Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 65


__ADS_3

"Apaan sih lo Dam!!"


Adam terkekeh, menatap wajah Agnia yang tengah kesal dan menggemaskan itu, "Gue udah putus lho sama Serly, jadi gue bebas deketin Lo Nia."


"Sakit Lo yaa!" Agnia menoyor kepala Adam.


Adam yang biasa terlihat cool dan membuat penasaran itu kini membuat Agnia kesal, ditambah sejak terakhir ikut bekerjasama dengan sahabatnya sendiri.


Serly mendengus kesal menatapnya, dia takut jika Agnia memang benar- benar menyimpan rasa terhadap Adam, ditambah sikap Agnia saat ini yang menurutnya terlihat berbeda.


Sementara Zian masih setia menunggu di kawasan sekolah, dia bahkan terlihat mengakrabkan diri dengan pak Sopian.


.


Baru pertama kalinya dalam sejarah, Agnia tidak bisa berkonsentrasi terhadap pelajaran yang tengah berlangsung, padahal pelajaran kimia menjadi pelajaran favoritnya.


Kelas menjadi riuh oleh teman-temannya yang tengah bergosip ria mengenai Zian, mengabaikan guru mereka yang tengah menjelaskan materi pelajaran.


"Nia Om lo menggemparkan seluruh sekolah! masa dia nangkring terus di depan ruangan BK."


"Hooh ... Pak Sopian Hadi saja kesilep gantengnya sama Om lo Nia!"


Agnia melongo dicelah jendela kaca, "Sialan bisa-bisanya dia cari perkara di sekolah gue!! Semua kepincut sama tampangnya doang, mereka gak tahu dia kayak apa ... huh apalagi kalau marah! Kayaknya setan sekota pada ngumpul di kepala dia."gumamnya.


Begitu pun dengan Serly yang ikut melihat, "Itu beneran Om lo kan Nia?"


Agnia terdiam, dia enggan mengiyakan namun juga tidak membantah.


"Nia ... malah diem! Om lo beneran, atau cuma Om- Om an Lo aja!"


"Apaan sih Lo Serl, cari gara-gara mulu!"


Serly berseringai, "Lagian gue nanya, Lo diem aja!"


Sumpah si Serly makin nyebelin banget! Dia kayak sengaja mojokin gue di depan anak-anak yang lain.


"Huuh ... di Om gue, kenapa emangnya norak lo kayak gak pernah lihat cowo ganteng aja!"


"Hooh apaan sih Lo Serly, caper banget (Cari perhatian)!" tukas yang lain.


Serly menghentakkan kaki lalu kembali duduk.


Sementara Vina berjalan mendekati Agnia, dan ikut melihat Zian yang tengah berbicara dengan Pak Sopian.


"Gimana jadinya kalau seluruh temen Lo tahu kalau dia bukan Om lo Nia?" bisiknya ditelinga Agnia.


Membuat Agnia kaget dan menoleh ke arahnya, "Apa maksud lo?"


Vina berdecih, "Apa perlu gue ulangi? Lo gak budeg kan? Tapi sayang nya, gue harus tutup mulut, saat ini!"

__ADS_1


Agnia semakin tidak mengerti, apa yang dimaksud oleh Vina, dia hanya menatap Vina yang berseringai, "Lo pinter kan Nia, dan Lo pasti paham maksud gue tentang Sugar Daddy lo itu." ucapnya.


"Heh ... jangan asal ngomong Lo, dia bu__!"


Vina menghentikan ucapan Agnia dengan jari telunjuk yang menempel di bibirnya, "Gue gak mau cari masalah dengan lo ataupun Om lo itu Nia!" bisiknya lalu berjalan kembali ke tempat duduknya.


Apa maksudnya? Kalau Vina tahu Zian bukan Om gue, tapi dia gak ember ke semua orang, berarti ada apa-apanya, apa Zian mengancamnya? Mana mungkin ...


.


.


Lagu maroon five kini bergema, waktunya para siswa mengisi perut mereka yang kelaparan, sekaligus pergantian pelajaran.


Agnia menghela nafas panjang, rumus kimia yang biasa berseliweran diluar kepala kini berantakan entah kemana, otaknya tiba-tiba kosong,


Cecilia dan juga Nita masuk begitu saja, walaupun ibu Sari masih berada di dalam kelas,


"Maen nyelonong aja sih Lo pada, Lo gak lihat Bu Sari aja belom keluar!" seru Adam.


Cecilia hanya terkekeh dan menoleh kepada guru pelajaran kimia yang tengah membereskan buku, "Bu Sari bentar lagi juga keluar kan Bu? Kita masuk gak apa-apa kan?"


