
"Non ... jangan!!"
"Kenapa Bi ... Nia kan kangen Mami!" Ujarnya kembali berjalan.
"Ibu baru saja pulang, mungkin sekarang sedang istirahat!"
"Mami nanyain Nia gak?"
Bi Yum menggeleng pelan, membuat Agnia
Agnia terdiam, tak lama kemudian dia kembali berjalan, "Ya udah, Nia mau ganti baju dulu."
Mami gak nanyain gue sama sekali, gitu juga Daddy! menyebalkan.
Agnia melangkah melewati kamar ibunya, namun rupanya pintu kamar tidak dikunci, hingga dia tersenyum saat melihat cahaya temaram dari dalam kamar.
"Gue udah lama gak tidur bareng Mami, tapi nanti saja, gue ganti baju dulu baru ke kamar Mami." ucapnya pelan.
Tak lama dia masuk kedalam kamarnya sendiri, menatap kamar yang beberapa hari ini tidak dia tempati. Agnia membaringkan tubuhnya diatas ranjang, menatap foto kedua orang tuanya yang ada di meja rias.
Agnia bangkit dan mengambilnya, lalu mengamatinya dengan seksama,
"Nia kangen kalian!" ujarnya dengan kembali berbaring dengan foto yang dia peluk.
Untuk berapa saat Agnia tertidur, dan baru bangun saat perutnya keroncongan, dia pun bangun dan mencuci muka kusutnya.
"Tuh kan gue lupa kasih surat panggilan dari sekolah!"
Gadis itu keluar dari kamar, dan mendapati Ibunya tengah bercum bu di meja makan, langkahnya terhenti saat itu juga, dia menatap ke bawah dan melihat adegan yang tentu saja hanya dia tonton di video.
Saat itu juga lututnya terasa lemas, bahkan tubuhnya seakan mengambang. Hal menjijikan yang dia lihat itu dilakukan oleh ibunya sendiri.
Air matanya luruh begitu saja saat mendengar rintihan demi rintihan dari bibir seorang ibu yang dia rindukan. Tangannya mengepal saat pria yang tidak sia kenal meng ga gahi perempuan yang melahirkannya.
Dan mereka berdua saling menikmati, What the ****!!
Agnia kembali masuk kedalam kamar, mengunci pintu dan masuk kedalam kamar mandi.
"Gue benci Mami!!" ujarnya dengan membasuh wajahnya berkali-kali dengan air.
Kenapa gue harus melihatnya, kenapa gue terus menerus ngalamin kesialan! Sial ... sial....
Sepertinya keputusannya untuk kembali pulang adalah keputusan yang salah, tapi dia juga tidak tahu harus kemana? Dalam keadaan tidak karuan, biasanya dia akan menginap di rumah Serly, namun tidak untuk kali ini. Persahabatan mereka hancur, dan Agnia tidak punya siapa-siapa lagi.
Dia membenamkan kepalanya diatas bantal, dan menangis sejadinya, marah dan kecewa karena ibunya sendiri tidak pandai menjaga diri.
Setelah beberapa lama, dia mendengar pintu kamarnya di ketuk.
__ADS_1
"Non ... non Nia?"
Agnia menyusut air mata dan membuka pintu, terlihat bi Yum yang berdiri dihadapannya,
"Kenapa menangis Non?"
"Bi ... kenapa sih Nia gak bisa kayak orang lain! Nia ngerasa sendirian Bi!"
Agnia menangis di pelukan bi Yum, hanya dialah yang mengerti dirinya saat ini.
"Nia mau pergi aja dari rumah!" ujarnya kemudian.
"Jangan Non! Jangan, diluar itu lebih berbahaya, bibi takut Non kenapa- kenapa!"
"Enggak bi, Nia mau keluar dari rumah ini! Untuk apa terus di sini? Mami bahkan tidak pernah peduli sama Nia!"
Bi Yum ikut menangis, sebab dia pun sudah mengira jika anak majikannya itu melihat apa yang seharusnya dia lihat. Dan merasakan bagaimana kecewanya dia melihat tingkah laku ibunya sendiri.
Agnia masih tersedu-sedu, "Tadinya Nia pokir dengan pulang, Nia dapat kekuatan buat ngehadapin masalah-masalah Nia! Tapi malah sebaliknya Bi, Nia udah gak punya tempat berpijak."
