frans hanya geleng geleng kepala melihat anak lajang nya masih tidur di saat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Ya jelas lah mana ngak mau sama Frans kan udah punya papa dan juga Frans tidak cocok sama tante tante.


"Frans bangun sayang, ini udah siang,"


Menggoyangkan lengan Frans tapi yang di panggil namanya malah diam tidak terusik sama sekali.


"Frans bangun, kalau biasanya pepatah mengatakan bangun siang rezeki di patok ayam maka kalau di posisi kamu jodoh mu di larikan orang,"


Itu istilah dari mana coba mama sayang, jodoh di larikan orang kayak lagu saja.


"Jangan buat istilah yang aneh aneh deh ma, kalau jodoh Frans di larikan orang kan tinggal ambil jodoh dia aja, kenapa harus repot repot coba,"


Saut Frans dari dalam balik selimut.


Tanpa bangun atau mengubah posisi tidur malah menyaut ucapan mamanya itu.


"Tapi sayang jodoh dia juga dia bawa, nah kamu mau sama siapa?"


Lah malah debat masalah jodoh.


"Ambil jodoh orang lain juga bisa ma,"


Ngada ngada mana ada orang yang mau jodoh nya di ambil.


"Jodoh orang udah ada yang punya,"


Gelengan kepala mama tak terelakkan melihat tingkah Frans, bukannya bangun malah ngajak debat perkara jodoh.


"Ambil jodoh Farid aja ma,"


Kenapa bawa bawa Farid segala, awas kesedak dia ntar kalau lagi makan.


"Mana ada seperti itu, dia kan sama jomblo seperti kamu lupa apa.


Udah bangun abis itu sarapan mama sama papa mau pergi dulu,"

__ADS_1


Pergi dari kamar sana dari pada perdebatan itu akan berlangsung lama mengalahkan debat capres.


"Mama mau kemana?"


Tanya Frans yang sudah membuka mata dan dapat dia lihat sang mama sudah rapi.


"Mau pacaran kan hari minggu, emang nya kamu jomblo di rumah aja.


Udah mandi sana dan sarapan,"


Cibir mama terakhir sebelum benar benar keluar dari kamar itu.


Jomblo di rumah aja, kenapa begitu kejam ma ucapan mu ada yang terluka kayaknya tapi dimana sebab ada luka tak kasat mata.


"Jomblo di rumah aja, lah apa ada yang salah kalau jomblo.


Liat aja nanti ya ma kalau udah bertemu jodoh langsung gue nikahin biar ngak di ejek lagi,"


Bangun berjalan menuju kamar mandi.


Siap siap buat sarapan dan santai sebentar di ruang tamu lalu merogoh saku buat mengambil hp.


"Hubungi si jomblo dulu lah, lagi apa dia ya?"


Tolong sadar diri Frans sesama jomblo juga ya.


**Tut,,,,


Tut,,,


👨Dimana lo?


👨‍🦱Di rumah lah, ngapain lagi keluar juga malas panas.


'Ini masih pagi dan sudah bilang malas dan panas.


Hey jomblo jangan bilang gitu nanti jodoh juga malas mendekat.


👦Sama gue juga malas, tadi aja di paksa mama bangun abis itu di tinggal.


Ibarat kata ya di tinggal pas lagi sayang sayang nya.


'Jangan sok puitis kalau bicara kalau kenyataan nya jaub beda.


👨‍🦱Sok bilang gitu lo, jomblo dari cebong juga.


'Di mohon sadar diri wahai makhluk di seberang sana, sesama jomblo harus saling menghormati.


👨‍Ke restaurant Dean yuk ngumpul.


'Ya biar ngak keliatan ngenes kalau di rumah terus dan jangan lupa berdoa supaya ketemu jodoh di sana.


Bahas masalah jodoh lagi kok terasa nyesek terus ya.


👨‍🦱Ok otw.

__ADS_1


'Langsung mematikan sambungan itu lalu bersiap buat berangkat.


Biarlah jomblo asal keluar rumah biar ada pencerahan nanti.


Di rumah Indah.


Usai sarapan berdua Indah membantu ibu beres beres rumah dan merapikan tanaman yang sudah mulai layu.


Hanya ini aktifitas Indah kalau libur dan juga tidak ada kegiatan.


"Rajin amat lo, si amat aja tiduran noh di rumah nya,"


Ines datang tanpa di pinta.


"Iyalah santai dia nya masih kecil juga,"


Si amat itu anak tetangga Ines yang baru lahir.


"Jalan yok Ndah,"


Ajak Ines, apa tidak lihat Indah lagi kerja itu malah di ajak pergi bukannya bantuin.


"Ini belum selesai Nes, mau lo di marahin Ibu,"


Indah terus melakukan perawatan pada bunga yang sebagian daunnya sudah mulai layu dan harus segera di rapikan.


"Ibu mana pernah marah sama gue Ndah,"


Bangga Ines, iyalah mana pernah marah.


Ibukan tidak pernah mau marahin anak orang takut di labrak sama emaknya.


"Iya marahin sih ngak Nes, palingan nanti panci tak bersayap nemplok di kepala lo,"


Kerjaan Indah selesai dan dia masuk ke dalam rumah buat bersih bersih dan bersiap pergi sama Ines.


Bagaimana bisa Indah menolak ajakan Ines sebab kalau dia memilih di rumah yang ada nanti di ajak ibu nya pergi kondangan dan pasti akan di tanyain kapan nyusul yang mana pertanyaan itu belum ada jawaban.


Indah berpamitan sama ibu dan pergi sama Ines menggunakan motor metic yang Ines bawa dari rumah tadi.


Kalau libur Ines mau bawa motor sekalian santai menikmati hari.


Saat lagi asik ngobrol di atas motor tanpa sadar ada mobil yang masuk dari arah kiri persimpangan jalan dan alhasil motor itu oleng dan tidak sampai nabrak atau rebah.


"Wah kurang ajar tuh mobil, ngak tau liat apa ada orang lewat langsung masuk aja,"


Kesal Indah yang turun dari motor lalu menghampiri mobil yang tidak tau diri itu seperti orang saja tidak tau diri.


**Tok...


Tok**...


"Keluar ngak, udah salah diam aja lagi,"


Indah menggetuk kaca mobil itu cukup kuat, tidak menghiraukan rasa sedikit nyeri dari jari yang mengetuk jendela kaca itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=


Tbc.


__ADS_2