Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 93


__ADS_3

"Sumpah ... Om itu norak pake banget!"


"Tapi Nia suka kan?" Zian tergelak dengan mendaratkan bokongnya di sofa, sementara Agnia membuang muka ke arah lain.


Gak gitu juga kali, ya ampun Nia, lo gak salah suka sama cowok macam ini, dan makin hari dia makin norak. Sumpah Freak banget anj ... Emang ya cinta itu buta. Batin Nia.


Ekhem Ekhem


Suara deheman sekretaris Kim membuat keduanya mendongkak, perempuan yang berdiri dengan tegak itu melipatkan kedua tangannya didada, dan menatap mereka berdua.


"Apa aku ketinggalan berita?" ujarnya serius.


"Sekretaris Kim?" lirih Agnia yang baru selesai mengklik tanda save di laptopnya.


"Kim ... kau sudah datang!" Zian menegakkan posisi punggungnya dengan kedua tangan yang bertumpu di kedua pahanya. Kembali bersikap serius.


Kim mengangguk, "Sudah waktunya pergi!"


Akhirnya mereka bertiga keluar dari rumah, Agnia yang sebentar lagi menghadapi ujian sekolah keluar dengan tas yang tersampir di punggungnya, sementara Zian melangkah disampingnya dengan tangan merengkuh bahunya.


"Iihh ... kau tidak lihat ada sekretaris Kim?"


"Biar saja, dia tidak akan ikut campur urusan kita!"


Tiba-tiba Kim yang berjalan terlebih dahulu itu menoleh, "Kita? Memangnya ada apa dengan kita?"


"Tidak ada apa-apa sekretaris Kim, jangan dengarkan orang aneh ini!" Agnia bergegas masuk kedalam mobil dan menutup pintunya kemudian.


Semntara Zian menggelengkan kepalanya dengan seutas senyum dari bibir nya, lalu masuk kedalam mobil.


Begitu juga sekretaris Kim yang terlihat heran, dia berjalan ke arah kemudi dan masuk.


"Kita pergi!" ujarnya pelan.


Zian duduk dibelakang seperti biasanya, sementara Agnia memilih duduk didepan, disamping sekretaris Kim.


"Nanti tidak usah menjemputku! Aku akan pulang terlambat." kata Agnia menoleh pada Kim, namun Kim hanya diam, Zian lah yang menjawabnya.


"Kenapa?" tanya Zian.


"Aku harus pergi kebeberapa perusahaan kau ingat? Aku kan sudah cerita tadi ... aku harus menyimpan proposal untuk workshopku nanti "

__ADS_1


"Ah ... iya maaf aku lupa!" jawab Zian.


Sekretaris Kim mengulum senyum tanpa menoleh pada kedua manusia berbeda generasi itu.


Sesampainya di sekolah, Agnia keluar dengan membungkukkan tubuhnya ke arah Kim, "Terima kasih sekretaris Kim!" serunya dengan melambaikan tangan, namun hanya melirik ke arah Zian yang menatapnya dari jendela mobil.


Kim kembali melajukan kendaraannnya setelah Agnia masuk kedalam gerbang sekolah dan bergabung bersama teman-temannya.


"Kenapa dia sesenang itu pergi kesekolah!"


"Kita juga senang saat pergi kesekolah, bertemu teman-teman sebaya dan membicarakan sesuatu hal yang sama-sama kita sukai." jawab Kim serius.


"Maksudmu jika pergi denganku dia tidak senang karena tidak sebaya?"


"Kau bisa menilainya sendiri Bos, kesenangan macam apa yang terjadi saat bersamamu, jelas berbeda pada saat bersama teman-temannya."


Zian mengulum senyuman, membuat Kim meliriknya diam-diam dari spion, dia berdecak, "Kau harus ingat, dia masih remaja...!"


Kedua pupil Zian melebar, "Memangnya apa yang kulakukan?"


Kim menggelengkan kepalanya, "Tidak ada, kau tidak melakukan apa-apa! Setahuku...!"


Zian masih mengulum senyum, mengingat apa yang mereka lakukan saat hanya berdua saja. Jelas berbeda saat bersama wanita lain yang akan langsung naik ranjang, berputar dihubungan saling menguntungkan dikeduanya, hanya Dita lah yang memakai cinta didalamnya. Namun jelas berbeda saat ini, bersama Agnia, walaupun tidak pernah sekalipun Agnia mengatakan jika dia pun merasakan hal yang sama padanya.