Guru yang masih terlihat muda itu hanya berseringai, "Silahkan saja Cecil...." ujarnya kemudian menggelengkan kepalanya.


"Lo denger sendiri kan Dam?"


Cecilia dan juga Nita menghampiri Agnia dan duduk disebelahnya, "Lo pada ngapain kesini?"


Sebenarnya gue males, nanti ketemu Om Zian lagi, tapi gue juga laper, mana gak sempet sarapan lagi.


Nita berdecak, "Udah buruan ayo!!"


Ketiganya keluar dari kelas, Serly hanya menatap mereka bertiga, "Ini memang salah gue, sikap gue terlalu berlebihan, Agnia jadi lebih dekat dengan mereka dibandingkan gue." Gumamnya.


Serly pun menghela nafas, Selain Agnia dan Vina, dia tidak dekat dengan siapapun, namun persahabatan mereka hancur begitu saja.


Zian menarik bibirnya melengkung saat melihat Agnia keluar dari kelas dan menuju ke kantin. Dia pun tanpa malu menyusul nya dari belakang.


"Om lo itu kenapa sih? Lo lagi ngambek sama Om lo?" Tanya Nita.


"Ya gitu deh, biarin aja lah cuekin aja!"


"Eh, punya Om ganteng gitu jangan di cuekin, kasih gue aja lah, gue bisa kok jadi calon Tante yang baik buat Lo!" tukas Cecilia yang mengundang tawa Nita.


"Apaan sih Lo, Tante gue?!"


Cecilia mengangguk, "Huum ... gue mau kok!! gak bakal nolak deh kalau dia nya mau!"


"Gila nih temen Lo Nit ...!"

__ADS_1


Ketiganya masuk kedalam kantin, dan mulai memesan makanan dan minuman untuk makan siang mereka, sementara Zian pun ikut masuk.


"Om lo tuh! Bikin gula darah gue naik drastis."


"Apaan sih Cecil, norak deh lo!! Gula darah naek, Lo fikir dia itu apa?"


Cecilia terkekeh, sementara Agnia mengerdikkan bahunya, dengan menatap ke arah Zian dengan tajam.


Mereka membawa nampan berisi makanan dan minuman mereka lalu memilih tempat duduk yang masih kosong,


"Lo emang ada masalah apa sih sampai Om lo nyusulin lo sampe kemari?" tanya Nita saat mereka bertiga mendaratkan bokongnya dikursi.


"Ya gitu lah, gue males cerita!! Makan aja yuk!" acuhnya Agnia dengan mencampurkan saos dan sambal ke dalam mangkuk baso miliknya.


Kemudian kembali menambahkan kecap dan kembali menambahkan sambal pedas.


Hap ... Agnia menyendok baso ekstra pedas itu ke dalam mulut, mengunyah, kemudian menelannya.


Zian menggelengkan kepala melihatnya, dia hanya berdiri di ambang pintu kantin dan memperhatikannya.


"Nia ... Lo gak ajak gabung Om lo bareng kita? Kasian banget gue lihatnya, demi ponakan yang lagi ngambek ini."


"Biarin aja sih!!"


"Kayaknya dia takut banget Lo ngambek Nia?"


Dia bukan nya takut sama gue, tapi dia merasa bersalah sama gue, selama ini kan dia gak percaya apa yang gue omongin tentang pacarnya itu.


"Lo sekarang tinggal dimana?" Tanya Cecilia tanpa basa basi.


Uhuk


Agnia tersedak, makanan nya sendiri, dia menepuk-nepuk dadanya dengan telapak tangan, tenggorokannya terasa panas terbakar, Sementara Nita dan Cecilia hanya ikut sibuk membuka botol air mineral.


"Lo pake kesedak segala sih!" ujar Nita.


"Nih minum dulu!! Makanya kalau makan itu berdoa." Zian menyodorkan botol minuman yang sudah dia buka tutupnya.


Agnia mengambilnya dan menenggaknya hingga setengah botol, "Gue berdoa kok!" ujarnya dengan kembali menenggaknya lagi, lalu menyimpan botol minuman di atas meja.


Zian duduk dengan tangan yang menepuk lembut punggung Agnia, hingga akhirnya Agnia merasa lebih baik,


"Kau ini selalu makan makanan pedas seperti ini disekolah?" ujar Zian mendorong mangkuk berisi baso yang lebih banyak sambal pedas dengan kuah yang kemerahan.


"Bukan urusan lo!!"


.


.

__ADS_1


Maaf banget, Author belum sempet balas komen, dan tidak lupa makasih pake banget nget nget buat yang udah vote, gift, rate 5, like dan komennya. pokoknya Lopez Lopez wee


__ADS_2