Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 219


__ADS_3

Kedua sahabatnya itu membawa Agnia masuk, ke room small ditempat karaoke family yang tidak jauh dari area bioskop. Cecilia memang memiliki suara merdu bak penyanyi profesional, tak jarang para Daddy yang mengontraknya pun kerap menyuruhnya berkaraoke ria, Nita pun sama, namun suaranya lebih mengarah ke cengkok dangdut, serta memiliki goyangan maut yang membuat para Daddy merem melek. Sedangkan Agnia memiliki suara khas nya sendiri, serak namun saat bernyanyi bisa mengalahkan Cecilia, hanya saja dia jarang pergi ke tempat karaoke seperti kedua sahabatnya yang beranggapan jika kartu member sebuah tempat karaoke itu wajib di miliki selain kartu gamezone.


"Nit ... lo gak bosen apa lagu ini mulu dari tadi!" Cecilia merebut mic dari tangan Nita, gadis itu sudah tiga kali memutar lagu yang sama,


"Cinta satu malam terus! Gak gempor lo?"


Agnia tertawa mendengarnya, sementara Nita mendengus, "Itu lagu kesukaan gue Ce! Biarin napa ...!"


"Giliran si Nia nih! Gue pengen denger suara serak seraknya itu, gak kebayang malam pertama nya mereka pas si Nia de sah!!"


"Gila lo! Parah anjim, lo kepo juga! Taoi gue juga pengen denger sih!" timpal Nita tak kalah tertawa hingga terpingkal.


"Sialan emang kalian berdua! Dah ah, gue ke toilet dulu! Kalian lanjut aja." Agnia keluar dari ruangan kedap suara itu untuk ke toilet yang berada tidak jauh, namun dia juga harus melewati lorong panjang dan berbelok untuk sampai kesana.


Sementara Nita dan Cecilia yang masih didalam room justru memesan minuman beralkohol jenis teaquila, walaupun kadang alkoholnya termasuk ringan, dibandingkan di klub malam.


Agnia kembali masuk, saat Cecilia menyanyikan lagu, musik sendu dengan nada lembut membuat suasana menjadi tenang, Nita duduk mengotak ngatik ponsel dengan bibir yang tersenyum, wajahnya bersinar karena cahaya dari benda pipih yang dipegangnya. Agnia meraih gelas berwarna orange dengan potongan orange juice diatasnya, dia meneguknya sampai habis. Lalu kembali duduk disamping Nita.


"Jam berapa sekarang Nit?" tanyanya.


Nita tidak mendengar panggilan Agnia, hingga gadis berambut panjang itu menepuk pahanya.


"Nit jam berapa?" Katanya lagi dengan berteriak.


Nita menoleh, "Ooh ... tenang masih ada satu jam lagi, masih jam tujuh kok!"


Agnia mengangguk, lalu kembali fokus pada layar besar di hadapannya dimana Cecilia tengah berdiri, sampai merasa kepalanya sedikit pusing.


Cecilia menyerahkan mic padanya, "Giliran lo! Gue mau minum dulu!"


Agnia berdiri dan maju, lantas meneruskan lagu yang sebelumnya dinyanyikan oleh Cecilia, dengan suaranya yang serak serak, kedua sahabatnya itu bersorak karena akhirnya mendengar suara Agnia.


"Nit minuman gue mana?"


"Itu dimeja!"


"Gak ada bego!"

__ADS_1


"Mana gue tahu Ce! Gue gak minum kok, punya gue ini!" jawab Nita dengan menunjuk gelas miliknya yang hanya bersisa setengah.


"Lah ... terus kemana dong kalau lo gak minum? Masa Nia?" Cecilia melihat Agnia yang tengah bernyanyi, dia terlihat biasa biasanya saja, walau suaranya sedikit melemah dan tidak sesuai dengan nada lagu nya.


"Ce?"


"Minuman Nia mana?"


"Itu, soft drink!" tunjuk Nita pada sebuah kaleng berwarna merah.


Cecilia mengambilnya, kaleng soft drink itu ternyata masih belum di buka, dia melirik Nita lalu,


Brukk


Agnia ambruk ke lantai, dengan rok yang tersingkap namun justru tertawa tawa, "Guys ... kaki gue kayak kaki ayam, lemes amat!" ujarnya dengan masih tertawa.


"Sial!!!" Cecilia bangkit dari duduknya, dia meraih pergelangan tangan Agnia, dan membantunya berdiri, namun justru Agnia malah sempoyongan.


