Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 89


__ADS_3

Setelah kejadian pagi-pagi yang diluar rencana itu, kini keduanya terserang kebisuan, tidak ada kata diantara mereka, hingga keduanya duduk berhadapan dimeja makan.


Zian terus melirik Agnia, ditambah pandangannya tertuju pada bibir merah muda yang tampak bengkak itu. Namun terlihat semakin sen sual dengan sedikit basah.


Zian berkali-kali menelan ludah, jiwa pria dewasa yang selalu mendapatkan sek ss dengan mudah itu harus benar-benar menahan diri saat berhadapan dengan Agnia.


Tiba-tiba saja pintu terbuka, suara pentopel menghentak lantai marmer dan keduanya menatap ke arah yang sama.


"Sekretaris Kim?"


"Hai Nia ... apa kabarmu?" tanya Kim dengan menarik kursi disamping Agnia.


"Baik ... Nia baik-baik saja!"


Sekretaris Kim tersenyum kearahnya, "Apa Om Zian memperlakukanmu dengan baik?"


Uhuk


"Kim ... kemana saja kau ini! Ku kira kau hilang ditelan bumi!"


Kim tersenyum kearah Zian, "Banyak yang harus aku urus setelah Iyan kau depak Bos, jadi aku harus lebih pintar lagi mengatur waktu. Kau sendiri bagaimana? Sepertinya kau semakin lebih baik sekarang!" ujarnya dengan menyambar satu lembar roti dan melahapnya


"Kau tahu Iyan kemari dan mengatakan semua omong kosong padaku!"


"Benarkah?" Kim tetap mengunyah, sementara Agnia hanya menjadi pendengar diantara mereka.


"Huum ... dia masih berfikir aku bodoh Kim!"


"Tentu saja! Kau bahkan tidak melakukan apa-apa pada mereka!"


Kali ini Agnia ikut mengangguk, dia setuju dengan pernyataan dari sekretaris Kim, Zian melihat kearahnya, lalu tersenyum tipis.


"Tapi aku tidak akan lagi tertipu! Aku tidak akan mengorbankan apa yang aku punya saat ini demi sesuatu yang sudah ku buang jauh!"


Kali ini Agnia yang tersedak, membuat Zian mengulum senyuman, lalu menyerahkan segelas air putih padanya, namun Agnia menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa!"


Kim memicingkan kedua matanya, kedua orang yang setiap kali berdebat itu kini seolah berdamai, dan terlihat aneh. Sekretaris Kim mengulum bibirnya, lalu kembali melirik jam tangan dipergelangan tangannya.


"Kita harus pergi sekarang!"


Zian mengangguk, "Kamu tidak apa-apa jika pergi ke sekolah sendiri? Ada rapat penting yang harus aku hadiri pagi ini!"


Agnia mengangguk, "Tidak masalah!"

__ADS_1


Sekretaris Kim masih mengulum senyuman dia tahu sifat Zian yang akan sangat terbuka pada seseorang yang menurutnya special.


.


.


Agnia berlari masuk kedalam gerbang yang sudah tertutup, namun aksi larinya gagal karena security tidak juga membukakan pintu untuknya, walaupun dia terlambat hanya 2 menit saja.


"Gara-gara gue nunggu ojek online kelamaan, telat gini kan jadinya!" gumamnya pelan, dengan menendang-nendang kerikil kecil dipinggir jalan.


Dreet


Dreet


Ponselnya berbunyi, Agnia merogoh ponsel miliknya didalam tas, dan melihat nama Cecilia disana.


'Halo Nia ... Lo gak sekolah?'


Agnia menghela nafas, 'Gue gak bisa masuk nih! Gerbangnya udah di tutup security!'


'Mampus lo Nia!'


'Kenapa emangnya?'


Telepon genggam itu kini senyap, Cecilia menutup sambungan telepon itu secara sepihak. Membuat Agnia berdecak, dan berfikir apa yang dia lupakan hari ini.


"Sialan ... hari ini emang ada seminar bisnis buat workshop nanti!" decaknya kesal, sementara dia tidak bisa masuk kedalam karena terlambat.


Agnia berjalan memutari gedung sekolah dibagian belakang, dia lantas naik ke atas pagar tinggi lalu melompat, beruntung, disana tidak ada CCTV yang akan membuatnya terkena masalah nanti, namun Agnia sendiri bingung, bagiamana dia melompat turun sedangkan jaraknya lumayan jauh, dan tidak ada pijakan.


