Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 64


__ADS_3

Nia menoleh ke sumber suara, kedua netra mereka saling bertemu, begitupun dengan Serly, menatap pria tinggi yang tengah mengatur nafas, sepertinya dia berlari saat melihat Agnia.


"Om Zian? Ngapain ke sini?"


"Bisa kita bicara sebentar?" sahut Zian, nafasnya masih terengah-engah, dengan tangan yang memegang pinggangnya sendiri.


Agnia melirik Serly, namun dia juga tidak ingin pergi, urusan dengan Agnia belum selesai.


Dia kan Omnya Nia!! Gue baru lihat dengan jarak sedekat ini, ternyata ganteng banget sumpah.


"Maaf Om, seperti yang Om bilang, urusan kita sudah selesai, jadi untuk apa ya kita bicara?"


Agnia berlalu begitu saja, meninggalkan Zian dan juga Serly yang masih mematung.


"Nia ... tungguin gue!!" ujarnya menatap Zian lalu menyusul Agnia.


"Lo kenapa sama Om lo itu? Sepertinya lo marah sama Om yang bahkan gue baru lihat selama gue bersahabat sama Lo sejak dulu."


Agnia menghela nafas, "Bukan urusan lo juga!"


Serly berdecak, "Ayolah Nia, lo katanya udah maafin gue? Tapi sikap Lo masih kayak gini!"


"Kayak gimana magsud Lo? Denger ya Serl ... gue udah maafin lo kok, tapi kayaknya kita udah gak bisa sedekat dulu lagi, jadi kalau lo pengen balikan sama Adam, ya Lo usaha lah sendiri!"


Agnia melangkah lebih cepat, menghindari Zian yang tiba-tiba muncul, juga Serly dengan permintaan tidak tahu malunya itu.


Serly bergegas masuk ke dalam kelas menyusul Agnia yang sudah lebih dulu masuk, walaupun Agnia tetap tidak merubah kursi dimana dia duduk disamping Serly seperti sebelumnya.


"Gue minta maaf Nia ... gue bukan mau ikut campur masalah lo lagi! Gue hanya pengen kit kayak dulu lagi Nia!!"


"Hmmm ...."


Jawaban singkat ternyata membuat Serly bungkam seketika.


Adam menatapnya dari belakang, dia hendak menyapa Agnia, namun bel tanda kegiatan belajar sudah menggema.


Para siswa duduk di bangkunya masing-masing, begitupun Agnia dan Serly, Vina yang duduk di samping Serly itu terus menatap Agnia juga Serly.


"Pagi anak-anak!"


"Pagi pak Sopian...." sahut mereka serentak.


"Sebelum Kita mulai kegiatan belajar mengajar, bapa ingin memanggil Agnia Sarasvati, untuk segera masuk ke ruangan BK."


"Haduh apa lagi sekarang ulahnya?"


"Langganan banget sih Lo ke ruangan itu!"


"Tahu nih si Nia!"

__ADS_1


"Berisik woii...! Gak apa-apa Nia, gue percaya lo gak ada masalah lagi!" Seru Adam, membuat Serly mendelik ke arahnya, tindakan Adam yang terang-terangan membela Agnia dihadapannya.


Pak Sopian terkekeh, "Memangnya orang yang masuk BK itu, sudah pasti punya masalah? Bapa sampai tidak enak hati mendengarnya." Menghela nafas. "Bukan hanya itu ... Bapa memanggil Agnia kesana, karena ada saudaranya yang menunggu. Ayo Nia, Om mu. sudah minta izin pada bapak!"


Vina berseringai, Om-Om ketemu gede, Lo fikir Lo bisa bohongin semua orang? Tapi lo gak bisa bohongin gue.


Deg


Zian? Astaga ... apa sih maunya?


.


Agnia akhirnya keluar dari kelas, dia menuju ke ruangan BK dimana Zian tengah duduk bermain ponsel. Tanpa banyak bicara Agnia menghempaskan bokongnya dikursi didepan Zian.


Zian menghentikan jarinya, dengan kepala yang mendongkak ke arah gadis belia keras kepala itu. "Apa kabar Nia?"


"Langsung aja deh Om, Om mau apa datang kemari?"


Zian menghela nafas, "Aku mau minta maaf!"


"Buat?"


"Semua kesalahanku pada mu Nia! Apa yang kau katakan tentang Dita itu benar."


