
Pagi-pagi sekali Agnia memilih kembali ke rumah Zian, dia kembali pulang dengan diantar oleh Cecilia menggunakan sepeda motor.
"Yakin lo mau turun disini? Emangnya lo gak mau gue anterin sampai rumah?" tanya Cecilia saat Agnia turun dari sepeda motor yang dikemudikannya.
"Udah disini aja! Lagian deket kok, tinggal jalan dikit! Gue gak enak sama saudara gue kalau bawa temen!"
" Elaaah... gue kan cewe!! Lagian gak bakal apa-apa kali entar kalau gimana-gimana, gue yang ngomong deh!"
Agnia membuka helm dan memberikannya pada Cecilia, "Kapan-kapan deh! Gue beneran gak enak, lagian mereka gak tahu gue pergi !"
"Oke deh, gue cabut dulu ya."
Agnia mengangguk dan menunggu sampai Cecilia tidak terlihat, Setelah itu dia lari terbirit-birit dan masuk ke dalam rumah.
Entah kenapa setelah mendengar penuturan Nita, dia selalu mengingat Zian. Pria itu mungkin lemah dihadapan pacarnya, dan selalu galak saat berhadapan dengan Agnia, tapi selama dia tinggal di rumahnya, Zian memperlakukannya dengan baik.
"Huh ...!" Agnia menarik nafas panjang, lalu dihembuskannya.
"Tidak ada yang lari pagi menggunakan celana panjang jeans dan membawa ransel!!!"
Agnia tersentak dengan suara bariton di arah belakang tubuhnya, Mati gue...
"Dan sebelum kau membela diri! Aku katakan, aku tidak akan percaya begitu saja!"
Agnia perlahan berbalik, dan melihat Zian yang berada di hadapannya. "Om Zian, kapan pulang? Memangnya sudah sembuh?"
Zian menatap wajah Agnia yang masih memperlihatkan sisa make up. "Dari mana? Hem...."
"Aku ... aku, dari rumah! Ada barangnya ketinggalan. Jadi aku sekalian menginap disana! Om bisa tanya pada temanku, dia juga ikut menginap."
Kedua mata Zian memicing, menyisir seluruh tubuh Agnia dari atas hingga ke bawah, "Benarkah? Kau tidak berbohong?"
"Tentu saja."
Agnia bergegas masuk kedalam kamar, menghindari pertanyaan dari Zian. "Lagian kenapa sih dia udah pulang aja dari rumah sakit!"
"Karena pihak sekolah meneleponku! Mereka memintaku untuk mendatangi sekolah pagi ini, kau juga!"
Agnia terperanjat, "Aku? Untuk apa lagi? Bukan kah waktu diskors ku masih 3 hari lagi."
"Entahlah ... itu sebabnya aku pulang sepagi ini! Lagi pula membosankan berada di rumah sakit,"
Agnia kali ini yang memicingkan mata, "Memangnya Om sudah sembuh! Kenapa gak diem dulu di sana, siapa tahu pacar Om balik karena kasian Om sakit!" ujarnya tergelak lalu masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
"Sialan anak itu! Semakin berani padaku."
Agnia menutup pintu kamar mandi dan menguncinya, "Syukurlah dia percaya padaku! Nyaris saja ...." gumamnya.
Sementara Zian kembali keluar dari kamar Agnia, dan menghubungi Iyan.
"Bagaimana? Ada info terbaru dari Dita?"
"Maaf belum ada bos! Sepertinya agency tempat kekasihmu itu bernaung, memiliki sistem pengamanan yang sulit di tembus."
"Aaaahhkkk!!"
Zian pun melemparkan ponsel begitu saja.
.
.
Agnia tersungut saat Zian bersikeras turun dari mobil dan berjalan disampingnya, "Inget yaa Om, mereka tahunya Om itu keluarga ku!"
Zian,
"Memangnya kenapa kalau mereka tahu yang sebenrnya? Kau...."
