Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 24


__ADS_3

Setelah kepergian pelayan rumah, Zian naik kembali ke kamar, dia melirik sebentar ke arah pintu kamar yamg ditempati Agnia, baru dia masuk ke dalam kamar.


Kalau dia tahu Dita sudah pergi, gadis itu pasti senang, dan akan segera pergi dari sini. Huft....


Tanpa sadar Zian mendengus, menatap kamar yang sedari kemarin di isi oleh suara-suara desa han dan geramannya dan Dita, walaupun setiap melakukannya, dia merasa ada yang berbeda.


Zian menemukan sesuatu yang membuatnya kembali memikirkan Dita, brosur sebuah hotel berbintang 5 yang berada di New york.


"Pasti Dita tinggal di hotel ini!" gumamnya dengan tersenyum.


.


Agnia keluar dari kelas, dia menuju ruangan anak-anak seni. Dimana dia sebagai sekretaris mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan lomba yang diadakan antar SMA.


Setelah meminta round down acara, dia keluar dari ruangan.


"Sudah?"


Agnia yang berjalan menunduk itu kini mendongkakkan kepalanya, "Eeh ...lo Dam? Ngapain?"


"Nungguin lo lah! Kita kan mau ke SMA Nusantara. Gimana sih lo!" ucap Adam yang mengikuti kaki Agnia yang terus melangkah.


"Siapa yang lupa! Inget kok!"


"Ya udah ayo!"


Agnia mengernyit, kedua bola mata nya menyapu koridor panjang di depannya, mungkin saja Serly berada disana, dan tengah melihatnya.


"Gue gak bilang kan mau bareng sama lo Dam! Gue sama yang lain aja! Lo tuker sih, sama siapa gitu yang penting kita gak sama-sama." Agnia terus melangkah menuruni ulir tangga.


"Gak ngedadak gini juga dong Nia, yang lain juga kan udah pada punya tugas!"


"Bodo amat!" Nia terus berjalan tanpa peduli Adam yang mengejarnya.


"Nia ... lo tuh kenapa sih!"


"Kenapa? Gue gak apa-apa, gue hanya gak mau berurusan sama lo, lo inget kan ... gue gak bakal deket-deket lagi sama lo!"


Walaupun itu hanya pura-pura.


Agnia terus berjalan tanpa peduli Adam yang mengejarnya. Dia berjalan ke arah tempat parkir, namun tidak ada siapa-siapa disana, semua panitia perlombaan yang sudah punya tugas masing-masing itu sudah pergi.


"Sial ... bener-bener gak bisa di tuker personil lagi kalau gini!"


"Sudah ku bilang, lo gak bisa rubah jadwal dadakan kayak gini! Kalau mereka masih disini juga, gak akan mau! Kita udah punya job masing-masing!"


"Berisik lo!" tukas Agnia ketus.


Adam lantas mengambil motornya, dan melaju menghampiri Agnia, "Udah ayo nanti kita telat!"

__ADS_1


"Kalau bukan karena tugas! Gue gak mau di boncengin lo Dam!"


"Lo masih marah sama gue kan?"


"Gue? Marah ke lo? Siapa elo?"


"Sebenernya lo beneran suka kan sama gue?"


Adam menyerahkan helm pada Agnia, dia pun menerimanya dengan malas.


"Gak juga! Gue malas aja berurusan dengan orang-orang munafik!" kata Agnia dengan naik ke atas motor.


Adam menghela nafas, dengan kepala yang dia tolehkan ke arah belakang. "Magsud lo ngomong kayak gitu apa Nia?"


"Gak apa-apa udah buruan jalan!!"


Agnia menepuk bahu Adam, entah kenapa dia bisa semarah itu padanya, Gue gak beneran suka sama dia kan.


Adam melajukan motor sports miliknya, dengan kencang, membuat Agnia kaget dan dengan cepat memegang besi pada jok motor Adam, lalu melayangkan pukulan tepat di kepalanya.


"Nyetir yang bener!!"


Adam hanya terkekeh, melihat Agnia marah membuatnya terlihat semakin menggemaskan dan dia menyukainya.


Agnia jangan sampai lo tergoda pria busuk kayak Adam!


"Stop ... stop ...!" Agnia menepuk bahu Adam berulang kali, membuat Adam menghentikan laju motornya tiba-tiba.


