
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya yang di tunggu-tunggu oleh tuan Thomas dan yang membuat Samuel harus menunggu juga telah datang.
Thomas dan Samuel berdiri untuk menyambut kedatangan beberapa orang berpakaian rapi yang terlihat seperti ajudan.
"Orang penting mana yang di ajak kerja sama oleh tuan Thomas?" tanya Samuel pada Riksa lagi.
"Bos! dari pakaian para pengawal nya sepertinya...!" Riksa ragu untuk mengatakan nya.
Tapi dari pakaian yang mereka pakai, Riksa sepertinya tahu mereka itu adalah pengawal dari siapa. Dan benar saja, Samuel sangat terkejut ketika melihat putra dari tuan Rizaldi yaitu Teddy masuk kedalam ruang meeting bersama dengan dua orang asisten nya.
Wajah Samuel bertambah suram lagi ketika orang selanjutnya yang masuk ke dalam ruangan dan yang berjalan di belakang Teddy adalah orang yang membuatnya mengeraskan rahangnya.
'Astaga, itu Kenzo Hasigawa!' seru Riksa dalam hati.
Riksa sangat menghawatirkan reaksi dari bosnya. Samuel yang sedang diperhatikan Riksa ternyata benar sedang mengepalkan tangan yang dibelakang punggungnya dengan kuat.
"Bos, kami tidak apa-apa?" tanya Riksa yang mengkhawatirkan keadaan Samuel.
Riksa hanya mengkhawatirkan tentang Kenzo Hasigawa, tapi dia juga tidak tahu bahwa orang yang berada di depan Kenzo Hasigawa, adalah orang yang paling tidak disukai Samuel di dalam ruangan ini.
Kenzo Hasigawa memang adalah orang yang menghancurkan hubungannya dengan Caren. Tapi Teddy Rizaldi adalah orang yang jelas menyatakan kalau dia menyukai Naira di depan mata Samuel sendiri. Hingga membuat Samuel menjadi sangat kesal pada Naira waktu itu. Teddy bahkan mengatakan pada ayahnya kalau dulu Naira adalah orang yang selalu membelanya saat dia di bully di sekolahnya dulu.
Itulah yang membuat Samuel waktu itu kesal dan membiarkan Nita bertindak seenaknya pada Naira.
Ketika Thomas terlihat begitu antusias menyambut dua pengusaha muda yang sukses itu. Samuel justru enggan menyambut mereka. Dan Riksa yang berinisiatif untuk menjabat tangan mereka berdua.
"Hoh, anak-anak muda berbakat telah berkumpul disini, aku senang bisa mempertemukan tiga CEO muda yang luar biasa di sini!" seru Thomas yang benar-benar terlihat puas.
"Saya juga senang bisa di percaya oleh tuan bangsawan Thomas untuk bekerja sama dengan dua pemuda hebat negara ini!" ucap Teddy yang begitu menghormati Thomas.
__ADS_1
'Cih, dasar penjilat!' gumam Samuel dalam hatinya.
Meski Samuel bicara dalam hati tapi saat ini jika ada yang melihat wajah Samuel maka mungkin mereka bisa tahu apa yang dikatakan sama dalam hatinya melalui wajahnya saat melihat Teddy Rizaldi.
"Ha ha ha jangan bicara begitu nak, kamu tahu ayahmu itu lebih disegani daripada aku. Dia lah yang membuat ku mempercayai kalian bertiga untuk proyek ini!" jelas Thomas melihat ke arah Samuel, Teddy dan Kenzo secara bergantian.
"Terimakasih paman, kami akan berusaha sebaik mungkin!" sahut Kenzo Hasigawa.
Riksa terus melihat ke arah Samuel dan Kenzo secara bergantian. Tetapi seperti nya dia merasa kalau Samuel malah terlihat menatap sinis pada Teddy. Riksa sempat bingung karena itu.
Sementara Samuel memang tidak begitu memperhatikan Kenzo, dia benar-benar sudah tidak ingin mengingat kejadian masa lalu yang melibatkan dirinya dan Kenzo. Karena Samuel memang sudah benar-benar melupakan Caren.
"Iya Kenzo, bukan hanya karena kamu adalah keponakan ku. Tapi memang karena perusahaan teknologi yang kamu kembangkan kan adalah perusahaan teknologi yang paling maju dan berkembang saat ini, itulah alasan kenapa kamu juga bisa berada di sini. Aku harap dua CEO lain tidak salah paham akan hal ini!" jelas Thomas.
