Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
BSB_19


__ADS_3

"Ndah mampir beli jajanan dulu yuk sebelum pulang," ajak sahabat Indah.


"Ayok gue juga lagi pengin ngemil," setuju Indah.


Mereka baru pulang dari kerjaan atau ini sudah menunjukkan pukul delapan malam lewat.


Bukan hal baru lagi untuk kedua gadis itu karena indah memang sudah lama bekerja part time untuk membantu ibu ya karena tidak mungkin dia hanya mengandalkan sang Abang mengirimkan uang.


Karena Indah tahu abangnya juga butuh tabungan untuk modal dia menikah dan tidak mungkin uang hasil kerja kerasnya hanya cukup untuk biaya dia selama di kota sebelah dan dikirim untuk ibunya.


"Beli apa ya Ndah?" Sampai di tempat jajanan malah bingung mau milih karena banyak pilihan.


Mereka mengantri ri pedagang yang berceceran berjualan di tepi jalan dan banyak yang berdagang pada malam hari seperti ini.


Memang mereka sesekali suka mampir ke tempat ini hanya untuk membeli jajanan yang akan dibawa pulang. Mereka jarang makan di sana apalagi indah yang tidak mau meninggalkan ibunya terlalu lama.


"Pilih cepat sebelum gue tinggal," kesal Indah karena sahabatnya itu lama sekali memilih jajanan.

__ADS_1


Sudah banyak di depan mata tinggal pilih saja sudah bingung.


Iya sih,, milih itu butuh waktu coba yang jualannya sedikit aneka jenis makanan maka tidak perlu bingung sendiri.


"Udah ayok pulang," ajak sahabat Indah karena sudah menemukan jajanan yang di sukai.


Mereka pulang dengan membawa makanan.


Sampai di rumah mereka berpisah.


"Ibu kenapa belum tidur juga," duduk di samping ibunya yang masih bangun setelah meletakkan makanan yang di bawa atas meja.


"Sekarang kita makan ini dulu baru abis itu tidur," Indah bangkit dari duduknya menuju dapur untuk mengambil piring.


Lalu mereka berdua makan jajanan juga Indah tadi hingga habis tak tersisa.


"Sekarang ibu tidur ya," Indah mengantar ibunya menuju kamar dengan memastikan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu dengan pelan.

__ADS_1


Indah masuk dalam kamarnya lalu membersihkan diri sebelum tidur.


"Capek juga ternyata tapi gue nggak mau Hanya jadi beban keluarga dan nggak bisa melakukan apa-apa," merebahkan tubuh mungil itu di atas ranjang yang hanya muat untuk satu orang.


Pandangan gadis mungil itu lurus ke langit-langit kamar.


Walaupun sudah terbiasa melakukan setiap hari tapi tetap saja kadang rasa lelah itu menghampiri bahkan rasa bosan itu membisikkan untuk dia lebih baik menerima daripada berusaha.


"Kadang gue ingin menuruti bisikan itu tapi gue sadar gue bukan berasal dari keluarga yang mana pendapatannya sehari saja sudah tiga digit," sadar diri jika dia bukan berasal dari keluarga yang berada.


Jadi kerja keras tidak perlu mengeluh karena untuk kalangan menengah bawah sepertinya jika tidak bekerja maka dengan apa mereka akan makan.


"Semangat indah dan suatu hari nanti kebahagiaan akan menjemput lo dan kehidupan lo akan berubah jauh lebih baik lagi,'' harus bisa menyemangati diri sendiri.


Hidup menengah ke bawah seperti ini memang butuh kerja keras tanpa menyelipkan kata mengeluh karena hanya akan merusak mood atau akan membuat kita menjadi pribadi yang suka menampung tangan.


"Sekarang lebih baik tidur dan besok bangun badan segar lagi," gadis mungil itu lebih memilih untuk tidur daripada banyak berpikiran hanya akan menguras tenaga.

__ADS_1


lebih baik menjemput mimpi daripada banyak menghayal dan juga istirahat itu jauh lebih penting daripada begadang yang hanya akan menimbulkan penyakit cepat atau lambat.


Bersambung..😘


__ADS_2