
"Eh ... Ce, lo cerita sama dia kalau gue gantiin Lo nemuin Daddy Lo?"
Cecilia menghentikan langkahnya, "Cerita tapi gak semua!" ujarnya terkikik,
"Terus dia gimana?"
"Ya dia nanya nanya gitu, tarif lo berapa sekali jalan juga dia tanya! Gue heran deh, dia emang tahu nya lo itu yaa." ujarnya dengan kedua bola mata yang bergerak ke kiri ke kanan, " Tapi gue juga bilang kalau lo cuma nolongin gue aja kemaren, tapi dia kekeh nanyain tarif lo. Gila kan kalau dia masih nyangka lo ... duh sayang banget, lo nolak tawaran gue, kalau gak lo udah kaya raya pasti." Cecilia menarik tangan Agnia dan mendekat, "Daddy gue aja terpesona sama lo, dia bilang lo beda, gak kayak gue! Dan lo tau apa?" ujar Cecilia panjang lebar.
Agnia menoleh, "Apaaan?"
"Di tas lo sekarang ada duit yang Daddy gue kasih buat lo, katanya itu hadiah karena lo nemenin dia, kemarin. Ya walaupun ujung-ujungnya sama gue!"
"Lo ke sana?"
"Iyalah, kan lo nya dibawa pergi! Pake ditawar segala, untungnya Zian kasih duit banyak banget kan? Iya gak?"
Agnia mengangguk, "Iya sih! Dia kemaren emang keluarin duit buat bawa gue, padahal gak usah ya, kan urusannya sama lo!"
"Iya juga sih! Jadi yang bego siapa?" tukas Cecilia dengan menggaruk kepala nya.
Mereka kembali berjalan, melalui Selasar gedung, "Lo lah yang bego! Gue sih enggak."
Keduanya tergelak, "Lagian ngapain sih dia nanya hal gituan sama lo, aneh banget tahu gak!"
"Pokoknya jangan sampai lo kehilangan tambang emas lo deh! Gue dukung deh Lo!"
"Sialan emang lo!"
"Lo gak inget Daddy gue bilang apa tentang lo, lo itu anaknya beda, gak kayak gue! Lo bener-bener nemenin dia, lo dengerin apa yang dia omongin!"
"Elah ... cuma dengerin doang dia cerita zaman-zaman jahiliah dia kok!" ujar Agnia terkekeh. "Dan gue juga cuma ngangguk ngangguk doang, sambil nguap." ujarnya lagi dengan terkekeh.
"Tuhkan nguap aja lo dibayar mahal, apalagi ngangkang!" Kali ini Cecilia tergelak.
"Sialan lo! Jaga mulut lo anj ... lo pengen semua orang denger ucapan kotor lo!" ujar Agnia kembali melangkah meninggalkan Cecilia yang asal bicara.
"Astaga, dia marah! Nia ... Nia jangan marah! gue keceplosan Nia." seru Cecilia.
Agnia tidak menghiraukannya, dia masuk kedalam kelas dan mendudukkan pantatnya di kursi dengan kesal.
Serly yang tengah duduk di sampingnya pun mengernyit, "Kenapa Lo?"
"Gak apa-apa Serl...!"
"Lo sekarang gitu ya Nia, mentang- mentang lo punya sahabat baru, lo beda sama gue!"
Agnia menoleh, "Beda gimana? Perasaan gue biasa aja deh! Lo gak usah baper Serl,"
"Lo tahu gak si Vina sampe pindah sekolah gara-gara lo!"
Agnia kali ini menoleh, "Gara-gara gue? Gak salah lo Serl? Dia kayak gitu juga karena perbuatannya sendiri, lo kenapa sih! Udah buta lo?"
Serly terdiam pada akhirnya, "Nia gue minta maaf, kalau gue ada salah sama lo, tapi sepertinya lo udah gak mau jadi sahabat gue lagi." lirihnya dengan kepala tertunduk.
"Ya ampun Serl ... gak gitu! Gue masih berharap kita kayak dulu lagi! Tapi emang akhir-akhir ini gue ribet banget!"
"Makanya Nia lo mendingan pulang ke rumah, lo gak kasian apa sama nyokap lo."
Agnia menggeleng, "Serl ... Lo tahu gue sesayang apa sama nyokap! Tapi gue masih belum bisa balik ke rumah, lagi pula nyokap gue gak pernah nyariin gue, sampai hari ini! Dan lo tahu itu."
Serly menggeser tubuhnya lebih dekat lagi, dengan tangan yang merengkuh pundaknya, "Maafin gue Nia ... gue gak ada saat lo butuh! Gue egois! Gue hanya mentingin perasaan gue sendiri."
__ADS_1
"It's oke Serly ... gue udah maafin lo kok!"
Serly memeluk tubuh Agnia, begitu pun dengan Agnia yang membalas pelukannya.
"Oh ya ... nanti siang balik bareng gue ya, gue pengen tahu lo tinggal dimana sekarang!"
Duh ... jangan sampai Serly tahu gue tinggal di rumah Zian dan tau Zian itu sebenernya bukan Om gue.
"Gimana nanti deh ya, gue gak janji soalnya gue ada urusan dulu!"
"Lo sibuk banget sih akhir-akhir ini, banyak urusan mulu!"
Lagu K-Pop berjudul Fire menjadi alarm belajar mengajar dimulai, Agnia melirik ke arah Serly, "Siapa yang nyiapin lagu ini? Haduuh ... makin aneh nih sekolah, masa tiap hari ganti lagu."
