Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 148


__ADS_3

Sementara Laras sudah curiga dengan kedatangan Arkhan beserta beberapa orang yang datang lebih dulu, walaupun dia menyambutnya dengan baik, namun terasa aneh karena Arkhan baru muncul setelah sekian lama.


Bahkan Agnia hampir saja tidak mengenali pria paruh baya yang mengaku kakeknya itu, dia hanya menatapnya lekat saat Arkhan memasukkan dua koper kecil miliknya.


"Apa ayah mertua hendak menginap disini?" tanya Laras heran.


Dia dan Dave sudah hampir sepuluh tahun berpisah, dan aneh saja jika mantan ayah mertuanya itu tiba tiba berniat menginap, bahkan dengan beberapa orang.


"Aku bisa mencarikan ayah mertua hotel yang tidak jauh dari sini!" tukas Laras lagi, dia benar-benar tidak nyaman dengan kedatangan beberapa orang termasuk ayah mertuanya sendiri.


"Apa kau ingin mengusirku pergi Laras? Aku bahkan baru saja tiba disini!"


Arkhan mengedarkan pandangannya diseluruh ruangan rumah, dan berakhir pada Agnia yang masih berdiri disamping sang ibu.


"Sini Nak ... kakek merindukanmu!" ujarnya dengan melambaikan tangan kearahnya.


Agnia menatap sang ibu, dia lantas maju dan membiarkan Arkhan memeluknya, "Kakek sudah lama tidak bertemu denganmu, kau sudah setinggi ini,"


Agnia hanya tersenyum tipis dengan kembali mengurai pelukannya, "Karena kakek terlalu sibuk berbisnis, sampai lupa punya cucu, iya kan Kek?"


Arkhan tergelak, "Wah cucuku ternyata pemberani, dia sepertimu Laras!"


"Tentu saja, karena aku putrinya! Hanya putrinya." tukas Agnia menohok.


"Nia ...!" lirih Laras memperingatkan putrinya untuk tidak bicara lebih banyak lagi, dia sudah melihat raut wajah anaknya sendiri sudah berubah, namun bukan Agnia namanya jika hanya akan diam saja.


"Sepuluh tahun ini kakek kemana saja? Apa perusahaan kakek mengalami perubahan saat ini? Karena kalau maju pesat, kakek pasti tidak akan ada disini!" tebaknya membuat Laras menggigit bibir bagian dalamnya sedikit.


Arkhan kembali tergelak, "Kau memang cucuku yang sangat pintar!" uajrnya dengan kembali memeluknya.

__ADS_1


"Aku kemari karena ingin bicara dengan ibu mu! Apa kau tidak keberatan meninggalkan kakek bicara berdua dengan ibumu?"


Agnia menatap ibunya kembali, Laras mengangguk kearahnya, dia pun keluar dari ruangan tamu dan menutup pintu. Beberapa orang terlihat berdiri diluar dan juga pintu masuk, membuat Agnia semakin terheran, untuk apa kakeknya datang.


Gue harus tahu apa yang kakek bicarakan didalam!


Diapun mengayunkan kakinya dengan cepat ke arah belakang, ada lorong kecil dari luar yang terhubung dengan jendela ruang tamu, dia bisa menguping pembicaraan mereka dari sana.


Agnia berjalan mengendap ngendap dan menempelkan daun telinganya diantara celah jendela tanpa terlihat.


"Laras, aku akan membawa cucuku kesingapura, dia akan sangat membantu disana, Dave membutuhkannya!" ujar Arkhan dengan mendaratkan bokongnya disofa.


"Kalau kau mau, kau juga ikut kesana, itu akan memudahkanmu untuk kembali rujuk dengan Dave!"


Laras terdiam, tak bisa dipungkiri, rasa cinta untuk Dave tidak pernah hilang, namun untuk kembali, rasa itu sulit, ditambah dengan adanya wanita lain yang kini ada dihati Dave.


Melihat Laras yang hanya terdiam, Arkhan bedehem, "Kau tenang saja, Dave dan wanita sialan itu akan segera bercerai, dia wanita licik yang hanya mengincar harta saja! Wanita rendahan yang tidak tahu berterima kasih! Licik...."