"Adduduuduh ... pala gue berat bos!" Agnia meracau, dia tidak pernah minum minuman beralkohol sebelumnya, walaupun kadar alkohol yang dia minum masih ringan namun efeknya malah justru berat bagi pemula apalagi perdana.


"Mampus Ce!!" Nita membantu membawa Agnia duduk ke sofa, dan membenahi roknya yang tersingkap.


"Ce ... Nit! Ayo dong nyanyi lagi! Kenapa malah diem!"


"Nia ... lo aduh ....!" seru Cecilia dengan menggaruk kepalanya, "Gimana ini Nit, lo sih sembarangan naro gelas! Lo gak pisahin apa?"


"Pisahin Ce! Gue aja gak tahu kapan Si Nia minum punya lo!"


"Mungkin pas gue nyanyi, dia kan baru masuk! Mampus Nit! Om Zian pasti marah nih!" tukas Cecilia dengan bingung.


"Siapa Zian ya? Aaah suami gue itu ... gue diajak nikah kayak diajak nikah boongan, catatan sipil tahu tahu jepret ...gue difoto!" Ucap Agnia dengan kedua tangan mengudara membentuk kotak lalu di gerakan bersamaan dengan arah berbeda, seperti sebuah kamera.


"Aduuhh ... bego lagi nih anak mabok nya rese gini!"


"Maklum Ce ... Si Nia gak pernah ngerasain minuman kayak gitu! Ya wajarlah doa pasti mabok, lo juga sih kenapa pesen minuman keras! Udah tahu kita lagi do karaoke family! Kenapa juga ada minuman keras disini."


"Ya terus ini gimana Nit? Lo malah ceramah gak jelas." Sentak Cecilia dan menyuruhnya diam daripada terus bicara.

__ADS_1


"Yeee sewot lo! Udah kita bawa ke toilet gimana? Kita siram supaya dia sadar."


Cecilia mengangguk setuju dengan saran sahabatnya itu, mereka lantas menariknya berdiri dan memapahnya keluar, tak lupa juga membawa tas sekolahnya masing masing.


Keduanya membawa Agnia ke toilet, walaupun gadis berambut panjang berjalan sempoyongan dengan terus meracau kemana mana.


"Nit ... Ce? Kenapa Nia?"


Tanpa di duga, Regi baru saja keluar dari room bernomor 222 yang terletak di lorong menuju toilet, berjarak enam nomor dari room mereka.


Keduanya terlihat panik, pasal nya akan membuat masalah jika Zian tahu, dan lebih kaget lagi saat melihat Regi.


"Dia gak sengaja mabok Gi!!" sahut Cecilia dengan terus berjalan.


"Kok bisa? Nia kan gak pernah minum Ce!"


"Dibilangin gak sengaja! Gimana sih lo!" Nita menjawabnya sewot, "Bantuin ... bukan cuma liatin, dia berat nih!" sambungnya lagi.


"Emang kalian mau bawa dia kemana?"


"Toilet! Siapa tahu efek minumannya berkurang kalau kita guyur." Tukas Cecilia dengan kembali menyeret tubuh Agnia yang berjalan sempoyonga.


Mau tidak mau, Regi membantunya. Dia mengangkat tubuh Agnia dan membawanya ke toilet. Kedua tangan Agnia melingkar di lehernya, gadis itu menyipitkan kedua manik hitamnya pada wajah Regi.


"Eeh ... apaan sih gendong gendong gue!Gue masih bisa jalan kali, walau pun kaki gue rasanya mau patah!" racau Agnia, gadis itu lantas menatap orang yang menggendongnya. "Eeh Regi ya?" Agnia terkekeh, "Gi lo marah ya sama gue? Lo gak mau temenan lagi sama gue Gi cuma karena gue udah nikah? Lo pasti sakit hati kan? Maafin gue yaa Gi!!" kedua tangan Agnia memegang wajah Regi, hingga Regi bisa melihatnya dari jarak yang amat dekat, jantung nya masih bertalu talu dengan kencang.


Sementara Cecilia dan juga Nita mengikutinya dari belakang, dan entah kenapa, toilet terasa sangat jauh, karena mereka tidak juga sampai.


"Gi lo jangan bawa gue kabur ya! Gue udah nikah ... dan juga cinta mati sama Zian!"


.


.


Haduh si Nia malah mabok... wkwkwkwk, padahal cuma segelas.


Lanjut besok yaa readers terlope lope aku. Makasih buat semua dukungan nya, mohon maaf kalau belum sempet bales komen.

__ADS_1


__ADS_2