Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 256


__ADS_3

Kim menajamkan pandangannya saat ini, namun mulutnya masih terkunci rapat, tidak satupun perkataan Dave yang dia bantah.


"Kenapa? Apa aku salah bicara Kim? Apa yang aku katakan padamu semua tidak benar! Untuk apa kau terus bersembunyi, kau fikir perasaanmu akan hilang begitu saja? Tidak bukan!"


"Kau benar Dave! Kau benar sekali! Apa kau fikir aku mau seperti ini? Tidak dave ... sama sekali tidak!" teriak Kim kemudian, dengan dada naik turun menahan emosi. "Kau hanya takut tidak bisa mengendalikan perasaan ini Dave! Aku takut jadi gila dan melakukan hal hal yang akan menyakitinya, menyakiti putrimu! Harusnya kau mengerti itu Dave ... dia putrimu."


Dave meraup wajahnya kasar, "Siapa bilang aku tidak peduli Kim? Aku sangat peduli ... aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi! Aku pasti akan memastikan kebahagian putriku Kim, itu sebabnya aku juga tidak mengatakan kau ada dimana saat ini! Bahkan setiap hari kau membantu pekerjaanku disini. Aku tidak mengatakannya karena aku juga peduli padamu Kim!"


Kim terduduk disofa, memang benar selama ini dia tidak pergi jauh sebagaimana niat awalnya yang ingin pergi sejauh mungkin, dia justru menyewa apartemen kecil yang berada dikawasan gedung perkantoran baru milik Dave.


Dave menghela nafas panjang dan bangkit dari duduknya untuk menghampiri Kim disofa. Dengan kedua lulut yang ditekuk dihadapan wanita perfeksionis itu, Dave menatapnya lekat.


"Kalau kau butuh sandaran? bahuku siap Kim! Kalaupun kau butuh perlindungan, ragaku siap melindungimu!" Ujar Dave lirih.


"Kita berdua sama sama pernah terluka oleh keadaan! Kenapa kita tidak mencoba untuk saling mengobati? Ayo kita berjalan sama sama Kim!"


Kalimat yang keluar dari mulut Dave tentu saja membuat Kim tertohok, bahkan dia tidak mampu mengedipkan matanya.


"Walaupun aku pernah menjadi seorang pengecut dimasa lalu, bukan berarti aku tidak bisa memberikan masa depan bukan? Bahkan saat logika ku ini tidak berdaya, kau masih bisa mengandalkanku Kim! Aku akan membantumu melupakan Zian."


"Kau gila Dave!" Kim menepis kedua tangan Dave yang berusaha menggenggam tangannya. Namun pria itu tetap menggenggamnya erat.


"Lepas Dave! Jangan libatkan dirimu dalam urusanku!"


"Kenapa? Kenapa Kim? Apa aku tidak pantas? Apa hanya Zian yang pantas menerimannya?"


Kim menggelengkan kepalanya, "Bukan itu bodoh! Kau tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi padaku, jadi jangan terlibat."


"Apa kau juga mengatakan hal ini pada Zian saat dia memutuskan menikahi Jasmine dulu?" ujar Dave lagi lagi membuatnya tertohok.


"Itu berbeda Dave! Kita sudah sama sama dewasa."


"Justru itu Kim ... karena kita sama sama dewasa! Aku ingin jadi pria yang bisa kau andalkan, lepaskan Zian ... Dan menikahlah denganku."


"Dave?" ujar Kim dengan suara lirih.

__ADS_1


"Aku serius Kim! Aku ingin membantumu keluar dari situasi yang membuat dirimu sskit sendiri."


"Dave it---"


"Kim! Tidakkah ada pria yang membuatmu percaya selain Zian?"


Kim terdiam, kedua sorot pandangnya bertemu. Melihat keseriusan di dalam manik Dave, pria pecundang yang dia kenal. Namun juga banyak hal menarik dalam dirinya.


"Aku ....!"


"Fikirkanlah baik baik Kim! Kau tidak ingin jadi pecundang yang hanya bisa pergi lalu menghilang seperti aku dulu bukan? Kau bisa melewatinya dan hidup bahagia Kim ... bersamaku!"