Dia tidak ingin karena hubungan nya dengan Kenzo adalah paman dan keponakan membuat yang lain merasa proyek kerja sama ini ada unsur Kolusi atau semacamnya.
"Kami tahu itu tuan Thomas, tuan Kenzo adalah orang yang sangat berbakat dan cerdas!" sahut Teddy lagi.
'Hah, benar-benar terlihat seperti seorang penjilat. Dia disini juga pasti karena ayah nya! memuji orang lain berbakat benar-benar licik!' oceh Samuel dalam hatinya.
"Samuel, apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kenzo Hasigawa.
Samuel lalu menoleh ke arahnya, Samuel yang awalnya tidak ingin melihat ke arah Kenzo mau tak mau akhirnya melihat ke arah pemuda itu. Sejak kejadian di Singapura waktu itu hubungan persahabatan antara Kenzo dengan Samuel memang sudah berakhir. Tapi karena mereka bekerja lagi dalam satu proyek yang Mega besar ini, maka Samuel berusaha untuk tidak mencampur masalah pribadi dengan masalah profesional kerja.
"Apa yang bisa aku katakan di depan dua orang hebat seperti kalian!" ucap Samuel dengan nada merendah.
Padahal dalam hatinya dia sedang memaki dua orang di depannya itu.
'Kalian berdua memang hebat, yang satu menjadi selingkuhan mantan pacarku, yang satunya lagi mau mengganggu istriku, hebat sekali!' ucap Samuel dalam hatinya.
__ADS_1
Dan apa yang di katakan oleh Samuel itu menarik perhatian Thomas yang langsung melihat ke arahnya.
"Wah Samuel, kamu luar biasa. Kamu bahkan bicara seperti itu, itu tidak terlihat seperti gayamu!" ucap Thomas yang sepertinya sudah mengenal siapa itu Samuel dan bagaimana dia.
Maka ketika Samuel merendahkan dirinya seperti itu, membuat Thomas merasa ada yang aneh dengan pemuda itu.
"Paman memang sangat jeli, aku juga merasa harus menjelaskan tentang sesuatu kesalahpahaman kepada Samuel!" tutur Kenzo yang sepertinya ingin menjelaskan sesuatu pada Samuel.
"Aku tidak merasa kita punya kesalahpahaman tuan muda Hasigawa, tapi apapun itu aku adalah seorang pebisnis, masalah pekerjaan dan keuntungan adalah hal paling utama. Semoga kita bisa bekerja sama sampai akhir!" ucap Samuel yang membuat Thomas tersenyum senang.
"Benar, kita semua adalah pebisnis. Mari kita mulai bicarakan bisnis!" ucap Thomas.
Lalu pembicaraan mengenai proyek mereka pun dimulai. Mereka akan meluncurkan produk terbaru. Ide berasal dari Thomas, produksi oleh Samuel dan Kenzo, dan pemasaran di lakukan oleh Teddy Rizaldi, tentu saja karena tuan Rizaldi sangat disegani di kota ini.
Selama lebih dari satu jam, meeting akhirnya berakhir. Karena jam masih menunjukkan pukul 10.15 pagi dan belum saat nya makan siang. Thomas langsung pamit pulang pada ketiga CEO muda itu. Sedangkan Teddy yang memang tidak terlalu suka berada satu ruangan dengan Samuel juga memilih menyusul Thomas untuk keluar dari ruangan itu.
"Kamu tidak mau pulang juga tuan Hasigawa?" tanya Samuel pada Kenzo yang masih betah duduk di kursi nya.
Kenzo langsung membenarkan posisi duduk nya dan menoleh ke arah Samuel.
"Seperti yang aku bilang tadi, ada hal yang ingin aku jelaskan Sam!" ucap Kenzo dengan wajah serius.
Samuel memasang wajah santainya dan berkata.
"Tapi aku sama sekali tidak tertarik untuk mendengarkan penjelasan mu! kalau kamu masih betah disini maka silahkan, aku masih ada pekerjaan lain!" ucap Samuel yang langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan Kenzo yang mengusap wajahnya kasar.
Author POV end
***
__ADS_1
Bersambung...