Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 250


__ADS_3

Kedatangan kedua teman yang heboh kerumahnya membuat Agnia terus berdecak heran, mereka saling mencibirnya, menggoda Agnia yang baru saja terbangun dan benar benar lelah bahkan dia tidak sadar jika dirinya tertidur sampai tengah hari.


"Laki lo gak cape ya! Abis abisan nyerang lo lanjut ngantor! Aoa gak sekalian aja sehari semalem gitu!" goda Nita dengan terus tertawa.


"Diem lo bego! Lo gak liat ada Aya ...!" Agnia telah mrnghabiskan susu rasa vanila dengan dicampur bubuk jahe buatan bi Nur. Namun dia enggan beranjak dari ranjang dan masih betah berada di dalam selimutnya.


"Emang bego si Nita!" tambah Cecilia yang ikut tertawa. Mereka terus menertawakan Agnia yang kini berstatus seorang istri dari Zian, pria matang yang jadi idaman dengan segala karismanya.


"Kalian gak tahu aja! Bukan cuma dia yang jago nyerang ... gue juga!" gumam Agnia yang langsung membekap wajahnya dengan bantal.


"Sialan ... lo sama aja ternyata!"


"Nih gue bisa bayangin, saat laki lo aaaahh ... mantap pokoknya gue gak bisa bayanginnya!" tukas Nita dengan tergelak, bahkan dia sampai berguling diatas ranjang, namun terus melirik ke arah Aya yang bahkan tidak peduli obrolan mereka yang unfaedah.


" Ngapain sih kalian ngerusuh disini? Jangan bilang kalian gak ada kerjaan lain? Udah tobat kalian?" tanya Agnia bertubi tubi.


"Nah itu dia, kontrak gue kan udah selesai! Gue free ... gue lagi gak pengen deket sama daddy dan jadi Dina mulu! Gue pengen kayak lo yang jadi Dini." Cecilia terkekeh, namun sejurus kemudian dia mendapat toyoran di kepala dari Nita.


"So so an lagu lo Ce mau berhenti! Kemaren bilang lo bosen miskin dan gak mungkin bisa berhenti jadi sugar baby! Mau makan apa lo? Biaya hidup mahal woi!"


"Ya juga sih! Ya udahlah gimana entar aja! Ya syukur syukur kalau gue bisa dapetin daddy kayak laki si Nia! Iya gak Nia? Atau laki lo ada kenalan gitu yang butuh Dini kayak Gue?" Cecilia tergelak sendiri.


"Apaan sih! Mana gue tahu laki gue punya temen kayak gitu! Kalau ada juga gak bakal gue kasih sama lo atau lo!" tunjuknya pada wajah Cecilia dan juga Nita bergantian.


"Pelit lo! Bilang aja gak mau ada saingan!"


Agnia tergelak, "Udah ah gue laper! Mau makan." ujarnya turun dari ranjang, dia berjalan ke meja rias dan berdecak dengan menggelengkan kepalanya melihat liptin miliknya hampir habis, sedangkan wajah Aya sudah tidak karuan lagi.


"Gak denger nih kata ibu apa? Mau kak Nia laporin ke om Zian, Aya nakal?" ujarnya dengan menggusel kedua pipi Aya dengan gemas.

__ADS_1


"Laporin aja! Aya juga bisa bilang kalau kak Nia ngomongin om Zian oas Om Zian gak ada sama temen temen kak Nia itu!" Ujar Aya langsung berlari keluar dengan tertawa.


"Bocah sialan!" gumam Nita, "Ternyata dia diem diem tapi dengerin obrolan kit!"


Agnia tertawa, begitu juga dengan Cecilia. Ketiganya lantas keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk sarapan yang menjelang makan siang.


Bi Nur telah menyiapkan semua lauk pauk di atas meja, semua serba kumplit dengan sayur dan juga buah.


Kedua gadis berdiri disisi kanan dan disi Kiri Agnia, mereka berdua saling menatap lalu menarik kursi.


