Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 43


__ADS_3

Glek


Zian tersedak ludahnya sendiri, sementara gadis kecil dihadapannya itu mengernyit, "Maksud nya, Nia ingin melihat-lihat ke atas, bukan ke kamar!"


"Lebih baik kita pulang, aku takut kamu mengacaukan acara ini!"


"Heh ... mana mungkin aku begitu!"


Sabar Nia, sabar ... kau tunggu kabar dari Cecilia aja.


Zian menggeser tubuhnya, "Memangnya Kamu mau lihat di atas? Seseorang?"


"Pacar ibuku, tapi dia malah datang bersama perempuan lain!"


Zian menggaruk kepala nya yang tidak gatal, apa yang dikatakan Agnia seperti menyindirnya.


Akhirnya Agnia tidak lagi bicara, dia sedikit menikmati acara, dengan menyantap sajian yang tersedia disana, giliran Zian yang pusing dibuatnya, pasalnya Agnia hanya menyicipinya saja.


Acara yang dihelat itu adalah peresmian perusahaan yang dimiliki oleh teman Zian, musik yang sedari tadi mengiringi acara ramah tamah kini sudah berubah, para tamu diperkenankan untuk berdansa bersama pasangannya.


Lagu All off you yang terkenal lagu romantis itu, membuat para tamu terlena.


'Cause all...


'Cause all of me


Loves all of you


Love your curves and all your edges


All your perfect imperfections


Give your all to me


I'll give my all to you


You're my end and my beginning


Even when I lose I'm winning


Zian mengulurkan tangan pada Agnia, mengajaknya untuk berdansa seperti yang lain, namun Agnia menolaknya, "Aku gak bisa!"


"Kamu pasti bisa, pelan-pelan saja," ucap Zian dengan anggukan dagu.


Akhirnya dengan terpaksa Agnia menuruti kemauan Zian, mereka kini saling berhadapan, dengan tangan Zian berada di pinggangnya, begitu juga Agnia yang memegang bahu Zian.


How many times do I have to tell you


Even when you're crying you're beautiful too?


The world is beating you down, I'm around through every mood.


Mereka saling menatap dalam, dan bergerak sesuai irama musik, keduanya hanyut dalam lirik dan makna dari sebuah musik.


"Lagu ini cocok sekali untukku dan Dita." ujar Zian dengan terus bergerakkan bahu.


Agnia mendecih, "Cocok dari mana nya?"


She's my end and my beginning.


"Haduh, disitu kan di dijelaskan bahwa dia adalah akhir dan awalku! Sedangkan kalian, Ppfftt ... "


"Kau meragukan cintaku?"


"Bukan cintamu, tapi cintanya."


Zian mengernyit, "Magsud mu...?"

__ADS_1


Agnia mengerdikkan bahunya, "Fikirkan saja sendiri!"


"Kau memberikan segalanya untuknya, terus apa dia juga begitu?"lanjutnya.


"Musik All of Me itu bercerita tentang seorang pria yang memberikan semua pada wanita nya, begitu juga sang wanita, mereka saling take and give, bukan hanya memberi terus atau menerima terus!" sambungnya panjang lebar.


"Aw ... kau menginjakku Nia!"


"Aku kan sudah bilang, aku tidak bisa berdansa!"


Zian tersenyum, ke arahnya, "Kau ahli dalam urusan cinta? Punya banyak pacar ya!"


Agnia memukul bahunya lembut, "Justru sebaliknya, aku kehilangan banyak cinta dalam hidupku, dan salah satu penyebab nya adalah cinta egois."


"Cinta Daddy, Mami, teman-temanku! Aku kehilangan banyak."


"Itu berbeda Agnia!"


"Cinta yang kita bicarakan berkaitan dengan perasaan dengan lawan jenis!"


"Nia faham Om!" Agnia mendengus.


Zian semakin menatapnya dengan lekat, mengagumi cantiknya paras gadis belia tapi mempunyai pemahaman yang lebih banyak dari usianya.


"Om ..."


"Hem."


"Apa besok Nia boleh keluar, hanya sebentar! Nia ada urusan disekolah?"


"Kalau mengenai rumoh itu, lebih baik jangan Nia, aku akan mengirimkan sekretaris Kim kesana!"


"Jangan! Aku hanya ingin melihat perayaan perlombaan!"


Zian menggiring Agnia kembali duduk, "Baiklah, tapi kamu harus berhati-hati."