Agnia membulatkan pupil matanya, namun dia sudah tidak kaget atas perbuatannya itu.


"Sudahlah ... itu sudah berlalu, gak usah Om bahas lagi."


"Rumah? "


"Rumahku!"


Agnia terkekeh, lalu kembali memasang wajah datarnya, "Apa otakmu bergeser? Kau baru saja mengusirku, dan hari ini meminta aku untuk kembali! Om Fikir sendiri deh!" Agnia bangkit dari duduknya, lalu dia berjalan keluar.


"Ooh ... satu lagi! Gue bersyukur akhirnya Om tahu juga! Tapi semua itu gak bakal bikin gue mau balik ke rumah Om lagi."


Agnia benar, apa yang dikatakan Zian tidak masuk akal fikirannya agar dia mau mu Kembali kerumah


Dia berjalan masuk dan terhenti tiba-tiba saat seseorang menarik lengannya dari belakang.


"Nia ... dengarkan aku bicara, aku belum selesai!"


Agnia memutar badannya ke belakang, "Apalagi si Om? Nia gak mau kok."


"Sekarang Nia tinggal dimana?"


Agnia berdecak, "Emangnya penting? Nia mau dimana kek ... mau kemana kek, bukan urusan Om juga kan!"


"Astaga Nia, aku minta maaf! Aku benar-benar minta maaf atas semuanya! Kalau perlu katakan aku harus bagaimana agar kamu memaafkanku."

__ADS_1


"Tidak perlu melakukan apa-apa! Karena Nia gak bakal ikut ke rumah Om Zian. Lebih baik Om pulang!"


Agnia kembali berjalan dan masuk ke dalam kelas. Sementara Zian berdiri termangu melihat Agnia yang menghilang dari pandangannya.


Apa-apaan sih dia, nyuruh gue keluar dari rumah, ngusir gue, tapi hari ini dia juga yang nyuruh gue kembali, dasar si tua.


Cecilia keluar dari ruangan kelas, dia mengernyit saat melihat Zian, "Siapa dia?"


"Halo Om ... cari siapa ya? Mungkin aku bisa bantu."


Zian menatap sosok yang hanya sebatas dadanya itu, "Aku mencari Agnia?"


Wow ... orang sekeren ini nyariin Agnia!


"Emangnya Om siapa nya Agnia? Ayahnya?"


"Bukan ....!!" ujarnya singkat.


"Aku Cecilia Om, temannya Agnia!"


"Huum ... kalau begitu kamu bisa sampaikan pesan saya?"


"Bisa ... bisa Om ... jangan khawatir! Aku pasti bantuan, tapi Om beneran Om nya Agnia atau Om ... itu?"


Aduh nih bocah ganggu pula,


"Aku Om dari saudara jauh ibunya." jawab Zian.


Cecilia mengangguk-ngangguk. "Ok Om ...."


Kebangetan tuh anak, gak cerita kalau dia lagi nyekill sugar daddy ternyata. Kalau ini mah gue juga mau kontrak eksklusif, no samping kiri sama kanan.


"Tolong cari tahu dimana dia tinggal sekarang?


"Wah kalau itu sih, aku gak tahu Om! Dia katanya tinggal sama Omnya, apa jangan- jangan...."


Seolah tahu apa yang difikirkan Cecilia, akhinya Zian berdehem. "Iya memang sebelumnya dia tinggal dengan ku, namun karena satu dua hal, dia juga pergi dari rumah!"


Cecilia terbelalak, "Aku gak tahu lho, dia gak pernah cerita tentang masalahnya apa,"


"Kalau begitu, aku mempercaimu." ujarnya dengan dengan tegas.


Cecilia masih terperangah saat Zian melewatinya, dan semakin melebarkan mata agar bisa mengingat wajah tegas Zian juga harum semerbak yang menyeruak dari tubuh tegapnya.


"Ya ampun ... tubuhnya minta di tindih gak sih! Ujarnya dengan terus melihat punggung Zian menjauh.


Sementara Agnia yang kembali ke kelas tersungut, dia tidak mungkin bercerita banyak hal lagi pada Serly.


"Sudah selesai? Ada masalah apa Nia?" tanya Adam yang membuat Agnia kaget, karena tiba-tiba dia berdiri disampingnya dengan mencondongkan tubuh padanya, hingga wajahnya sangat dekat.

__ADS_1


"Apaan sih Lo Dam!!!"


__ADS_2