Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
BSB_12


__ADS_3

Indah sekarang lagi libur tiga hari jadi selama tiga hari ini dia hanya akan menghabiskan waktu di rumah saja menemani ibu yang sudah jarang bekerja dan juga uang yang di kirim kakaknya sudah mencukupi kebutuhan mereka.


Indah lagi bersantai saat selesai makan siang dan Ibu nya lagi pergi ada acara kondangan kampung sebelah jadi tinggal dia sendiri di rumah.


"Ngenes amat Ndah duduk sendiri,"


Tetangga Indah menghampiri yang seumuran sama dia.


"Karna ngak ada teman aja,"


Balas Indah dan memberi ruang buat duduk.


"Tumben Ines ngak datang?,"


Dia bernama Rasti anak tetangga pas di samping rumah Indah tapi mereka kuliah di kampus yang berbeda.


Mereka cukup dekat tapi tidak sedekat seperti Ines yang selalu nempel sama Indah sudah seperti orang pacaran.


"Lagi sibuk mungkin,"


Ines juga tidak mengabari, mungkin iya lagi sibuk.


Kesibukan orang kan beda beda walau orang itu kembar.


"Jalan yuk Ndah bosan di rumah terus!"


Ajak Rasti, mereka jarang pergi bersama mengingat Indah yang sering pergi sana Ines pulang dari kuliah.


"Boleh tapi gue kabari Ines dulu siapa tau dia ikut,"


Cukup chat di kirim ke Ines dan langsung dapat jawaban.


"Ines ngak bisa ikut, bentar ya Ras gue siap siap dulu,"


Masuk dalam rumah begitu juga dengan Rasti yang siap siap.


Padahal mereka belum membahas mau pergi kemana tapi udah mau siap siap saja.


Perempuan suka gitu kalau pergi, tanpa rencana dan selalu dadakan kadang pilihan terakhir kalau tidak nonton ya nonton.


Lima belas menit mereka sudah siap dan pergi menggunakan kendaraan Rasti namun sebelum nya Indah sudah mengabari Ibu nya kalau dia mau pergi sama Rasti, anak solehah.


"Kita mau kemana nih Ndah, gue yang ngajak kok ngak tau mau kemana ya he he,"


Rasti juga bingung mau kemana, dia kan juga jarang keluar rumah kalau sudah pulang kuliah.


"Nonton yuk Ras, kayaknya ada film baru,"


Usul Indah sebab biasa jika tidak tau mau kemana dulu sama Ines maka pilihan terakhir ya nonton.


Yah sahabatnya itu tidak bisa ikut, kalau ikut kan rame bertiga, apa sih yang dia kerjakan rumah? tidak mungkin meratapi kejombloan nya, Indah saja biasa.


"Ide bagus Ndah, cus,"


Rasti melaju menuju mall dekat sana hanya butuh waktu dua puluh menit sudah sampai dan langsung menuju lantai atas tempat bioskop.

__ADS_1


Mereka bagi tugas, Indah beli tiket dan Rasti beli cemilan biar hemat waktu.


Selesai urusan beli membeli maka sekarang mereka masuk kedalam bioskop karna film akan di mulai sepuluh menit lagi.


Usai film di putar mereka keluar bioskop dengan ekpresi berbeda saat masuk.


Rasti dengan wajah sedikit pucat dan Indah biasa saja.


Bagaimana tidak Indah memilih film horror yang paling di hindari Rasti kalau pergi nonton.


Menyesal tadi kenapa bukan dia saja yang milih film, dasar Indah rese.


"Kapok gue Ndah kalau nyuruh lo pilih film,"


Kesal Rasti memandang Indah yang berjalan di sampingnya.


"Lo juga ngak bilang tadi jangan pilih film horror, jadi bukan salah gue dong,"


Benar juga tapi kan walau tidak bilang setidaknya bisa nanya dulu kan bisa, hellow gunakan mulut buat bertanya Ndah jangan nyari alasan deh.


