Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 131


__ADS_3

Flashback On


17 tahun yang lalu


Zian dan Dave bersahabat sejak kecil, walaupun jarak mereka bertaut tanya tiga tahun, mereka juga sama-sama menjadi idola di sekolah Zian, Dave yang saat itu sudah kuliah kerap menyambangi sekolah Zian hanya untuk menebar pesona. Dengan alasan menemui Zian yang juga jadi pujaan disekolahnya. Kedua lelaki tanggung itu selalu bersaing, memiliki paras tampan dan juga harta melimpah, memudahkan keduanya mendapatkan gadis incarannya. Keluar masuk klub menjadi hal biasa bagi mereka, bahkan seing berganti pacar menjadi hobinya kala itu. Sampai suatu hari, Dave jatuh hati pada anak baru disekolah Zian, gadis lugu yang manis, Jasmine Agatha. Gadis baik hati yang lemah lembut yang menarik perhatian keduanya. Dave dan Zian harus bersaing untuk mendapatkan gadis yang sama. Gadis yang ternyata sekelas dengan Zian.


Dave setiap hari bolos kuliah hanya untuk datang kesekolah Zian, melakukan seribu cara agar Jasmine memilihnya. Hingga akhirnya pucuk dicinta ulampun tiba, Jasmine lebih memilih Dave karena Dave lebih berani mengatakan isi hatinya dibanding Zian.


Selang berapa lama mereka berpacaran, namun hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orang tua Dave, karena Jasmine berasal dari keluarga biasa saja. Maka Zian lah yang selalu membantu mereka berdua untuk bertemu, selalu mengalah saat Dave menjadikannya alasan saat hendak keluar rumah. Sampai akhirnya Jasmine hamil, keduanya bertengkar hebat karena saling menyalahkan, Zian yang kala itu masih berumur 17 tahun pula yang membantunya. Mencarikan jalan keluar dari persoalan mereka.


Sore itu Jasmine datang kerumah Zian dengan menangis hebat, dia mengatakan bahwa Dave yang sesuai kesepakatan dan telah berjanji akan menemui orangtua nya justru terus berkilah dan menghindar.


"Zian ... tolong aku!" ucapnya dengan tatapan sendu.


Zian muda menghela nafas, dia mengangguk dan akan menyusul Dave ke rumahnya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya terhadap Jasmine, dia terus berusaha membuat gadis itu mendapatkan pertanggung jawaban dari pria yang menghamilinya, Dave Arkhan.


Hari itu juga Zian datang ke rumah Dave, namun sepertinya kedatangan Zian sungguh tidak lah tepat, disana tengah berlangsung acara keluarga.


Zian terhenyak saat tahu Dave tengah melangsungkan pernikahan dihari itu, sedangkan dia tidak tahu apa-apa. Bahkan dengan siapa dia menikah pun dia tidak tahu.


Zian merangsek masuk kedalam rumah Dave, dia pun menghampiri Dave yang baru saja selesai mengucapkan ijab kabul.


Melihat Zian, Dave sontak kaget, dia menariknya ke halaman belakang sebelum Zian membuat kekacauan dengan mengatakan hal yang sebenarnya.


"Zian ... kau mau apa kemari? Didalam banyak tamu," Seru Dave yang terus melirik kearah dalam.


"Dave ... kau gila! Jasmine mengatakan kau terus mengulur waktu, dan ternyata kau menikah hari ini! aku benar benar gila Dave! Bagaimana dengan Jasmine?"


"Sorry Zian, aku tidak bisa! Aku--aku....!"


Seketika Zian membulatkan kedua matanya, "Kau jangan gila Dave! Jasmine sedang hamil anakmu ! Dan kau sudah berjanji akan menikahinya,"

__ADS_1


Dave terdiam, "Aku tidak bisa ... aku tidak siap bilang sama keluarga ku mengenai hal ini! Aku juga menikah karena perjodohan. Dan aku tidak bisa menolaknya Zian!"


"Kenapa? Apa karena kau takut kehilangan harta keluargamu jika menolaknya! Kau pengecut Dave." ujarnya dengan melayangkan pukulan pada rahangnya, saat itu Dave tidak berani melawan, dia memang benar-benar takut. Ditambah dirumahnya saat ini tengah banyak tamu penting dari kedua orang tuanya.


"Dengar Zian ... kalaupun aku menikahi Jasmine ... aku akan kehilangan apa yang aku punya saat ini! Kau tahu orang tuaku saja tidak merestui hubunganku dengannya!" ujarnya dengan menyusut titik darah dari sela bibirnya.


Zian merangsek kerah kemeja pengantin berwarna putih yang dikenakan Dave dengan kuat.


