
...Nih buat kalian 3 chap, jangan lupa like dan komen yang banyak. Hadiah juga boleh banget yaa. Makasih❤️...
'Kim?'
'Masuklah lewat jalan lain! Aku sudah mengaturnya.'
'Bagus! Kau memang paling bisa aku andalkan.'
Zian mematikkan ponsel dan memutar balikkan arah kendaraannnya, setelah itu dia masuk ke dalam anak perusahaannya lewat jalan lain, Kim sudah mengatur semuanya, walaupun Agnia menolak dibantu, Zian tidak akan melepasnya begitu saja. Memerintahkan Kim untuk mendatangi Golden globe sebagai anak perusahaan dari Maheswara Corp.
Zian mengayunkan kakinya masuk, langsung memasuki ruangan CEO dimana Kim telah menunggunya.
"Bagaimana?"
"Astaga, mungkin saat ini mereka tengah melakukan pemeriksaan padanya, sabarlah sedikit! Aneh ... padahal kau tinggal bilang saja padanya dia akan diterima workshop disini."
Zian menghempaskan bokongnya di sofa, "Kau fikir dia akan menerima bantuanku? Hanya dia satu-satunya yang menolak fasilitas yang aku berikan, dia juga yang tidak memakai fasilitas yang aku beri untuknya, bahkan sampai saat ini dia tidak pernah menggunakan kartu yang aku berikan padanya! Dia hanya memakai semua fasilitas sebatas dirumah saja! Dia juga hanya membangunkan senjataku tapi tidak dengan menidurkannya! Dia berbeda Kim, aku tidak bisa membiarkan orang lain memilikinya."
"Baiklah tuan Zian yang sudah kembali posesif!" dengus Kim lalu mengangkat intercom dan menekan nomor 2, dimana kepala HRD yang bertugas menerima mereka tengah melakukan pekerjaannya.
Agar tidak membuatnya curigapun, Zian memerintahkan bawahannya untuk menerima Cecilia dan juga Nita, walaupun dia sudah tahu, mereka tidak bisa diandalkan.
Ketiga remaja itu masuk kedalam ruaangan, dimana disana terdapat kursi untuk menunggu, seorang pria yang duduk mendekati mereka.
"Kalian yang sudah mendapat panggilan untuk kemari bukan?"
"Betul!" jawab ketiganya.
"Baiklah, silahkan duduk, HRD kami akan memanggil kalian satu persatu sebelum menempatkan kalian di posisi yang cocok untuk tugas akhir kalian."
"Terima kasih!"
Ketiganya lantas duduk, menunggu pria yang baru saja bicara itu kembali keluar dari ruangan HRD.
"Patricia Cecilia"
Cecilia bangkit dari duduk lalu masuk kedalam ruangan, sementara Agnia dan Nita harap-harap cemas bak menunggu wawancara kerja.
Kurang lebih 10 menit, Cecilia keluar dengan membawa map merah. Setelah itu giliran Nita yang dipanggil dan masuk kedalam sana.
"Gimana Ce?"
__ADS_1
"Berhasil dong! Ini surat pengantar untuk kita nanti bawa ke divisi masing-masing katanya!" Agnia mengangguk, menunggu giliran.
"Rasanya kayak ngelamar kerja beneran ya!"
Cecilia mendengus, "Kerjaan gue lebih asik buat saat ini Nia! Gak ada sistem peraturan yang mengekang kita!"
Agnia menghela nafas, "Ya terserah lah!"
Tak lama Nita pun keluar dan memegang map dengan warna yang sama dengan Cecilia.
"Agnia Sarasvati."
Sekarang giliran nya lah yang masuk kedalam ruangan, dengan kedua tangan yang mendadak dingin itu Agnia melangkahkan kaki dengan percaya diri.
"Selamat pagi Agnia!"
Seorang pria berumur sekitar 40 tahun itu menyapanya, lalu menyuruhnya untuk duduk dikursi yang berhadapan dengannya.
Agnia mendaratkan bokongnya perlahan, ini kali pertama bertemu seseorang dalam keadaan serius.
Pria itu tersenyum padanya, "Santai saja! Kau bukan melamar kerja Agnia."
Sementara Zian melihatnya dari kaca belakang yang berada di belakang kursi HRD dan melihat Agnia yang mempesona walaupun hanya diam.
"Kau bisa melihat sepuasnya dirumah, kenapa masih mengikutinya kemari! Dasar tidak punya pekerjaan." Cibir Kim.
