Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 209


__ADS_3

Kedua gadis itu tertawa, sementara Agnia hanya menatap punggung Serly yang semakin menjauh, tak lama kemudian mereka akhirnya kembali memasuki gerbang sekolah, menyusuri Selasar gedung lalu ke kelas masing masing.


Agnia masih melewati Serly yang tengah duduk di bangkunya, dia sedikit lega melihat Serly terlihat baik baik saja.


Kegiatan disekolah pun berjalan lancar, walaupun berkali kali Agnia harus menahan kantuknya, berkali kali pula dia menguap dan merasa tidak fokus pada kegiatan try out.


Hingga saat istirahat, Agnia memilih ke perpustakaan. Bukan untuk membaca buku atau mencari referensi namun hanya untuk tidur.


Cecilia dan juga Nita mencarinya ke kelas namun tidak mendapati gadis berambut panjang itu, mereka mencarinya ke kantin, disana juga tidak ada.


"Si Nia kemana sih? Gak mungkin dia tiba tiba pulang ya kan?" gerutu Nita dengan berkacak pinggang, hampir habis waktu istirahat mereka, namun juga tidak menemukan Agnia.


"Nomornya juga gak aktif! Kayaknya dia sengaja matiin ponselnya biar gak ada yang nyari." Cecilia kembali memasukkan ponsel kedalam sakunya.


"Apa dia di perpus?"


"Bisa jadi!"


Mereka berdua akhirnya mengayunkan kakinya mengarah ke perpustakaan, tempat yang sangat jarang mereka masuki selama bersekolah. Tempat yang membuat mereka ingin tertidur pulas alih alih membaca.


"Lo yakin dia ada disini?"


"Feeling gue sih yes!"


"Sssuuttthhh!!"


Siswa yang terganggu dengan suara Nita menempelkan telunjuk pada bibirnya sebagai tanda mereka dilarang bicara.


"Oke oke sorry!!" desis Cecilia pada siswa laki laki berkaca mata tebal.


Mereka berjalan memasuki jajaran lemari berisi buku antropologi, namun tidak ada sosok yang mereka cari. Kemudian mereka melanjutkan mencari ke jajaran kedua berisi buku biologi, namun juga tidak ada, mereka justru menemukan buku biologi lengkap dengan cover full body tanpa sensor.


Keduanya malah tertawa dan langsung menarik perhatian hampir semua orang.


Keduanya menangkup kedua tangan sebagai permohonan maaf serta mengatupkan bibirnya, siswa siswa yang ada disana terlihat mendelik ke arah mereka, kecuali seseorang yang tertelengkup diatas meja dengan posisi kepala ditutup oleh buku bertuliskan Eksiklopedia sejarah manusia yang dalam posisi terbalik.


Cecilia dan Nita saling menatap, kemudian berjalan ke arah sosok yang disinyalir sebagai Agnia yang tengah tertidur pulas.


Namun pada saat langkah mereka hanya tinggal beberapa langkah, petugas perpustakaan menghalau langkah mereka.


"Silahkan kalian berdua pergi dari sini! Karena kalian telah membuat keributan dan mengganggu kenyamanan siswa lain."

__ADS_1


"Tapi Bu!!"


"Sekarang!" Wanita paruh baya yang menjadi petugas perpustakaan itu menajamkan mata kearah mereka. Hingga Nita dengan segera menarik tangan Cecilia dan bergegas keluar.


"Lo sih berisik, kita kan jadi di usir! Terus Agnia gimana Ce?"


"Kita cari cara lain aja! Yang pasti nenek sihir itu bakal blacklist nama kita!"


"Emang gue fikirin!" Kayak lo suka kesana aja!" cicit Nita dengan terus berjalan.


Jam istirahat pun habis, mereka diam menunggu namun tidak melihat Agnia keluar dari perpustakaan, sementara anak anak yang sering mereka bilang kutu buku itu satu pun tidak peduli saat mereka meminta bantuan untuk membangunkan Agnia.


Adam yang melintas menengok ke arah mereka, dengan alis yang mengernyit, dia menghampiri keduanya.


"Ngapain kalian? Kayak orang bingung gitu?"