"Hhhpp...." Agnia membekap mulut Zian, "Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak, inget Aku ini keponakanmu!"
"Tentu saja tidak, dan perjanjian itu karena kau pihak pertama sekaligus pihak kedua. Kau membuatnya sendiri dan juga menjalankannya sendiri!" dengusnya " Jadi jangan bicara macam-macam!"
"Kau ini berisik sekali, suaramu melengking seperti kuda!" Ujarnya lalu keluar dari mobil.
Agnia berdecih, "Awas saja kalau dia mengatakan hal yang tidak-tidak!"
Agnia keluar menyusul Zian yang sudah terlebih dulu, mereka langsung menuju ruang kepala sekolah. Dan ternyata di sana sudah ada Vina dan keluarganya.
"Dia sudah datang rupanya!" gumam Ibu Vina saat melihat keduanya yang dipersilahkan masuk.
Pak Sopian bangkit dari duduk, dan mengangguk pelan. "Jadi begini, Pak, Bu ..."
"Berdasarkan hasil rapat, kami memutuskan untuk mencabut hukuman skors terhadap saudari Agnia, dan juga mendapat permintaan maaf dari saudari Vina."
Vina duduk disamping sang ibu itu hanya bisa tertunduk malu, sementara Agnia terlihat biasa saja.
"Sepertinya sudah tidak ada masalah lagi, kami sekeluarga meminta maaf atas perlakuan Vina padamu Nak!" ujar Ayah Vina.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Om, aku sudah memaafkan Vina!"
Ibu Vina mendengus, "Kalian dengar itu? Dia sudah memaafkan, jadi tolong tidak usah diperpanjang lagi."
Pak Sopian terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, lalu beralih pada Zian. "Bagaimana dengan mu?"
"Aku ... jika anda bertanya padaku! Maka aku akan tetap melaporkan masalah ini pada polisi, tapi karena keponakanku ini baik hati, maka aku akan mendukungnya saja! Iya kan Nia?" ujar Zian dengan mengelus kepala Agnia, dengan bibir yang melengkung.
Nyari kesempatan ini si tua, make pegang-pegang.
Agnia mengangguk lemah, sementara Vina menatap keduanya dengan mata yang memicing.
"Baiklah, karena semua masalah sudah selesai, saudari Agnia juga bisa kembali ke sekolah besok pagi, dan Vina ... bapak mohon untuk tidak lagi mencari masalah."
.
Setelah semua masalah selesai, mereka semua keluar dari kantor bertuliskan ruang kepala sekolah itu, sementara Zian masih berada dk dalam.
"Terima kasih atas bantuan Anda pak!"
"Sama-sama pak Zian, terima kasih sudah menyempatkan diri datang kemari! Padahal kondisi bapak sedang tidak baik-baik saja."
Zian pun menyusul Agnia yang sudah terlebih dahulu keluar, namun karena Agnia tengah bicara dengan Vina, dia pun mengurungkan diri untuk menghampirinya.
"Gue minta maaf Nia! Gak seharusnya gue lakuin semua ini sama lo, tapi asal lo tahu, gue lakuin ini agar gue gak tetap bisa sekolah!"
Agnia terperanjat, "Apa maksud lo Vin?"
"Lo tanya deh sama Om ketemu gede lo itu!" ujarnya lantas melengos pergi.
Agnia menatap Vina yang berjalan ke arah keluarganya dan masuk ke dalam mobil.
Sementara Zian menghampirinya, "Om bilang apa pada mereka?"
"Bilang apa .... maksudmu bilang apa?"
Agnia menatapnya curiga, "Om ngancem mereka? Agar mereka mau minta maaf?"
Zian tidak bergeming, karena dugaan Agnia benar, "Sedikit saja!"
"Om ... sudah aku bilang! Berhenti ikut campur masalah ku!!"
.
__ADS_1
.
Maaf ya, up nya gak bisa maksimal, karena kerjaan othor lagi numpuk nih... Terima kasih buat gak lupa like, komen dan dukung karya othor ini.