Jemari Kim melemah dalam genggaman Dave, hingga pria yang tengah berlutut di depannya itu leluasa mengenggamnya dengan hangat. Kim merasakan perasaannya nyaman saat ini, bahkan rasa khawatir dan ketakutan dalam hatinya seolah berkurang saat hangatnya jemari Dave menggenggamnya lembut.


"Mungkin aku tidak sesempurna Zian, tapi aku berhak dapat kesempatan bukan? Dan tentu saja patut dicoba." ujarnya mengulum senyuman, saat tahu suasana hati Kim lebih rileks dari sebelumnya.


Kim mendorong tangannya sembari berdecak mendengar Dave mengatakan hal konyol itu.


"Ini bukan untuk coba coba Dave!"


Kim menatapanya lagi, kali ini dengan pandangan nanar, menatap Dave yang juga tengah menatapnya. Entahlah, keduanya sama sama tidak menemukan cinta, bahkan getaran getaran cinta sedikitpun, atau bahkan hatinya berdetak lebih kencang dari pada sebelumnya. Namun hanya satu yang bisa Kim temukan disana, didalam manik tajam Dave, ada sebuah ketulusan yang terlihat jelas. Hati Kim tiba tiba menghangat, pria yang paling ingin dia hindari karena kebencian masa lalu, pria yang menurutnya paling pecundang karena meninggalkan seseorang dalam keterpurukannya.


"Aku benar benar tidak bisa berfikir Dave!"


"Boleh aku beri saran?"


Kim mengangguk, sementara Dave mengulas senyuman, "Biar aku yang fikirkan, kau hanya perlu mengangguk dan memeluk pria pecundangmu ini. Bagaimana?"


Kim lantas berdecak, tangannya keras memukul bahu Dave, "Aku sedang serius! Berhentilah bercanda."


Dave meringis, namun dia juga terkekeh, "Kau fikir aku bercanda? Aku serius Kim! Kau hanya cukup mengangguk, setelah itu mari kita bahagia bersama."


"Tapi aku tidak memiliki perasaan apa apa padamu?" ujar Kim memastikan, dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan. Apalagi keputusan yang tidaklah mudah seperti itu.


"Aku juga Kim! Aku hanya memiliki perasaan kagum padamu! Tapi aku akan terus berusaha, bukan hanya cinta ... tapi kita bisa membuat cerita kita sendiri Ayana Hakim."

__ADS_1


"Hei ...! Dari mana kau tahu nama lengkapku Dave!"


"Aku mengagumi seorang Kim, maka akan mencari segala sesuatu tentangmu!" terang Dave dengan kembali menggenggam tangan Kim. "Kau fikir hanya Zian yang peduli padamu? Dia bahkan tidak tahu apa makanan favorite mu bukan?"


"Memangnya kau tahu?"


Dave mengangguk, "Aku tahu ... kau sangat suka makan pare bukan?"


"Kau tahu itu?"


Dave kembali memegangguk. "Aku tahu Kim! Itu sebabnya, aku lah pria yang pantas bersanding denganmu."


Kim masih belum menjawabnya, dia benar benar tidak tahu apa yang tengah Dave fikirkan saat ini hingga semua kata katanya terdengar manis.


"Dave! Kau tidak sedang membual kan?"


Dave menggeleng kan kepalanya, "Tidak Kim! Apa semua kata kataku terdengar seperti bualan ditelingamu? Apa karena aku begitu buruk di matamu Kim?"


Dave masih berusaha meyakinkan seorang Kim yang tidak mudah ppercaya pada pria lain selain Zian. Terlebih pada seorang Dave. Fikirnya.


"Aku mau!!"


Wajah Dave berubah cerah dengan kedua mata yang berbinar sempurna, pria itu langung mengecup kedua tangan Kim bergantian.


"Aku akan pastikan cerita kita akan selalu bahagia, dan aku akan pastikan kau tidak akan menyesal mengambil keputusan malam ini Kim!" ujarnya dengan terus tersenyum.


Tak lama dia mendekatkan wajahnya ke arah Kim, dengan menyapit dagunya dengan ibu jari dan juga jari telunjuk.


"May I kiss you?"


.


.


Nah lho Kim mau sih sama Dave...?? Baru ngomong gitu aja udah luluh sih ah Kim. wkwkwk.

__ADS_1


3 bab lagi untuk hari ini ... makasih buat semua dukungan kalian. Sampai jumpa besok


__ADS_2