"Kan lo tau gue takut nonton film horror atau lo sengaja ya?"


Tebak Rasti menyelidik, bukannya Indah sudah tapi mengapa tetap milih film itu kan banyak film yang lain, film romantis gitu.


"Mana gue tau Ras, siapa tau kan lo udah ngak takut sama yang horror makanya gue pilih itu.


Tapi kayaknya lo ngak apa nonton tuh film buktinya masih hidup,"


Mana ada orang nonton film langsung dead sih Ndah, mentok mentok palingan pipis di celana, pingsan, teriak atau mukul teman di samping.


"Udah ah, ayok sekarang kita nyari yang cool buat hilangin rasa takut gue,"


Hanya keliling ibarat kata numpang ngadem.


Ya namanya juga anak kuliahan belanja ke mall kalau lagi perlu dan yang lain hanya ngadem atau nonton dan makan.


Kalau ke mall belanja terus bisa bisa tekor yang ada.


Hingga mereka sampai di sebuah caffe yang lumayan rame.


Mereka memilih ngemil sambil cuci mata liat yang cool seperti kata Rasti.


Lihat yang cool maksud Rasti adalah cogan (cowok ganteng).


"Mau pesan apa Ndah? kali ini biar gue yang pesan,"


Takut di kerjai Indah buat kedua kali.


"Samain aja Rasti, lagi malas mikir gue mau makan apa,"


Masa mau makan aja malas mikir, kan sudah ada menu tinggal baca lalu pesan sesimple itu kok.


"Ok bentar gue pesan dulu,"


Rasti pergi dari sana buat mesan makanan.

__ADS_1


Indah memainkan hp sambil menunggu Rasti datang hingga suara seseorang dari depan mengejutkan Indah.


"Hay kita bertemu lagi, jangan jangan jodoh,"


Sapa orang itu lalu duduk di kursi kosong depan Indah.


"Jodoh dari hongkong, ngak usah bilang gitu enek gue,"


Indah malas sama orang sok akrab itu, kurang kerjaan meladeni.


"Jangan gitu, nanti tiba tiba kamu suka tapi aku udah ada yang punya gimana?"


Menaik turunkan alis menggoda Indah yang sudah mulai kesal.


"Kamu lupa sama aku?"


Tanya orang itu pada Indah,


"Ngak penting ingat siapa lo, jadi sekarang pergi sebelum ini melayang,"


Mengambil vas kecil di atas meja lalu mengangkat ke atas.


"Sellow dong, aku Farid sama ngak ingat sih.


Masih muda udah pikun aja,"


Orang itu adalah Farid yang pernah berjumpa sama Indah di taman tempo hari namun waktu itu Indah cuek jadi wajar Indah lupa lagian juga tidak penting.


"Bodo amat, om bawa teman nya pergi gih.


Kabur dari rumah sakit jiwa dia ya?"


Indah memandang orang satunya lagi yang hanya berdiri saja.


"Gue bukan om lo, najis,"


Pergi dari sana, satu kata itu paling anti dia dengar.


Masa setampan itu di panggil om tidak pantas.


"Jangan gitu om, nanti om suka sama gue gue nya yang ngak mau,"


Balas Indah sebelum berjalan jauh dan bisa di pastikan masih bisa mendengar ucapan Indah.


Orang yang datang itu adalah Frans dan Farid yang kebetulan lagi ada urusan disana.


Dan saat mau balik melihat Indah duduk sendiri namun Farid dengan percaya dirinya menghampiri Indah.


"Dah cantik, nanti kita jumpa lagi,"


Menyusul Frans yang sudah mulai menjauh takut di tinggal kan sebab ke sana tadi hanya menggunakan satu mobil.


Telat sedikit maka Farid menggunakan taksi.


Rasti datang membawa pesanan lalu mereka makan.

__ADS_1


Saat di rasa hari sudah mulai sore maka di putuskan buat pulang.


Bersambung😚.


__ADS_2