Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 290


__ADS_3

Agnia menoleh dengan kedua bola mata terbelalak saat mendengarnya kemana tujuan mereka pergi.


"Hubby bercanda kan?"


"Tidak baby! Aku serius, kita akan ke singapura sore ini."


Agnia tersentak kaget, dengan wajah panik menatap suami yang terpaut usia 17 tahun dengannya itu. "Tapi aku sedang hamil, lagian juga aku gak bawa apa apa, obat sama vitaminmu, belum vitaminku juga, terus acara pembukaan cabang baru milik momy gimana? Itu acaranya malam ini hubby!"


"Kau tidak usah khawatir tentang hal itu."


"Gimana aku gak khawatir, ini dadakan sekali! Gak ada persiapan apa apa, kau pikir Singapura itu deket? Tinggal sat set sat set gitu!" Sentaknya dengan tangan memukul paha Zian dengan keras. "Kita harus konsultasi dulu sama dokter Siska? Emang boleh orang lagi hamil kayak aku naik pesawat? Kau mau terjadi sesuatu?" sentaknya lagi.


"Baby ... tenanglah! Aku kan sudah bilang jangan mengkhawatirkan apa apa, kau hanya cukup diam dan mengikutiku. Oke! Aku pasti akan memastikan semua yang terbaik untukmu. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Istri dan calon anakku. Hem?"


Agnia menghempaskan punggungnya di seat mobil dengan kedua tangan melipat di depan dadanya, serta bibir yang mencebik sempurna.


"Gimana caranya aku tenang. Kau benar benar gila!" cicitnya pelan.


Tak lama mobil pun telah sampai di bandara internasional, dimana beberapa orang terlihat tengah berkumpul hanya untukmenunggunya.


Supir mematikan mesin mobil, dia keluar dan membuka pintu untuk Zian, lalu bergegas membuka untuk membuka pintu Agnia, namun gadis itu telah lebih dulu membuka pintu dengan wajah yang terlihat kesal dan juga tidak pernah menyangka.


Zian berjalan menghampirinya dan meraih tangannya. "Ayo baby! Semua orang sudah menunggu."


"Semua orang! Kau mengajakku meeting atau mau kondangan. Banyak banget yang nunggu." dengus Agnia saat melihat sekelompok pria berjas hitam serta di belakangnya ada seorang berjas putih.


"Eeeh ... dokter Siska kan itu?"

__ADS_1


"Hem ... aku tidak hanya akan konsultasi! Tapi aku membawa serta dokter Siska bersama kita, dia akan memantau dan memeriksa anak kita selama kita didalam pesawat juga selama kita berada di Singapura."


Agnia menoleh pada Zian, pria itu menatap lurus dengan penuh percaya diri, gurat kebahagaian pun tercetak jelas dari wajah tampannya.


"Kau ini berlebihan sekali Hubby! Dokter Siska jadi harus meninggalkan semua pasien di rumah sakit hanya untuk anak ini!" ujarnya dengan melirik perut yang bahkan belum berubah sama sekali, masih rata dan tanpa gejala kehamilan apapun yang dirasakannya. Jangankan semua orang, Agnia sendirinpun masih tidak menyangka jika dirinya tengah hamil.


"Itu bukan masalah, rumah sakit besar itu tidak mungkin hanya memiliki satu dokter obygn. Jadi kau tenang saja Baby!"


"Gak sekalian aja dokter Irsan juga kau bawa!"


"Dia memang ikut!"


"Hah?" Agnia tersentak lagi, dia benar benar tidak menyangka Zian mengajak semua orang.


"Kau tidak ingin membuat resepsi kita disana kan? Semua orang ikut, jangan jangan Cecilia dan juga Nita ikut juga!" gumamnya dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah, dia mencari kedua sahabatnya yang mungkin akan jadi kejutan dari Zian untuknya.


"Ah ... aku lupa! Kau ingin mereka juga ikut baby? Aku bisa menyuruh supir menjemputnya sekarang."


"Bos!"