Berat sekali bibir Laras menyebutkan nama Karina, wanita yang sempat menjadi sahabatnya yang justru menikamnya dari belakang. Setelah bertahun tahun bersahabat, dia justru membuat Dave berpaling darinya, namun bukan hanya Karina yang bersalah, karena Dave jugalah yang membiarkan dirinya tergoda dan justru memilih bersama Karina.


"Wanita itu telah mengambil alih perusahaan, wanita licik yang tidak punya perasaan Laras, dia menghancurkan semuanya, mengambil semuanya!"


"Semuanya?"


"Ya ... semuanya, semua diambil alih, sekrang hanya tinggal menunggu keputusan pengadilan yang akan memutuskan. Mereka akan mengakusisi. Dan bodohnya Dave tidak bisa berbuat apa apa!"


"Lalu apa hubungannya dengan Agnia Ayah? Apa yang bisa dilakukan oleh gadis berumur 17 tahun itu disana?" tanyanya tanpa basa basi.


"Dave pasti akan membutuhkan dukungan putrinya bukan? Aku ingin Agnia juga mempelajari setiap bisnis yang digeluti keluarga yang akan diwariskan untuknya nanti." pungkasnya menjelaskan.

__ADS_1


Laras kembali terdiam, semua ini terdengar rancu, kenapa baru sekarang sang kakek mengatakan jika Agnia lah yang akan mewariskan semuanya, kemana saja mereka kenapa baru datang setelah Karina memperlihatkan sifat aslinya.


"Nia gak mau!" seru Nia dengan membuka pintu jendela.


"Nia gak mau ikut ikutan rencana kalian, terutama yang berhubungan dengan Dave, dia bukan ayah Nia lagi, dengan gitu ... kau juga bukan kakek Nia!"


"Nia ... hentikan! Bicara yang sopan, beliau tetap kakeknya Nia!"


"Apa mommy tidak merasa aneh, kenapa baru hari ini kakek muncul disini? Kemana saja mereka selama sepuluh tahun ini? Jangan fikir Nia gak tahu! Kalian membutuhkan bantuan dari mommy bukan? Setelah apa yang terjadi pada perusahaan yang selama ini membutakan mata hati kalian? Harta yang diagung agungkan?" ujarnya dengan suara lantang.


"Nia ... Jangan bicara seperti itu!" Sentak Laras, bagaimanapun keadaannya, dia ingin putrinya itu menghormati pria yang menjadi kekeknya itu, terlebih usia yang jauh lebih tua.


Tanpa disangka, gadis berusia 17 tahun itu justru melompati jendela, dia masuk begitu saja, membuat Laras dan Arkhan terperangah melihatnya,


"Pokoknya Nia gak mau!" uajrnya lalu keluar dari ruangan dan menutup pintu ruang tamu yang sebagian besarnya adalah kaca itu dengan keras.


Arkhan menatap Laras, "Bagaimana selama ini kau mendidik anak perempuan seperti itu Laras? Apa kau tidak mengajarkan Budi pekerti padanya? Hingga dia bersikap tidak sopan seperti tadi? Benar benar memalukan."


"Ayah mertua tidak pantas mengatakan hal itu pada putriku, putri yang aku besarkan sendirian tanpa bantuan dari kalian!" ujar Laras lebih menohok.


"Kalau ayah kemari hanya ingin membuat hubunganku dan Dave membaik, asal ayah tahu, semua itu tidak untuk anakku, dia sangat sakit hati pada ayahnya yang bahkan tidak peduli padanya!" lanjut Laras semakin menohok.


"Apa ayah tahu, putriku tidak akan begitu saja mau menuruti keinginanmu, walau itu kau lakukan untuk ayahnya!"


Arkhan mengepalkan tangannya, selama ini dia berfikir akan mudah membawa Agnia dan Laras, karena mereka pasti masih mengharapkan Dave kembali, ditambah Agnia hanya seorang gadis kecil yang akan menuruti apa yang dikatakan orang tuanya, namun nyatanya semua ini sulit.


"Dengar Laras ... aku melakukan ini untuk kebaikan kita semua! Aku ingin melihat kalian kembali bersatu sebagai keluarga yang utuh."


Pintu kembali terbuka, Agnia kembali dengan dua koper milik sang kakek.

__ADS_1


"Aku sudah memesan kamar hotel untuk kakek, sebentar lagi akan ada supir taksi yang kemari untuk membawa kakek dari sini! Dan aku rasa dua mobil sudah cukup untuk membawa semua orang orang didepan sana!"


__ADS_2