
Hari minggu kebanyakan orang menikmati waktu santai setelah selama satu minggu sibuk sama aktifitas yang menyita tenaga serta fikiran.
Maka Hari minggu adalah waktu yang tepat buat bersantai menikmati rehat sejenak sebelum senin menyapa.
Tapi tidak buat kedua gadis cantik itu, mereka masih bekerja di Hari minggu, entah buat mengisi waktu,mencari tambahan uang jajan atau memang butuh.
Tapi memang dasar keras kepala saja, padahal kakak Indah sudah bilang buat tidak bekerja biar kakaknya yang biayai tapi dia menolak.
"Ndah kapan kita berhenti kerja,"
Halte adalah tempat langganan mereka berdua buat menunggu bus berangkat kerja.
"Berhenti, buat apa Nes?"
Menyerngit heran atas pertanyaab Ines yang terdengar menyimpang.
"Berhenti kerja Indah sayang, lagian kalau lo ngak kerja kan masih ada abang yang biayai hidup lo.
Emang lo ngak capek apa abis kerja masuk kuliah terus Hari minggu saatnya istirahat harus kerja juga,"
Keluh Ines yang seperti nya sudah mulai bosan kerja juga.
"Kalau lo mau istirahat ya tinggal berhenti kerja aja, ngapain ngajak gue segala,"
Lah jawabnya tak pake mikir dulu.
Apa katanya tadi berhenti aja, mana mau Ines berhenti sendiri kan masuk bareng jadi keluar juga harus bareng gimana sih Ndah.
Skip tempat kerja.
Toko kue tempat mereka biasa kerja sangat ramai di libur seperti sekarang.
Banyak pengunjung atau langganan yang memesan kue buat acara arisan, acara keluarga atau hanya untuk sekedar di makan aja.
"Mbak kue ini ada lagi tidak?"
Tanya salah seorang pelanggan kepada Indah.
"Maaf buk, kue yang ini cuma tinggal segini.
Apa mau yang lain aja?"
Tawar Indah pada pelanggan itu, sebab kue yang di tunjuk merupakan kue terlaris di toko ini.
"Makasih ya mbak, saya ambil yang tersisa aja,"
Putus akhirnya yang tidak mau menambah dengan kue lain.
Lagian dia membeli buat di makan saja jadi tidak perlu di tambah sama yang lain, kecuali lagi ada acara.
Dengan segera Indah membungkus kue yang di pesan pelanggan tadi lalu menyerahkan.
"Terima kasih bu, semoga puas sama pelayanan hasil masakan kami,"
Semakin siang suasana toko makin rame buat hanya sekedar mencicipi kue sambil ngopi yang memang di sediakan di tempat itu.
Ngemil santai sambil ngopi.
Jam istirahat biasanya toko tutup sebentar sekitar satu jam setelah itu baru buka lagi.
Tapi lima menit sebelum tutup tiba tiba datang dua orang lelaki tampan memasuki toko itu padahal sudah di pasang tanda tutup istirahat.
"Selamat siang,maaf om untuk satu jam ke depan kami tutup istirahat dulu,"
__ADS_1
Sapa Indah ramah pada orang yang baru masuk itu, namun mendengar ucapan Indah ada hati yang di pukul kuat.
om.
Batin orang itu.
"Siapa yang kamu panggil om?"
Hardik orang itu pada Indah.
"Kamu om,"
Jawab polos Indah tidak memperhatikan aura hitam yang baru keluar dari diri orang itu.
"Kapan saya nikah sama tante kamu?"
Bentak dia yang merasa harga dirinya terhina di panggil om.
Lagian tidak terlalu buruk di panggil om, kecuali di panggil kakek atau opa baru boleh marah atau melaporkan atas pencemaran nama baik, elah om baperan bingit
"Lagian siapa juga mau punya om seperti om.
Kasian tante saya kalau punya suami seperti om dia kena marah tiap Hari,"
Udah Ndah jangan terlalu di tanggapi juga dengan wajah polos itu tidak cocok tau.
