Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 193


__ADS_3

Sementara ketiganya yang terus berjalan ke arah kelas dengan terus tertawa membuat Serly yang memperhatikannya dari tadi menghela nafas, sampai detik ini dia tidak masih heran, kenapa hubungan persahabatan nya dengan Agnia semakin memburuk. Bahkan Agnia dan dirinya tidak pernah lagi bisa tertawa lepas seperti saat dia melihatnya bersama Cecilia dan juga Nita.


"Agnia udah berubah! Gue udah lakuin banyak hal agar hubungan persahabatan gue kembali kayak dulu! Itu semua karena kedua orang menyebalkan itu, Cecilia dan juga Nita. Mereka yang bikin Agnia berubah dan mereka bikin persahabatan gue hancur!" ucapnya dengan mengepalkan tangan lalu masuk ke dalam kelas, menyimpan tasnya dengan sedikit kasar lalu duduk di bangkunya.


Agnia melambaikan tangan pada kedua sahabatnya saat berpisah dan menuju kelas masing masing, dia masuk ke dalam kelas begitu saja dan melewati Sherly. Gadis berambut panjang itu memilih duduk di bangku lain yang berjarak dua bangku dari bangkunya bersama Serly seperti sebelumnya. Menatap lurus kearah papan tulis yang masih bersih tanpa menggubris Sherly yang diam-diam menoleh ke arahnya dan terlihat tatapannya yang sedih. Dia sampai menghela, sebenarnya dia juga tidak tega melihat Sherly namun perbuatannya kali ini sangat keterlaluan, dia tidak ingin lagi Serly terus-terusan menekannya dan juga memperlakukannya dengan tidak baik seperti Vina dulu.


Adam masuk dan melihat ke arah Selly dan juga Agnia secara bergantian, dia sama dengan Agnia, menghela nafas sebelum kembali berjalan dan duduk di bangku tepat belakang Agnia.


"Are you Ok?" serunya dari belakang.


"Sure Dam!! I'm Oke!!"


"Gue harap selalu yang terbaik buat lo Nia, gue tahu kabar itu gak bener kan? Lo sama sekali gak ngelakuin apa yang mereka tuduhkan walaupun foto itu terlihat jelas foto lo!"


"Thanks kalau lo percaya itu Dam!! But it's oke!! Gue udah terbiasa ngehadepin hal begini dari dulu. Yang gue heran pelakunya justru temen gue sendiri!!"


Adam tersentak, "Kali ini Lo tahu pelakunya? Kenapa Lo gak lapor Pak Sopian aja sih! Gue juga kesel ... padahal gue fikir lo orang yang gak neko neko disekolah."


Agnia mengerdik, "Gue juga gak tahu apa yang mereka iriin dari gue!! Tapi gue gak bakal lapor Pak Sopian ... gue masih bisa handle Dam!"


Adam mengangguk, "Gue udah move on dari lo Nia! Tapi gue masih berharap kita bisa jadi temen baik kayak dulu lagi, secara kita juga udah mau lulus dan siapa tahu nanti kita se kampus ya kan!"


Agnia mengangguk kecil, "Sure!! Kita emang temen baik kan!!"


"Tos dong!!" Adam mengangkat kelima jarinya di udara dan menunggu Agnia menepukkan kelima jarinya juga.


Jika sekarang gue gak bisa dapetin hati Nia, mungkin nanti saat di universitas gue bisa! Selama Regi belum mengikrarkan Agnia miliknya, gue masih punya kesempatan. batin Adam dengan tangan yang masih mengudara.

__ADS_1


Namun Agnia hanya tertawa lalu membalikkan tubuhnya, melihat hal itu Serly menatap dengan sinis. Dia bangkit dari duduk nya dan berjalan menghampiri Agnia.


"Nia ... gue mau ngomong!!"


.


.


Serly sengaja mengajak Agnia bicara di satu ruangan, ruangan yang kerap digunakan oleh anak anak OSIS berkumpul, karena jam pelajaran baru saja dimulai, ruangan itu otomatis kosong, hingga Serly bisa bicara dengan leluasa.