"Enak banget idup lo Nia! Bikin gue iri!" celetuk Nita dengan mengisi piring nya dengan nasi, menyendok sayur juga ikan.


"Iri sih iri ... saking irinya porsi lo kayak tukang." tukas Cecilia yang berdecak.


"Perbaikan gizi Ce! Demi apa gue udah lama gak makan masakan rumah kayak gini!"


Agnia terkekeh, "Dah gak usah ribut mulu ... makan nih kalau pergi lo baw pulang nanti! Lumayan kan lo gak usah jajan lagi. Kalau lo mau perbaikan gizi juga tinggal kesini lagi ... tapi inget jangan sering sering ... gue bosen lo lagi lo lagi." ujar Agnia menambah lauk dipiring Nita. Juga mengisi piring Cecilia yang kosong.


"Lo emang paling ngerti Nia!" ujar Cecilia yamg memeluk Agnia, begitu juga dengan Nita.


"Huum ... padahal kita beda jauh banget ya, antara surga dan neraka. Tapi lo gak pernah ngusilin hidup kita! Thanks Nia!"


"Apaan sih kok pada senyimentil sekarang! Terharu karena gue baik atau karena piring kalian gue isi penuh nih!" Agnia tertawa, kemudian kedua temannya ikut tertawa.


Hampir seharian mereka berada di rumah Zian, menemani Agnia yang hari itu tidak ikut ke kantor suaminya, dia hanya mengabari Zian jika kedua temannya berada di rumah.


Mereka kini duduk santai di belakang rumah, dikursi yamg menghadap ke kolam renang, dengan laptop yag dibawa Nita.


"Heh ... awas lo nonton film bo kepp disini! Lo mau mampus kalau ketauan tuh mata mata cilik dan kita dilaporin sama laki si Nia?"

__ADS_1


"Apaan sih ... gue aja belom nyalain nih laptop ... lagian kenapa kalau nontonin film blue? Orang kita sama sama udah tahu kok! Iya gak Nia." ujar Nita dengan kedua alis turun naik ke arah Agnia.


"Gue tahu ... tapi gak banyak!Ya gitu deh."


"Gak banyak gimana! Lo gak nyadar leher lo sama dada lo merah merah banyak banget digigit drakula ganteng." timpal Cecilia yang kembali menyibak rambut panjang Agnia hanya untuk melihat dengan jelas bintik kemerahan hasil karya suaminya itu.


"Sialan lo! Gak sekalian lo itung ada berapa jumlahnya?" tukas Agnia yang kembali merapikan rambutnya.


Keduanya kembali tergelak, suasana rumah yang semakin ramai ditambah Aya yang ikut menimbrung bersama mereka walaupun dia sama sekali tidak mengerti apa yang tengah mereka tertawakan.


"Eeh Nia ... lo udah tahu belum kabar terbaru si Regi sama Serly?"


"Enggak tuh! Gue gak sempet ketemu mereka lagi kan! Kenapa emangnya?"


"Serly bilang dia udah jadian sama Regi! Tapi gue gak percaya ... masa iya sih Si Regi mau sama dia! Padahal cewek yang naksir dia banyak tahu!" terang Nita yang membuat Agnia tertohok, bahkan dia nyaris tersedak ludahnya sendiri.


"Serius lo?"


"Hum ... Orang si Serly yang bilang sama gue!"


Cecilia yang sibuk mengotak ngatik ponselnya pun menoleh, "Lo percaya si Serly gitu aja? Kalau pun iya ... pasti si Regi punya alesan gak sih?"


Nita mengerdikkan bahu, begitu juga Agnia yang tertegun mendengarnya.


"Gue harap Serly gak pake ngancem si Regi supaya mau jadi pacarnya... Kasian si Regi!"


.


.

__ADS_1


Hari ini 3 bab lagi ...hooray ... walauoun agak telat yaa.. hihihi, makasih buat yang selalu dukung karya othor yang gak bosen nih sampe eps. segini banyaknya. hihihi lope lope buat kalian semua


__ADS_2