Agnia lamat lamat mengulas senyuman saat dokter Siska menghampirinya. Dia membawa perlengkapan kedokterannya dan mengajak Agnia untuk duduk.


"Dokter Siska! Maaf ya merepotkan, pasti jadwal praktek nya jadi berantakan gara gara ini!"


"Tidak kok ... aku justru senang. Kebetulan jadwal hari ini tidak terlalu padat, jadi bisa aku atur." ujarnya dengan mengeluarkan sesuatu dalam tasnya. "Aku cek kondisimu dulu yaa sebelum kita take off pesawat."


Agnia mengangguk, sekilas dia melirik ke arah Zian yang tengah bercengkrama dengan Dokter Irsan, pria itu terlihat mengerutkan dahi, lalu sedetik kemudian seulan senyuman terbit dibibirnya.

__ADS_1


Apa yang mereka obrolkan, ini kayak bukan semacam meeting biasa! Atau jangan jangan Om Zian bener bener bikin resepsi pernikahan tanpa kasih tau aku dan mau bikin kejutan spesial. Semua orang nanti ada disana, tiba tiba pada ngumpul dan bikin gue terharu kek drama drama korea. batin Agnia.


"Kondisimu bagus! Jadi tidak ada yang harus di khawatirkan, hanya saja kau juga harus lebih berhati hati, tetap positif dan jangan berfikir berlebihan yang bisa membuatmu stress ya sayang!" terang Dokter Siska yang telah selesai memeriksa kondisi Agnia.


Gadis itu hanya mengangguk pasrah, sedangkan di dalam kepalanya banyak hal yang dia fikirkan mengenai meeting antar hotel yang terlihat bukan meeting biasa.


Zian berjalan menghampirinya, senyuman itu tidak juga hilang di wajah tampannya dan semakin membuat Agnia curiga.


"Bagaimana Dok? Istri dan anakku baik baik saja kan?"


"Tentu tuan! Kalian bisa melakukan perjalanan ke singapura tanpa harus mengkhawatirkan sesuatu."


"Terima kasih atas bantuannya! Dokter Irsan akan menemani anda nanti dok."


Dokter Siska mengangguk sebelum melangkahkan kakinya dari tempat duduk disamping Agnia, "Kalau begitu aku akan menemui dokter Irsan dulu."


"Tumben banget bilang makasih sama orang lain?" cibir Agnia dengan kedua mata menyalang.


"Baby! Dokter Siska adalah orang pertama yang harus aku hormati karena dia dokter yang akan membantu istri dan anakku lahir nanti. Dan aku adalah pria yang menjungjung tinggi jasa orang yang membantuku. Bukan begitu?"


"Sepertinya kau senang sekali hubby! Memangnya di sana akan ada acara apa? Kau tidak akan melakukan ini jika ini bukan meeting biasa kan?" ujar Agnia yang tiba tiba rasa penasarannya muncul berkali kali lipat.


"Baby!! Kau memang selalu bisa menebak! Ayo pergi, kau akan tahu nanti."


Keduanya naik ke dalam pesawat yang disewa oleh Zian. Didalamnya jajaran orang penting dari perusahaan Maheswara group juga Dokter Siska dan Dokter Irsan. Agnia mengikuti langkah Zian. Dugaannya tentang resepsi pernikahan yang disetting seolh hanya meeting biasa itu bisa dia tebak dengan mudah.


"Kenapa gak ngomong aja langsung! Kalau begini nanti gue harus pura pura kaget, terkejut dan pura pura menangis bahagia, padahal gue udah tahu! Kan jadinya gak seru!"

__ADS_1


.


Eeeh ... Nia emang terlalu pintar buat hal hal begitu yekan! Kalau nanti di singapura memang resepsi pernikahan kalian juga harus pura pura gak tahu aja yaaa readers... othor juga mau pura pura kaget wkwkwkw. Lagian Om Zian ngapain sih bawa bawa bumil jauh jauh. Dibawa ngemoll juga udah bahagia kali Om. kwkwkwkw.


__ADS_2