Bukan Sugar Baby

Bukan Sugar Baby
Episode. 174


__ADS_3

Kim benar benar menghentikan laju mobilnya, dia menepi dan keluar dari mobil,


"Hei ... kenapa kau menyuruh Kim pulang sendiri!"Seru Agnia memegangi sandaran seat depan saat Kim keluar begitu saja tanpa menolak.


"Dia sudah dewasa! Bisa menjaga dirinya sendiri!" sahut Zian lalu keluar dari mobil.


terlihat Zian dan Kim berbicara, lalu Kim tersenyum tipis pada Nia.


"Bener apa yang dikatakan sekretaris Kim tadi! Dia melakukan hal yang tidak terduga kalau tidak suka! Tidak marah tapi kesal ... apa apaan, kan sama aja!" gumam Agnia.


Zian masuk kebelakang kemudi, "Kau tidak ingin pindah Nia? Memangnya aku supir? Aku ini calon suamimu!" sentaknya dengan menoleh ke arah belakang.


"Iya ... iya ... Gak perlu marah juga kali!"


Agnia melompat dan menginjak seat untuk pindah ke jok depan tanpa keluar dari mobil, membuat Zian melebarkan kedua pupilnya.


"Astaga ... kebiasaan!"


"Biar cepet Om! Gak mesti keluar dulu, hemat tenaga, hemat energi." selorohnya membanting tubuhnya di seat depan.


Zian menghela nafas, dia melaju dengan kecepatan tinggi, sementara Kim sudah menaiki taksi.


"Kasian banget sekretaris Kim!" gumamnya.


"Kenapa kau selalu kasian pada orang lain tapi tidak pada ku!"


"Ya ampun, norak banget sih! Udah tua juga."

__ADS_1


Zian tidak menjawab, dia kembali memperhatikan ruas jalan didepannya, sementara Agnia menatap ke arah luar,


"Kita mau kemana?"


"Hotel!"


"Hei ... kenapa ke hotel? Enggak gak ... gak mau, Nia mau pulang! Mau ngapain coba ke hotel!"


"Pokoknya Kau ikut saja! Kau akan tahu nanti!"


"Pokoknya gak mau!! Kita kan akan segera menikah! Om juga bilang mau jagain Nia ... gak akan bikin rusak!" celetohnya tanpa henti.


"Memangnya aku mau ngapain Nia? Aku hanya ingin menemui orang, kau hanya menemaniku saja! Kenapa fikirannmu kali ini selalu kotor dan buruk!"


Agnia terdiam, dia berfikir Zian yang masih kesal akan berbuat macam macam seperti dulu, bahkan mengurungnya di rumah.


"Maaf ... Nia fikir___!"


"Kau membuatku bertambah kesal! Kau sudah bilang apa yang harus kau lakukan agar aku tidak lagi kesal, aku hanya minta kau menemani bertemu orang! Ini justru membuatku bertambah kesal." ujarnya Kemabli merajuk.


"Maaf ... aku tidak tahu! Om juga gak bilang kan!".


Zian mengambil kotak merah dari bawah dasboard mobilnya, dia membukanya, didalamnya terdapat cincin pilihan Agnia tadi, lalu menyodorkannya pada Agnia.


"Apa?"


"Kalau kau tidak mau ikut ke hotel, kita lebih baik kembli ke mall dan mengganti cincin ini! Kau tahu ini bukan seperti cincin pernikahan, ini cincin anak anak!"

__ADS_1


Agnia mendengus, "Tapi aku suka! Ini sangat cocok denganku!"


"Kau mau membuatku kesal untuk ke tiga kalinya Nia?"


"Tidak ...!"


"Baiklah ...! Sebagai calon istri yang baik, kau memang harus menurut perkataan ku."


"Pertama, kau harus menciumku disini!" Ujarnya dengan menunjuk pada pipinya kirinya.


"Hei ... kenapa begitu? Jangan bercanda Om!" sela Agnia.


Zian kembali berbicara, dia tidak menggubris perkataan Agnia yang keberatan dengan permintaan pertamanya, "Kedua, kita akan segera menikah! Jadi aku ingin kau mengganti panggilan padaku, aku menikah dengan wanita yang aku cintai, bukan dengan keponakanku. Kau harus berhenti memanggilku Om!"


Agnia membulatkan kedua matanya, "Terus aku harus memanggilmu apa?" gumamnya pelan.


"Ketiga, besok temui aku di jalan xxx sepulang sekolah! Aku berada disana sepanjang hari,"


Agnia mengerjapkan kedua matanya, "Om bercanda kan!"


"Tiga syarat yang akan membuatku tidak kesal lagi. Impas kan! Ayo lakukan syarat Pertama." Zian kembali menusuk nusuk pipi kirinya sendiri, menunggu Agnia menciumnya.


"Noraknya kebangetan!!"


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, komen dan vote juga yaa makasih


__ADS_2