"Lalu kenapa kau menghamilinya banggsatt!" ujarnya dengan kembali memukulnya dengan keras, hingga bibir Dave terluka dan darah keluar lebih banyak.


Dave lagi-lagi tidak melawan, karena sudah dapat dipastikan jika dia melawan, Zian akan terus menghajarnya, dan saat itu kedua orang tuanya pasti akan mendengar keributan itu.


Dia lebih takut jika semua keluarganya tahu saat itu juga, mengacaukan semuanya, mengusirnya bahkan mencoret namanya dari daftar ahli waris.


"Pergilah sekarang Zian!"


Zian tidak menggubris perkataan Dave, dia melangkah masuk kedalam rumah, "Tidak bisa ... aku akan mengatakan hal yang sebenarnya pada paman dan Tante!"


Saat itu Ibu Dave yang tengah mencarinya itu melintas dan melihat keduanya dengan heran, "Menghancurkan semuanya apa?" tanyanya atas apa yang selintas dia dengar.


Keduanya tersentak kaget, terlebih Dave yang wajahnya berubah seketika, rasa bersalah dan juga takut. Berbeda dengan Zian yang tampak datar dan biasa saja.


"Zian Mom ... Zian marah karena aku tidak memberitahukannya kalau hari ini aku menikah!"


"Ah ... itu, Maaf Zian, ini memang terpaksa dipercepat, orang tua Laras akan kembali ke amerika nanti sore, mereka ingin mempercepat pernikahan ini sebelum mereka kembali karena khawatir tunangan Dave kepincut pria lain!" ujarnya terkekeh.


"Tunangan? Jadi Dave selama ini sudah bertunangan?"


Ibu Dave mengangguk, "Lho memangnya kamu tidak tahu? Apa Dave tidak pernah cerita? Dasar ... mungkin dia malu Zian, makanya tidak mengatakan apa-apa, secara terlalu muda, tapi ya ... kami sudah sepakat atas perjodohan ini!" ujarnya dengan sumringah, "Mungkin karena dia selalu bermain dengan anak anak SMA seperti mu Zian!" ucapnya dengan sedikit berbisik.


Tenggorokan Zian seakan tercekat, didalam fikirannya saat ini hanyalah keadaan Jasmine. Bagaimana bisa dia tidak tahu apa-apa mengenai Dave padahal selama ini mereka bersahabat dengan baik. Kedua keluarganya pun kenal dengan baik.

__ADS_1


"Ya sudah ... ayo Dave, kamu harus kembali, Laras sudah turun dan menunggumu!" ajaknya pada Dave.


Dave mengayunkan kedua kaki, mengikuti langkah ibunya yang sudah masuk terlebih dahulu.


"Tunggu Tante ... ada yang mau aku katakan!"


Ibu Dave menoleh kembali, "Ada apa lagi Zian? Ahk... Tante lupa kau belum berkenalan dengan Laras yang hari ini resmi menjadi istri Dave sahabatmu ya kan?"


Zian muda menggelengkan kepalanya, "Lupakan!! Aku tidak ingin bersahabat dengan laki-laki pengecut seperti mu Dave ...! Pergilah sejauh mungkin, dan jangan tampakkan lagi wajahmu dihadapanku, atau kau akan menyesal!"


Zian berbalik pergi meninggalkan kediaman keluarga Dave. Membuat Ibu Dave sendiri heran.


"Kenapa dengannya Dave ... sepertinya dia marah sekali!" tanyanya dengan kembali berjalan.


Dave menyamai langkahnya, "Maklum saja Mom ... Zian sedang kalut ... pacarnya hamil dan dia bingung harus berbuat apa!"


Ibu Dave menoleh, "Apa? Hamil ..., padahal Zian masih sekolah, bagaimana dengan sekolahnya Dave?"


"Entahlah Mom ... makanya dia seperti orang gila tadi!" Jawab Dave tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Tuh kan ... makanya mom bilang apa, lebih baik kan kamu menuruti perkataan Mami dengan menikah sekarang, dari pada harus kebablasan seperti itu ... kan!!"


Dave mengangguk, "Tentu saja Mom...!"


.


.


.


Nah kan kejadian dibalik marahnya Dave dan larangan Zian deketin Nia kayak gitu ... gimana menurut kalian kalau sampai Nia tahu? Next bab masih tentang Flashback yang akan author kupas tuntas setajam silet ... tapi lebih tajam mulut tetangga wokwokwok.

__ADS_1


Jadi Zian belum pernah bertemu dengan Laras ya bestie karena dia malah gak ke kondangan. Justru pergi saat Laras turun. Bukan rebutan mantan apa lagi rebutan Dita iyuuuhhh... wkwkwk


__ADS_2