"Adam ... katanya biar semua genre musik ada disini, lagi pula anak-anak juga pada suka, dan disetujui sama pak Sopian."
"Adam?" Agnia menoleh bangku belakang, dimana Adam duduk selama ini, namun nihil. Adam tidak ada.
"Adam gak masuk lagi! Katanya ada masalah keluarga yang harus diselesaikan."
"Huum ... dari kemarin gak masuk dia! Hubungan lo sendiri gimana sama dia?" tanyanya dengan membuka tas dan membawa buku.
Agnia terhenyak, melihat setumpuk uang didalam tasnya, Mati gue, dah kayak tukang rampok, bawa duit sebanyak ini ke sekolah! Lagian si Cecil ngapain sih bawa ke sekolah segala. Dia kan bisa simpan di tempatnya aja!
"Lo kenapa?" tanya Serly yang melihat Agnia yang terdiam sesaat melihat ke dalam tasnya.
"Gak apa-apa Serly ... lo tenang aja!"
"Pagi anak-anak!" seru Bu Sri saat masuk ke dalam kelas.
Guru yang sudah berumur itu duduk di kursi nya, lalu menatap semua siswa yang berada di depannya, dan berakhir pada Agnia.
.
.
Semua sudah menyalin pelajarannya, sementara Agnia harus mengerjakannya dua kali, setelah semua materi pelajaran kimia yang telah disalin Agnia dipapan tulis, dia juga harus menyalinnya di buku nya sendiri.
Biasanya, Adamlah yang selalu memberikan buku miliknya untuk Agnia bawa pulang, jauh sebelum dia tahu jika Adam dan Serly berhubungan, dan sekarang semua sudah berubah, walaupun Adam memberikannya, Agnia selalu menolak karena merasa tidak enak pada Serly.
"Nia ... Lo bawa catatan gue aja!" ujar Serly saat melihat Agnia masih sibuk menyalin, Sementara yang lain sudah pulang.
"Gak apa-apa Serly ... Lo kalau mau balik, balik aja. Gue selesaikan dulu catatan gue!"
"Beneran?"
"Huum ... beneran Serl, soalnya nanggung nih!"
"Ya udah kalau gitu, gue duluan yaa!"
Agnia mengangguk, sementara Serly akhirnya keluar terlebih dulu.
"Heh ... Serly, Nia mana?" tanya Nita saat mereka berpapasan diluar kelas.
Serly menoleh, lalu kembali berjalan tanpa menjawab pertanyaan Nita.
"Gagu tuh anak! Ditanya malah pergi!" gumam Nita kesal.
"Udah lah, gak usah di fikirin! Ayo cari Nia."
Keduanya masuk kedalam kelas dan menghampiri Agnia yang masih menyalin.
__ADS_1
"Ya ampun, rajin banget sih lo!" ujar Cecilia.
"Lo kenapa gak minta file nya aja dan Lo salin ke laptop Lo!"
"Gak bisa laptop gue ada di rumah!"
Cecilia berdecak, "Duit lo di dalam sini udah banyak, loo bisa beli 5 laptop kalau lo mau!"
Agnia mendongkakkan kepalanya, "Sayangnya gue gak mau make duit ini! Gue titip di lo aja deh, kalau lo mau lo pake aja."
"Heh ... lo ini kebangetan! Duit si Hendra aja masih di gue!"
"Ya udah sekalian sama yang itu, gue masih nyari waktu buat balikin duitnya!"
Cecilia saling berpandangan dengan Nita yang berdiri disampingnya.
"Ya udah yuk ke mall aja! Dari pada pusing mikirin duit segitu banyaknya!" Nita membereskan buku-buku milik Bu Sri dimeja Agnia.
"Lo bikin ribet sendiri, entar gue pinjemin laptop gue, dan lo tinggal copy paste aja." sambungnya lagi.
Agnia menghela nafas, "Kalian duluan aja deh, bentar lagi gue nyusul...."
"Bener Lo ya, kita tunggu di parkiran." tukas Cecilia.
"Huum ... udah sana, biar gue cepet selesai!"
Keduanya pun akhirnya meninggalkan Agnia dikelas seorang diri. Mereka berjalan ke tempat parkir, sementara Agnia terus menyalin.
Tak lama kemudian terdengar derap langkah kaki mendekat ke arahnya,
"Astaga ... gue bilang nanti nyusul!"
"Nyusul kemana?"
Deg
Agnia terkaget saat mendengar suara bariton yang terdengar menyautinya. Dia lantas mendongkakkan kepalanya.
"Om Zian? Ngapain ke sini?"
"Aku yang seharusnya bertanya seperti itu, harusnya ini jam pulang! Dan kamu masih disini? Mau sampai jam berapa?"
"Udah deh, kalau mau ngajak debat nanti aja! Nia banyak pekerjaan!"
Zian menarik kursi didepannya dan menghempaskan bobot tubuhnya disana. Sementara Agnia mengernyit, "Ngapain duduk disitu?"
"Nungguin kamu lah!"
Agnia tersungut, "Ngapain ditungguin segala, aku kan udah bilang, jangan kemari!"
"Apa perlu aku bicara sama guru kimia ini agar tidak memberimu tugas sebanyak ini? Hem ....!" ujar Zian dengan melihat buku panduan milik Bu Sri ditangannya.
"Udah deh Om gak usah ngaco!!"
.
.
Nih 3 chap buat kalian, dan makasih banyak buat yang udah kasih aku dukungan yang luar biasa, yang udah like, komen, gift dan vote nya hari ini. lope lope kalian semua.
.
__ADS_1