.


.


"Nia ... semua tugas lo udah siap?"


Agnia mengangguk, "Lo sendiri?"


"Jujur gue berat kalau gak ada bantuan lo Ni, tapi gue juga tahu diri kalau lo gak mungkin mau bantuin gue lagi saat ini." lirih Serly.


"Ya ampun, gak gitu Serl, kalau lo butuh bantuan gue, lo bilang sama gue Serly. Gue pasti bantuin lo kok!"


"Thanks ya Nia, gue malu sama lo! Setelah apa yang gue lakuin sama lo!"


"Udah lah, gue udah lupa Serl ... lebih baik kita mikirin rencana kita kedepannya, lulus sekolah, cari kampus terbaik, kuliah yang bener! Ya kan?"


Serly mengangguk, lalu memeluk Agnia, "Thanks ya Nia ... lo emang sahabat gue yang terbaik!"

__ADS_1


Tak lama kemudian, Adam masuk ke kelas, dan menghampiri keduanya sebelum dia duduk ketempatnya.


"Hai Nia ... gimana kabar lo?"


Agnia melirik Serly yang tengah tersenyum, "Gue baik ... Serly juga baik! Iya gak Serly?" menyikut Serly. Adam hanya mengulas senyuman.


"Oiya ... gue lupa jaket lo masih di loundry Dan."


"Ya ampun, santai kali Nia! Gak apa-apa simpen aja, buat kenang-kenangan, biar lo inget sama gue terus." ucapnya dengan terkekeh lalu berjalan menuju bangkunya sendiri.


Sementara Serly membelalak, "Adam minjemin jaketnya sama lo?"


Agnia mengangguk, "Sorry Serl ... itu juga karna gue terpaksa, buat nutupin rok gue yang sobek, gak ada maksud apa-apa kok! Lo tenang aja."


Adam segitunya sama Nia, dia kan paling anti minjemin barang sama orang lain, termasuk gue saat jadi pacarnya dulu. Mana pernah dia belain kasih jaket buat gue, tapi sama Nia ...


Batin Serly dengan kedua mata yang menatap Adam.


"Eh ... gak apa-apa kali! Kenapa lo bilang sorry sama gue! Lagian gue udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia, walaupun gue masih berharap lo bantuin gue buat balikan sama dia. Tapi kayak nya gak mungkin, secara dia cintanya sama lo Nia."


"Ya ampun ...!!" gumam Agnia.


Drett


Drett


Ponsel Agnia bergetar, menandakan ada pesan masuk, Agnia merogoh ponselnya didalam tas, jika bukan notifikasi kiriman bulanan dari ayahnya, atau pun dari Zian.


Dengan malas Agnia membuka pesan dan seketika membelalakkan kedua matanya lalu menoleh ke arah Adam yang tengah mengota- ngatik ponselnya juga.


'Nia ... Lo harus dengerin lagu yang bakal diputar bentar lagi. Lagu itu khusus buat lo dari gue.'


Agnia berdecak membaca pesan dari Adam, membuat Serly mendekat kearahnya namun Agnia dengan cepat menutup ponselnya lalu memasukkan kembali ponsel milik nya itu kedalam saku seragamnya.


Dan benar saja, tak lama kemudian lagu dari one direction yang berjudul Little think diputar, sebagai lagu pembukaan, dan anehnya jika biasanya hanya reff yang diperdengarkan untuk jadi bunyi bel belajar mengajar dimulai, tanda istirahat maupun tanda pulang adalah sebagain lirik lagu ataupun hanya Reff yang diperdengarkan.


Lagu ini Full dengan liriknya, hampir 4 menit berputar, membuat semua siswa juga heran karena tidak biasanya, dan hanya siswa yang berpengaruh besar yang bisa melakukannya tanpa di komplen oleh pak Sopian. Dan Adam salah satunya.


"Nih gila ... lagu ini mah cocoknya buat nge bucin, malah dipake buat belajar, mana semangat!"


"Semangat lah kalau yang ngasih itu pacar kita, bener gak!"

__ADS_1


Riuh tepuk tangan pun terdengar di kelas Agnia, dia sendiri bersikap biasa saja, namun buru-buru membalas pesan dari Adam.


' Lo jangan Gila!'


__ADS_2