Zian mengelus pipinya dan menunggu reaksi Agnia, gadis itu tersenyum tipis. "Bolehkah aku menciummu?" gumamnya.


Lalu menempelkan bibirnya di bibir tipis Agnia, hanya menempel, sampai beberapa saat, lalu Zian menariknya kembali.


"Lebih baik kita pulang!"


Hei ... kenapa gue gak bisa nolak, kenapa gue gak bisa gerak! Sialan jantung gue deg-deg an gini.


Mereka akhirnya keluar dari acara yang belum selesai itu, Zian menarik tangannya lembut, dan menyuruhnya untuk masuk. Sekelebet Nia melihat lampu di sebuah mobil berkedip, dan di dalamnya adalah sosok yang membuat Agnia terhenyak.


Agnia menarik Zian, hingga dia menghadap ke arahnya, "Kenapa?"


"Engga, aku hanya ingin Om melihat, apa dress ku ini cocok? Atau riasanku? Sepertinya ada yang aneh diwajahku!"


Zian mengernyit, "Tidak ada yang aneh!"


Dia menatap wajah Agnia dan mencari apa ada yang salah dengan wajahnya seperti yang dikatakan Agnia, namun Zian justru malah semakin terlena menatapnya dengan puas.


"Kamu cantik Nia, aku menyukaimu!" gumamnya tanpa suara.


Agnia sendiri terus menatap Zian, hidung mancung, bulu mata lentik, dan sedikit buku-buku di wajahnya, rahangnya yang tegas, dengan alis yang lebat.


Deg


Deg


Agnia merasa hatinya bergetar, namun seketika dia mengerjapkan mata, melihat ke arah belakang Zian. Dia menghela nafas, melihat mobil yang ditumpangi Dita berlalu dari pandangan.


"Kalau begitu kita pulang!" ujarnya dengan kembali mendorong tubuh Zian.


"Hei ... kamu ini kenapa?"

__ADS_1


"Aku lupa!!" ujarnya terkekeh.


"Dasar aneh!"


Agnia masuk ke dalam mobil, Gue jadi gak tega kalau dia benar-benar tahu jika pacarnya itu gak bener! Bagaimana ini ... Nia come on, buang rasa gak tegaan lo itu, yang udah-udah juga malah bikin sengsara diri lo sendiri.


Dreet


Dreet


Ponsel Agnia berdering, dia merogohnya di dalam tas, Cecilia calling, sejenak Agnia melirik Zian yang tengah memasangkan seat belt.


"Angkat saja Nia!"


Agnia memilih keluar dari mobil, lalu mengangkat sambungan telepon dari Cecilia.


'Nia ... kapan lo ada waktu?'


'Kenapa?'


'Ini mengenai pria itu!'


'Baiklah lo atur saja dimana! Kabari gue setelahnya.'


'Oke!'


Agnia menutup sambungan telepon, lalu berbalik dan kaget karena Zian berdiri dengan mendekap tangan.


"Apa yang kamu rencanakan?"


"Om ... ih tidak sopan menguping pembicaraan orang lain!"


"Jawab Nia?"


Agnia masuk ke dalam mobil, lalu Zian menyusulnya dibalik kemudi.


"Jangan mencari masalah Nia!"


"Aku tidak mencari masalah! Dia mencari masalah denganku! Apa aku harus diam saja Zian!" ujarnya dengan kesal.


"Maaf ... aku keceplosan!"


Zian menghela nafas, "Siapa dia? Ada masalah apa kamu dengannya? Biarkan aku membantumu!"


"Ini urusanku Om!!"


"Keras kepala!"


Agnia menatap tajam ke arah Zian, "Aku memang keras kepala, itu lebih baik dari pada menjadi lemah seperti mu!" Ujarnya membuka pintu mobil dan keluar.


"Anak itu selalu kabur kalau di kasih tahu!"


Zian ikut keluar dan menyusulnya, "Dengarkan aku Nia! Ayo masuk!"


"Jangan ikut campur masalah ku! Atau aku akan pergi dari rumah Om!" ancamnya.


"Nia kenapa kau sulit sekali di atur!"


"Karena aku bukan anakmu, atau keponakanmu, bahkan kita tidak punya hubungan darah!" sentak Nia.


"Kau hanya menganggap aku sugar Baby mu bukan? Jadi jangan berharap lebih!"


.


.


Udah 3 chapter ya, jangan lupa like komen dan fav, gift atau vote yaa.. makasih.

__ADS_1


Mohon maaf jika ada typo...


__ADS_2