"Apaan sih, gue kan jadi kaget!"


Agnia merasa heran melihat seseorang yang dia kenal, "Itu kan pacarnya Om Zian?"


"Sedang apa dia disini?"


Agnia menatap gedung hotel berbintang lima itu hingga kepalanya mengenadah ke atas, menatap puncak hotel yang menjulang tinggi itu.


"Nia ... lihat apa sih?"


"Gak apa-apa, ayo pergi!"


Mereka pun ke sekolah SMA Nusantara, sekolah elite yang terletak dipusat kota, lebih tepatnya berada di kawasan yang jaraknya dekat dengan hotel yang baru saja dia lewati.


"Nia ... lo tadi lihat siapa di hotel?" tanya Adam saat turun dari motor.


"Bukan urusan lo!"


Adam mendengus pelan, Apa jangan-jangan rumor itu benar? Nia sudah sering masuk-keluar hotel karena dia sugar baby


Mereka berdua pun masuk ke dalam sekolah, dan langsung disambut oleh anak-anak osis dari sekolah tersebut.

__ADS_1


"Agnia apa kabar?" tanya Regi.


"Lo juga Dam?"


"Baik Gi ... lo sendiri?"


"Lo bisa lihat gue Nia?" ujarnya dengan percaya diri.


Regi memang percaya diri, selain tampan, dia juga pintar. Dam mereka sudah saling kenal karena dulu satu sekolah di sekolah menengah pertama.


"Yuk mulai, kita mau bahan rounddown acara kan?"


Agnia dan Adam mengangguk, lalu mereka berjalan masuk ke ruang Osis. Ada 3 orang yang sudah menunggu didalam, dan sudah dipastikan mereka adalah perwakilan dari peserta yang ikut perlombaan.


Agnia duduk disebelah Adam, dan juga Regi, 2 laki-laki tampan versi anak-anak sekolah. Dan juga sama-sama pintar.


"Wah ... kita minder nih di sini! Bintangnya sekolah pada ngumpul!" celetuk seorang dari mereka.


Agnia hanya tersenyum, begitupula dengan Adam yang terkekeh. Sementara Regi berdecak, "Apaan sih lo!"


Mereka pun mulai membicarakan hal-hal mengnai perlombaaan, Agnia mencatat tanpa banyak bicara.


Melihat Dita yang masuk kedalam hotel, membuat Agnia tidak bisa konsentrasi, pasalnya Dita masuk bukan dengan Zian. Melainkan seorang pria, sayangnya dia tidak melihat wajah pria tersebut.


Bukankah dia akan pergi ke New york, dan selama 3 hari dia tinggal di rumah Zian, bahkan pria bucin itu rela cuti hanya untuk menghabiskan waktu dengannya, tapi kenapa Dita bisa keluar tanpa Zian. Kok aku jadi penasaran.


"Gimana Nia? Menurut lo?" tanya Regi, sang ketua osis dengan serius.


Agnia tidak menjawab, dia tengah menopang dagu dengan pulpen yang dia gerak-gerakan disela jarinya, membuat Adam menyenggol lengannya. "Nia...." gumamnya.


Agnia tersadar dari lamunannya, "Ah ... eh... Sorry, gue gak konsen nih! Lanjut- lanjut ... Sorry yaa Gi!"


"Lo lagi ngelamunin apaan sih?" tanya Regi lembut.


"Bukan apa-apa Gi....!" jawabnya terkekeh.


"Ya udah jadi gimana?"


Agnia menoleh pada Adam yang tengah terkekeh melihatnya, "Regi tanya lo katanya suka ya sama gue?"


"Apaan sih lo? Gi tolong ulangi ... sorry gue kurang konsen!" katanya dengan menggaruk cuping telinga.


Regi memdengus ke arah Adam, lalu kembali melihat Agnia, "Gue tanya pendapat lo dengan syarat yang mereka ajukan Nia!"


"Oh ... oke sih menurut gue itu masih bisa di atur!"


"Ya udah, deal ya! Round down acara udah selesai," ucap Regi kembali. Membuat yang yang hadir saat itu mengangguk -anggukan kepala, begitu juga Nia. Walaupun dia sedikit tidak mengerti syarat apa yang mereka ajukan.


Tau- tau udahan gini!

__ADS_1


__ADS_2