"Gak ... eeeh Dam, Lo bantuin kita ya! Nia tidur noh di perpustakaan, dan kita gak bisa masuk kesana! Lo kesana gih buat bangunin dia." Jelas Nita dengan anggukan kepalanya, dia tidak ingat jika Adam pasti akan senang karena hal itu.


"Oh gitu ya! Sebenarnya sih gue sibuk, tapi karena Agnia itu sekretaris kelas gue, ya udah lah gue bangunin dia!" jawab Adam dengan melangkah menuju perpustakaan, dia berjalan dengan tangan yang masuk kedalam sakunya.


"Nit ... Lo gak salah minta tolong Adam?"


.


.


Manik hitam itu kini membola, dengan pupil hitam menangkap sosok yang tengah terduduk dengan kepala menelengkup.


'Itu dia.!" Adam berjalan kearahnya dengan perlahan.


"Nia ... Nia, bangun!" Adam menggoyang goyangkan bahu Agnia, namun gadis itu tidak bereaksi.


Adam mencondongkan kepalanya lebih dekat, menatap wajah cantik Agnia yang tengah terlelap. "Nia ...?"


"Jangan sentuh dia!"


Adam menoleh ke arah suara, dan ternyata dia melihat Zian melangkah masuk dengan sorot mata menajam. Dia lantas mundur beberapa langkah.


"Pak Zian!"


"Apa kau hendak membangunkannya atau hendak mencuri kesempatan menciumnya saat dia tidur?" Sentaknya pada Adam, Adam terlihat bingung, dia memang berniat membangunkannya, namun saat melihat wajah Agnia yang cantik saat tidur, entah kenapa dia justru ingin menciumnya.

__ADS_1


"Bu__bukan seperti itu pak Zian."


"Minggir!!"


Adam mundur lagi beberapa langkah, dan membiarkan Zian yang membangunkan Agnia, namun gadis itu pun tidak terganggu sama sekali, bahkan tidak bergerak sedikitpun.


Dengan satu gerakan, Zian menggendong gadis yang semalam dia hajar habis habisan, dia membawanya keluar tanpa peduli orang orang disana melihatnya, termasuk Adam dan juga petugas perpustakaan itu.


Diluar Cecilia dan juga Nita yang menunggunya pun mengikuti langkah Zian, yang membawanya ke pelataran parkir.


"Untunglah dia kemari, jadi kita langsung bilang padanya kalau Agnia tidur di perpustakaan." gumam Cecilia saat melihat Zian membawa Agnia ke selasar gedung.


"Aaaaahh ... sweet banget, Nia di gendong Daddy nya kayak gitu!! Gue mau!!"


"Lo juga bisa Nit! Minta Daddy Lo gendong Lo dari apartemen ke sekolah." sungut Cecilia tanpa menghentikan langkahnya.


"Sialan ... bukan sweet jatohnya itu, tapi gak mungkin! Daddy gue dengan perut buncitnya gak yakin bisa gendong gue!" Sahut Nita dengan tertawa, padahal dia sendiri yang mengatakannya namun dia sudah sadar sendiri


"Lah itu tahu!! Makanya gak usah iri pengen kayak gitu juga! Nyadar diri kan Lo!"


"Iya deh ... Nia yang paling the best pokoknya, udah ganteng, tajir, mapan apalagi coba!"


Cecilia hanya menghela nafas, mendengar ocehan Nita yang sepanjang Selasar gedung itu tidak berhenti, sementara Zian sudah membawa Agnia ke mobilnya.


"Om ... eh maksudnya Pak Zian mau bawa Nia pulang?"


Zian berjalan memutar ke arah kemudi, "Ya!!" jawabnya dengan singkat dan jelas.


"Ta__!!"


Pria itu sudah masuk kedalam mobil saat Nita belum selesai bicara. Tak lama mobil Camry hitam itu melaju dengan kencang. Sementara kedua gadis terpaku di tempatnya dengan saling menatap.


"Gue belum selesai ngomong Ce!"


"Emang lo mau ngomong apa? Mau ngomong jangan bawa dia gitu!" Nita menggelengkan kepalanya,


"Gue padahal cuma mau bilang, selamat menikmati!"


Cecilia tergelak, dia tidak habis fikir dengan ucapan sahabatnya itu.


"Gila emang lo!!"

__ADS_1


__ADS_2