"Hei ... pekerjaanku banyak, tapi aku tidak tahan ingin melihat bagaimana dia dalam keadaan serius begini! Itu saja." ujarnya dengan kembali duduk.
"Berlebihan! Ingat, bagaimana kau dikecewakan oleh mantan pacarmu itu, harusnya menjadi pelajaran untukmu agar tidak kembali patah hati lagi!"
"Ya aku tahu, kenapa kau tambah cerewet akhir-akhir ini Kim! Sudah seperti nenekku saja."
Kim mendengus, dia berdiri dari kursi yang ditempatinya lalu mendekati Zian. "Kalau aku nenek, kau berarti cucu ku Bos! Dan kau memang harus selalu diawasi agar tidak seperti kemarin, dimana kau memberikan hampir semua kemewahan pada Dita dan kau terpuruk!"
"Sudahlah ... anggap itu sebagai kompensasi karena aku juga menikmati tubuhnya Kim! Tidak perlu dibesar-besarkan!"
Kim mendesah kesal, "Sekarang saja kau bisa berkata demikian!"
.
.
__ADS_1
Agnia mendapat map yang berbeda warna dengan kedua temannya, dia mendapatkan posisi di divisi Humas, sementara Cecilia dan juga Nita berada divisi umum.
"Yah ... kok kita gak satu divisi!"
Pria yang memanggil mereka pun memberikan arahan dan petunjuk dimana letak divisi yang harus mereka datangi setelahnya.
"Om ...eeh maksudku Pak, kok kita gak ditempatkan di satu divisi aja sih!" ujar Cecilia dengan gaya menggodanya pada pria itu.
"Maaf ya ... memang divisi umum hanya cukup untuk 2 orang, maka dari itu kalian harus dipisahkan, karena tidak mungkin untuk 3 orang disana." jelasnya membuat Cecilia terdiam.
"Udah lah gak apa-apa! Lagian kita masih dalam 1 gedung kan! Kita bakal sering ketemu juga." ujar Agnia.
Ketiganya menuju tempat yang sudah diarahkan tadi, dan berpisah di lorong yang memisahkan antara divisi, Agnia harus berjalan masuk lalu naik lift satu lantai untuk masuk ke divisi Humas.
Setibanya disana, Agnia merasa heran, karena hampir semua karyawannya adalah wanita, tidak ada satu pun pria. Dia juga disambut baik oleh kepala divisi yang juga wanita, sebenarnya dia tidak masalah dengan hal itu, hanya merasa aneh saja.
"Ayo Nia ... aku akan memberikan tugas-tugas yang harus kau kerjakan disini. Dan juga peraturan yang boleh dan tidak boleh dilakukan disini, walaupun kamu hanya sedang workshop tapi aku harap kamu melakukan hal terbaik disini, sebagai pengalaman dan hasil riset yang memuaskan, untuk laporanmu nanti!"
Agnia mengangguk, cara dan gaya bicara kepala divisi Humas itu sungguh luar biasa, membuat Agnia sendiri merasa nyaman. Wanita bernama Ibu Wang itu mengajaknya kesatu ruangan, dimana didalamnya berisi dokumen-dokumen perusahaan yang berkaitan dengan semua divisi.
"Aku ingin kamu memisahkan dokumen ini, masukan kedalam kotak sesuai dengan divisi yang tertulis disini!" ujarnya dengan menunjuk pada kotak-kotak yang dilengkapi dengan papan nama semua divisi.
"Itu saja?"
Ibu Wang mengangguk, "Saat ini hanya itu saja! Jika ada yang meminta bantuanmu maka kamu harus membantunya, atau bisa kamu tanyakan sendiri, apa staff disini butuh bantuan mu atau tidak."
Agnia mengangguk, sejauh ini pekerjaannya sangat lah mudah, hanya mengelompokkan data-data dengan sesuai, itu pun sudah terlihat rapi, dia hanya sedikit merapikannya.
"Aneh banget! Kerjaan ini gampang banget! Lama-lama gue bakal bosan!" cicitnya dengan menepuk-nepuk kedua tangannya.
Dan benar saja, belum 1 jam didalam sana, Agnia sudah keluar dan berjalan mendekati kubikel-kubikel, menawarkan bantuan pada karyawan yang tengah bekerja.
Namun tidak ada yang membutuhkan bantuannya. Semua menggelengkan kepala dan menyuruhnya untuk istirahat saja.
"Terus gue ngapain lagi?"
.
.
...Pengen banget deh kalau magang kayak gitu...wkwk...
__ADS_1