Akhirnya dia berjalan sedikit kearah pinggir yang terdapat tembok untuk dia jadikan pijakan agar bisa melompat, namun saat dia hendak berjongkok,


Srekkkk


Suara robekan dari rok yang dia kenakan, tapi dia berhasil turun tanpa terluka.


"Sial ... rok gue malah robek!" ujarnya melihat rok belakangnya yang ternyata robek.


"Abis ini gue bejeg-bejeg tuh si Cecilia, kenapa dia gak ingetin gue dari semalam, ini karena Zian yang mabuk, bikin gue bergadang, abis itu malah aaaaaakkkhh ... Sial banget gue hari ini!" Ujarnya berlari menuju aula.


Dengan nafas terengah-engah Agnia masuk kedalam aula yang sudah dipenuhi semua siswa dari kelas 10 sampe 12, Agnia mencari teman-temannya dan menemukan Cecilia yang tengah duduk disamping Nita.


"Nia ... astaga Lo kenapa?"


Agnia menoleh, "Hah ... gak apa-apa kok Dam, kenapa emangnya?"

__ADS_1


"Keringet lo tuh, lo mandi?" tanyanya lagi.


Agnia menutup rok belakangnya menggunakan tas miliknya, "Gue abis lari Dam, udah ah gue kesana dulu yaa!"


Agnia meninggalkan Adam yang masih heran melihatnya. Namun dia tidak peduli, Agnia terus berjalan menghampiri Cecilia.


Brukk


Agnia menyimpan tas sekolahnya dengan kasar dihadapan Cecilia, lalu menghempaskan pantatnya disampingnya.


"Kenapa lo!"


"Lo pikir aja gue kenapa? Lo tahu gak gara-gara lo, rok gue robek! Sialan kan!"


"Kok Bisa?" Suara Nita hampir menggelegar.


"Tahu nih, kenapa lo masuk kesini emangnya pake salto lo!" Cecilia cekikikan.


Agnia mencondongkan kepalanya, mereka berdua pun ikut mendekat, "Gue jalan belakang, dan gue lompat anj ... mana tinggi banget! Untung aja kaki gue gak apa-apa!"


Cecilia menggelengkan kepalanya, semntara Nita berdecak, "Wah parah Lo Nia ... nekat banget sih lo, ketauan pak Sopian mampus lo."


"Lebih mampus kalau dia gak dateng Nit, secara lo gak liat tuh!" ujarnya dengan menunjuk ke arah podium yang terletak didepan aula dengan dagunya.


Agnia menolehkan kepalanya kearah tunjuk Cecilia, seketika dia tersentak karena melihat seseorang yang dia kenal berada disana, memakai pakaian yang sama saat terakhir mereka bertemu, disampingnya berdiri seorang perempuan yang juga dia kenal.


"Zian ... sekretaris Kim!" gumamnya dengan terhenyak.


"Nah kan ... lo bakal rugi kalau lo gak dateng! Rok gak masalah lah, lo bisa beli lagi entar, tapi yang didepan sana ... beuuhh lo rugi gak liat Om lo itu lagi seminar."


Sialan, gue mati-matian cari jalan buat masuk sampe lompat dan rok gue rusak, sementara dia enak-enakan tertawa membicarakan bisnis dengan entengnya, kenapa dia gak ngajak gue coba tadi, kalau dia tahu bakal kesini. Sialan banget si Zian.


Agnia kesal bukan kepalang, melihat Zian yang saat ini berdiri saat riuh tepuk tangan ditujukan padanya, entah apa yang dia bicarakan, Agnia tidak peduli, dia menyoroti sosok pria yang tadi pagi bersikap manis dan juga menyentuh nya dengan lembut, namun membuatnya sangat kesal saat ini.


Agnia bangkit dari duduknya dan keluar begitu saja, dia tidak peduli pada seminar bisnis yang dibawakan Zian, juga pada workshop tahunan yang akan di lakukannya nanti.


Cecilia terlihat heran melihat Agnia yang pergi begitu saja, namun mengejarnya pun tidak mungkin.


Adam yang akan masuk pun heran melihat Agnia yang keluar, ditambah roknya yang terlihat berantakan.


"Nia ... rok lo!" Adam menarik tangannya agar dia bisa menghalangi paha bagian belakang Agnia yang terlihat.


"Lo pake jaket gue nih! Lo kenapa bisa kayak gini sih! Lo jatuuh." ujarnya membuka jaket yang dikenakannya."


"Gue gak apa-apa!"

__ADS_1


__ADS_2