"Kamu sudah bosan kerja disini hah, mau saya beli tempat ini biar kamu tidak bisa bekerja lagi,"
Tidak habis fikir sama perempuan di depan nya ini, masa tidak terpikat sama ketampanan dia atau setidaknya terpesona sebentar.
Kalau gini caranya maka dia harus melakukan perawatan lagi.
Lebay ah.
Kan kita tempel cuma tulisan tutup istirahat om gimana sih,"
Entah dapat keberanian dari mana Indah bisa berdebat sama orang asing.
"Sekalian sama mulut kamu saya beli,"
Ada ya orang seperti perempuan ini fikir dia.
"Om tertarik sama mulut saya? tapi ngak saya jual om.
Jadi om beli kue aja ya, sini om pilih kue yang mana?"
Bukan nya tujuan dia ke sana buat beli kue bukan berdebat sama orang aneh ini.
Umpatan demi umpatan di lontarkan dalam hati, mengurutuki perempuan di depan nya itu.
Teman dia masuk ke dalam tadi hanya jadi penonton menyaksilan debat pilkada yang di lakukan dua orang itu.
"Dasar gila,"
Umpat dia sedikit keras, sebab sudah sedari tadi menahan kesal setengah mati.
Baru kali ini dia dapat lawan bicara yang tidak ada takut nya sama sekali sama dia.
"Silahkan om mau pilih kue yang mana?
mau sekalian pesan kopi,"
Kembali para sifat ramah serta murah senyum yang Indah tampilkan.
__ADS_1
Tadi ngajak debat sekarang sifatnya beda lagi menampilkan wajah penuh senyuman.
"Tidak perlu,"
Ketus dia menjawab tanpa melirik.
Cewek bunglon.
Orang yang berdebat sama Indah barusan yaitu Frans yang datang bersama Farid.
Kedua lelaki tampan itu sudah jadi langganan tetap di sana hanya saja jarang mampir di hari minggu.
"Pasangan yang cocok,"
Gumam Farid dari jauh.
Datang ke sana Farid tidak belanja hanya menemani Frans saja, dia sudah tau kalau Frans akan membelikan buat dia juga nanti.
"Pak tadi pagi ayam tetangga saya mati karna banyak melamun, tapi,"
Tegur Ines berdiri di samping Farid.
Farid tertegun mendengar suara lembut itu menyusup ke dalam telinga nya.
"Tapi,"
Beo Farid bingung.
"Matinya bukan karna sakit tapi berantem kemarinnya lagi sebab memperebutkan ayam betina jadi nya mereka berantem sampai mati deh,"
Kekeh Ines lalu pergi dari sana.
"Pasti dia teman gadis aneh itu,"
Lirih Farid melihat ke arah Indah berdiri bersama Frans.
"Sama sama aneh, teman nya manggil Frans om dan dia manggil gue pak.
Ah patut di lestarikan,"
Geleng geleng kepala pada tingkah mereka berdua.
Ada ya cewek aneh di dunia serba canggih ini, ini zaman modern dan cara fikir harus modern juga bukan seperti mereka.
"Om mau apa lagi?"
Tanya Indah pada Frans yang masih betah memanggil dia om.
Kalau om semuda serta setampan Frans siapa saja juga mau sama dia.
"Berhenti memanggil saya om dan saya tak sudi di panggil om oleh kamu,"
Frans hanya akan ramah serta bicara biasa pada orang terdekat saja tapi kalau sama orang lain jangan harap ada kata ramah.
"Terus manggil om apa? pak, uncle, kakek atau beb gitu,
Udah nih om belanjaannya semoga ngak bosan datang kemari ya,"
Menyerahkan kue pilihan Frans lalu pergi dari sana sebelum kena omelan lagi.
Indah tau orang itu lagi menahan emosi hanya saja masih bisa di kontrol.
\=\=\=\=\=
__ADS_1
Tbc.