"Ada bibi Non! Ada Bibi ... jangan pernah merasa Non sendirian, bibi akan selalu berada disisi Non!" ujar Bi Yum yang terus menenangkannya.
Setelah Agnia berhenti menangis, dia mengambil tas sekolahnya, dan memasukkan buku-buku sekolah ke dalamnya.
"Terus nanti Non mau kemana?"
Dia masih menyeka air mata yang terus menitik walau berapa kali dia mengusutnya.
"Enggak bi, mungkin Nia mau ke rumah Vina aja untuk beberapa hari. Sebelum Nia dapat tempat sewa."
"Ya tuhan, kenapa jadi begini!! Kasian kamu Nak!"
Mereka akhirnya menunggu dua orang dewasa yang menjijikkan itu hingga selesai, atau entahlah. Selesai atau bahkan pindah tempat. Karena saat Agnia keluar, mereka sudah tidak ada.
"Non ... Bibi masih berharap Non tetap disini!?"
Agnia mengangguk pelan, "Mungkin nanti Nia akan tinggal bersama Daddy aja Bi!" ucapnya dengan menyampirkan tasnya.
"Tapi juga itu tidak mungkin ya, Daddy sudah punya keluarga baru disana!" lirihnya.
.
Hari sudah mulai gelap, Agnia turun ke bawah dengan tas yang tersampir dibahunya, ibu nya dan juga pria yang baru saja menungganginya sudah tidak ada, namun pakaiannya masih teronggok berserakan di lantai.
Membuat Agnia bergidig jijik, dia bahkan menginjak-injak pakaian dengan menjadikan nya keset kaki. "Rasain!!!"
Kedua matanya membulat saat melihat dompet berwarna hitam, di atas meja. Agnia mendongkak ke atas, melihat ke arah pintu kamar ibunya.
__ADS_1
"Non mau apa?"
Agnia tidak menjawabnya, dia membuka dompet tebal itu dan mengabaikan bi Yum yang melarangnya.
"Non ... jangan!!"
"Biarin Bi!"
Agnia mencabut kartu identitas miliknya yang terselip bersama beberapa kartu lainnya, juga mengambil beberapa lembar uang didalamnya.
"Non ... jangan itu namanya mencuri!"
"Sama aja kan bi! Dia mengambil harga diri Mami!" ujarnya dengan menyimpan kartu identitas dan uang yang dia ambil ke dalam saku celananya, lalu kembali menyimpannya di tempat semula.
"Non ... nanti ketahuan!"
"Pasti bi, Mami pasti akan mengecek CCTV, atau bahkan dia tidak peduli!!"
Bi Yum hanya mengurut dadanya melihat Agnia,
"Nia pergi dulu bi!"
"Non ... bibi harus bilang apa kalau ibu nanyain?"
"Kita lihat, apa Mami peduli dengan ku atau justru lebih peduli dengan pria itu." Ucapnya lagi.
Malam itu juga Agnia benar- benar keluar dari rumah, dia menaiki ojek online untuk pergi ke rumah Vina yang lumayan jauh dibandingkan teman-temannya yang lain. Walau jam menunjukan pukul 9 malam, dia tidak peduli lagi, dan butuh waktu setengah jam untuk sampai ke rumahnya.
.
.
"Lo tahu bagaimana akhirnya dia?"
"Hancur banget pasti!"
"Selain gua ancurkan persahabatannya, gue juga bikin dia di score dari sekolah."
"Mantep banget sih lo!"
"Pastinya, lo gak tahu kan ... gue bisa lakuin apa aja buat ngehancurin orang-orang yang gue benci!"
"Bodoh banget sih si Nia!"
"So Cantik dan so baik anj ... gue benci saat orang-orang memuji kecantikannya, kepintarannya, dan semua yang deket dengannya gue ancurin!"
"Akting cupu lo totalitas banget sih, gue salut sama lo Vin!"
__ADS_1
Agnia yang baru saja turun dari ojek online, berencana membuat Vina kaget, namun malah dirinya yang dibuatnya kaget, bahkan tidak mampu berkata-kata. Dan lagi-lagi tertegun mendengarnya sendiri.
"Jadi ... selama ini."