Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 46


__ADS_3

"Lo gimana sih ketua osis?"


Semua mata tertuju pada Regi, ketua Osis SMA Nusantara, juga kapten basket Tim mereka, perawakannya setara dengan Adam, hanya saja Regi mempunyai iris mata berwarna coklat.


"Lo diem aja Dam lihat kekacauan ini?" ucapnya berang.


Adam hanya mendengus, seolah berkata apa urusan lo? Setelah itu barulah dia membubarkan siswa yang masih mengerumuni itu.


"Ayo Nia ikut gue! Sekalipun lo salah, gak ada yang bisa menghakimi lo, terlebih dari teman-teman terbaik lo ini!" ujar Regi menarik tangan Agnia untuk ikut dengannya ke sebuah ruangan yang diperuntukan untuk para tim basket.


"Gi ... lo gak mesti lakuin ini sama gue! Entar lo di jauhin juga kayak gue!"


"Itu bagus menurut gue! Dengan begitu, gue tahu mana temen yang tulus mana yang enggak!"


"Lo bener Gi!" Agnia berseringai, "Itu sebabnya gue kemari."


Regi mengernyit, "Apaan?"


"Lo lihat nanti!"


Acara baru saja di mulai, sambutan demi sambutan pun bergulir, kepala sekolah, guru olahraga, dan ketua osis sendiri sudah naik ke atas podium.


Kemudian berlanjut dengan penampilan cheerleaders yang menjadi kebanggaan SMA Harapan Bangsa, dan Agnia terperangah, saat melihat Vina berada di antara mereka.


"Vina ... Vina, buat sampe di tempat itu, lo tega sama gue!" gumamnya.


Cecilia dan Nita berjalan menghampirinya, "Gila berani banget lo kemari Nia?"


"Berani lah! Gue mau kasih hadiah buat kalian juga mereka semua." tukasnya dengan tersenyum.


Regi menatap nyalang pada Cecilia dan juga Nita, "Kalian juga sama saja kayak mereka itu!"


"Jelas beda! Gue dan Nita itu masih waras, kami nakal tapi gak rugiin orang! Iya gak Nia?"


"Iya lo berdua yang dapet enaknya, gue dapat getahnya!"


Mereka berdua tergelak, sementara Regi tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


"Lo kan udah gue ajak buat yang enak-enak!"


Regi mendekat ke arah Agnia, "Mereka ngomong apaan?"


"Gak usah lo dengerin, mereka ini sakit!"


ucapnya, Mereka emang sakit, tapi hanya mereka berdua yang bantu gue Gi saat ini selain lo.


Agnia melangkah keluar, "Gue cabut dulu ya Gi!"


"Mau kemana?"

__ADS_1


Cecilia dan juga Nita saling menatap, dia mengikuti Agnia yang keluar dari ruangan itu.


.


Layar di atas podium menyala, semua siswa bersorak, pasalnya itu video dimana para Tim tengah bermain, video itu menjadi background Cheerleader pada saat beraksi hingga terlihat sangat Efic. Dan pada saat akhir penampilan, Slogan sekolah di ucapkan oleh Vina dan teman-teman, Video telah berganti, dengan gambar gelap, dan bergerak tidak karuan, yang hanya suara di awal permulaan.


'Lo gak takut nanti ketahuan?'


'Gak ... kan ada si Serly yang gue kambing hitamkan! Lo tahu bac hot nya dia ngatain gue, beuuhh ... parah! Dah pengen gue tonjok aja tuh congor-nya!'


Setelah suara dengan gambar bergerak tidak karuan, barulah gambar menjadi jelas.


'Jadi selama ini, lo pelakunya Vin?'


Vina terperanjat, dia membalikkan tubuh ke arahnya, begitu juga temannya.


'Nia?'


'Iya ini gue! Dan thanks, gue udah denger dan lihat sendiri kebusukan lo Vin! Gue gak nyangka sama sekali!'


Vina tidak memperlihatkan wajah bersalahnya, namun dia berdiri dengan lantang dan suara menyalak, 'Bagus deh kalau lo udah tahu! Gue cape pura-pura baik depan lo!'


Plakkk


Agnia mendaratkan tamparan dipipinya, 'Ada masalah apa sih lo sama gue Vin, salah gue apa sama lo?'


Vina yang langsung emosi karena ditampar, balik menampar Agnia,


'Karena gue benci sama lo.'