"Apa lagi yang mau Lo omongin?"


"Gue gak habis fikir sama Lo Nia! Lo masih mau temenan sama kedua cewe murahan itu? Yang jadiin Lo jadi kayak gini! Dan kabar yang gue denger itu bener, foto itu juga bener kan!"


Agnia berdecih, Serly masih saja terus berpura pura tidak tahu apa apa, dan berpura pura memasang wajah sendu.


"Terus kalau emang itu bener lo mau apa?" tantang Agnia.


"Gue udah bilang sama Lo! Lo yang toxic ... bukan mereka! Lo yang berubah ... bukan gue!! Jadi jangan salahkan mereka atas apa yang terjadi sama lo sampai gue udah muak ngomong sama Lo Serl! Lo temen baik gue, tapi lo juga sama kayak Vina ... muka dua!!"


Agnia melangkah keluar, namun Serly menarik lengannya, "Gue belum selesai ngomong!"


"Apalagi?? Masih punya muka lo atas semua yang lo lakuin sama gue! Jangan fikir gue gk bisa bales perbuatan lo Serl ... inget itu!!" tunjuknya dengan tegas.


"Tapi___,!!!"


"Udah deh!! Lo gak usah banyak bacot!! Gue udah muak!! Dan lo inget Serl, yang ngehancurin persahabatan kita itu bukan mereka, tapi Lo!" ujarnya mendorong dada Serly, "Jadi sebelum lo ngajak gue ngomong dengan seribu alasan gak masuk akal lo! Lebih baik lo introfeksi diri." ucapnya lagi lalu mengayunkan kakinya keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Serly menyambar cutter dari tempat bolpint diatas meja dan mengejarnya, dia menarik bahu Agnia hingga tubuh Agnia berbalik menghadapnya.


"Lo gak bisa bersikap kayak gini sama gue Nia! Gue gak terima ... Lo lebih milih mereka dibandingkan gue yang sejak kecil bareng sama Lo!"


"Terus Lo mau apa?? Lo mau nekad kayak Vina??"


Nita yang tengah melintas menuju toilet melihat Serly yang memegang cutter yang disembunyikan dibelakang punggungnya, beruntung dia langsung lari dan mendorong Serly hingga menghantam tembok, dan cutter itu terjatuh.


Agnia melihatnya dengan jelas, dia benar benar kecewa, Serly melakukan hal lebih buruk dari Vina.


"Lo selalu ikut campur Nit!!" seru Serly membungkuk hendak mengambil cutter yang tergeletak dilantai, namun Agnia lebih cepat menendangnya.


"Lo gila Serl!!! Gue gak nyangka sama lo....!!! Lo mau bikin gue celaka???"


"Sinting lo Serl!!!" timpal Nita.


"Ayo Nia ... Lo kali ini mesti tegas, kita lapor pak Sopian, ini gak bisa dibiarin, dia udah punya niat jahat sama lo!!"


Serly menatap wajah Nita dengan tajam lalu beralih pada Agnia yang masih terpaku ditempatnya, dia masih tidak percaya Serly berniat buruk lebih dari Vina.


"Gak gue gak bakal laporin dia!!"


Nita menoleh tidak percaya, "Nia ... Lo jangan tertipu sama muka nya yang so lugu! Dia bakal lebih ngelakuin hal bejad kalau lo lengah Nia!!"


"Engga Nit ... !! Gue ... gue gak mau ngelakuin hal yang sama buruknya kayak dia!! Gue juga gak suka maen lapor lapor kayak dia!!"


Nita menggelengkan kepalanya pelan, sementara Serly mengulas senyuman, dia merasa Agnia masih peduli padanya, masih membelanya dibandingkan mendengar saran Nita.

__ADS_1


"Gue tahu Lo pasti bakal belaain gue Nia!!" ujarnya lalu menatap Nita dengan tajam.


"Lo denger kan Nit!! Dia belain gue ketimbang dengerin Lo!! Jadi lebih baik lo pergi dan jauhin Nia ... Lo hanya bikin pengaruh buruk buat Nia!!"


__ADS_2