Dalam video itu juga Vina menjambak, menampar bahkan menerjang tubuh Agnia dengan brutal.


'Denger ya Nia! Gue paling benci sama lo karena lo sok cantik!'


'Gue ... Vina! Selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang karena mereka sibuk melihat lo ... lo dan terus lo!'


Agnia semakin meringis, saat kuku jari Vina menekan keras pipinya, 'Lo sakit Vin! Bener-bener sakit!'


Semua mata kini menatap ke arah Vina, termasuk teman-teman tim Cheerleaders-nya.


"Vina? Lo ....!!!"


Vina menggelengkan kepalanya, dan sosok teman yang membantunya pun merasakan hal yang sama dengan nya.


Video masih berputar jelas, dengan Vina yang terus menyerang.


.


"Ini?"

__ADS_1


Serly terperanjat, video itu berputar tepat didepannya, video malam dimana Agnia memergoki Vina, dia merasa bersalah padanya, harusnya, dia menjadi sahabatnya yang mengerti dan menemaninya.


"Nia...!" lirihnya.


Video berakhir dengan Agnia yang jatuh tersungkur, dengan wajah yang penuh luka dan hampir tidak sadarkan diri, setelah Vina menghajarnya tanpa dia bisa melawannya.


Serly berlari mencari Agnia, dia bertanya pada siswa yang tengah melintas, yang sama-sama ingin tahu akhir dari peristiwa menggemparkan seantero sekolah ini. Ditambah wajah malu para guru dan kepala sekolah yang ikut hadir saat itu.


Semua orang mencari Agnia, Adam berlari ke ruang audio, dimana seluruh kendali ada disana, namun ternyata kosong, hanya ada petugas audio yang baru saja masuk. Bahkan dia tidak tahu apa-apa.


Regi pun melakukan hal yang sama, dia berlari keluar mencarinya, mobil BMW seri 3 yang dikendarai Agnia sudah tidak ada disana.


Sementara Vina menangis sejadinya, lututnya lunglai seketika dan dia ambruk begitu saja, semua temannya meninggalkannya begitu saja, begitu pun teman yang malam itu membantunya, dia sudah pergi terlebih dahulu, walaupun di video itu, dia tidak terlalu tampak jelas, hanya Vina yang terlihat jelas bahkan sangat jelas.


Beberapa pelatih basket dari SMA lain dan para jajarannya berlalu begitu saja, dan sudah pasti jika video itu menjadi viral, pihak yayasan sekolah juga akan menanggung resikonya.


.


.


Sementara ditempat lain, Agnia tertawa puas, dengan flashdisk ditangannya, begitu pula Cecilia dan juga Nita, mereka benar-benar tidak menyangka Agnia mampu melakukan hal dengan resiko besar ini.


"Lo ternyata lebih sakit daripada yang gue fikir Nia!" ujar Nita dengan menyeruput Es Boba jumbo miliknya.


"Gue gak sakit! Serius ... tapi gue bisa ngelakuin apapun jika gue terdesak!" ungkap Agnia.


"Keren sih lo!"


"Lah, sekarang aja kalian pada bilang gue keren! kemaren-kemaren pada ngancem gue!"


Cecilia melingkarkan tangan di bahunya, "Sorry ... itu karena lo belain orang yang salah!"


"Lo gak tahu kan Vina itu siapa?"


"Gara-gara dia, Cecil kehilangan ikan besar dan harus gigit jari! Bener ga woi!" ungkap Nita dengan menyenggol lengan Cecilia.


"Hooh ... parah emang dia, dengan wajah cupu nya itu, dia nyebarin gosip ke Daddy gue, sampai kontrak gue di putuskan tiba-tiba! Sialan kan!"


"Emang....!"


Agnia terhenyak tidak percaya, "Jadi gara-gara itu lo pada bully dia disekolah!"


Mereka berdua menganggukan kepalanya, "Karena hanya di sekolah, dia tidak akan berkutik, secara dia cupu! Ternyata suhu woii...."


Ketiga nya tergelak, lalu mengangkat cup boba jumbonya masing-masing, kemudian mereka tempelkan bersama.


"Hidup Para Baby!"


"Hidup...." sahut Nita

__ADS_1


"Ogah!" Agnia mendorong cup jumbonya sendiri, dan kembali tergelak.


Sorry Vina, sorry Serl ... gue terpaksa ngelakuinnya.


__ADS_2