Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
294


__ADS_3

Saat berada di perjalanan pulang, Stella terlihat terus mengomel. Sebenarnya bukan mengomel sih, lebih tepatnya dia sedang menggerutu sendiri kenapa calon cucunya itu tidak mau menunjukkan dirinya pada sang nenek, calon cucunya itu sangat pemalu.


Naira hanya bisa terus terdiam melihat sikap ibu Stella itu.


Saat sudah hampir sampai di kediaman Virendra, ponsel Naira berdering. Dengan cepat Naira meraih ponsel yang ada di dalam tasnya.


"Halo mas!"


"Halo sayang, aku sangat merindukanmu. Semua masalahnya sudah selesai, sekarang aku dalam perjalanan ke bandara untuk pulang. Kamu sedang apa?" tanya Samuel.


Mata Naira berkaca-kaca saat mendengar suara Samuel, sudah hampir 24 jam Samuel tidak menghubungi nya dan itu membuat perasaan Naira sangat tidak tenang. Tapi setelah mendengar suara Samuel tadi Naira merasa sangat senang.


"Aku sedang berada dalam perjalanan pulang mas, bersama ibu. Tadi aku dan ibu pergi ke rumah sakit untuk cek kehamilan...!"


Baru saja Naira berusaha menjelaskan pada Samuel, Stella langsung meraih ponsel yang di pegang oleh Naira.


"Sam, cepat pulang. Tadi Naira di USG tapi calon cucu ibu itu pemalu. Siapa tahu kalau di depan ayahnya dia tidak malu-malu lagi. Ibu sungguh sangat penasaran Sam!" ucap Stella lalu memberikan ponsel Naira kepadanya lagi.


Naira lalu menerima ponsel itu.


"Kenapa kalian pergi tanpa menunggu ku?" tanya Samuel yang sepertinya juga merasa kecewa karena mereka memeriksakan kehamilan Naira tanpa menunggunya.


"Mas, tapi memang jadwalnya hari ini. Dan sejak kemarin kamu juga tidak mengabari aku, jadi ku pikir...!"


"Maafkan aku sayang, aku sampai tidak menghubungi mu karena terlalu sibuk memikirkan cara agar bisa membawa Puspa pulang kembali ke Indonesia!" jelas Samuel yang merasa bersalah pada Naira.


"Tidak apa-apa mas, yang penting Puspa juga sudah kembali kan, ups!" Naira langsung menutup mulutnya karena dia keceplosan tentang Puspa yang di bawa Jonathan ke luar negeri.

__ADS_1


Sedangkan Samuel sudah mengatakan padanya kalau jangan sampai Stella tahu karena dia akan panik nantinya.


"Apa Nai, Puspa kenapa?" tanya Stella yang sudah terlanjur mendengar apa yang dikatakan oleh Naira tadi.


Stella lalu meraih kembali ponsel yang tadi sudah di berikan kepada Naira.


"Hei Sam, ada apa dengan Puspa? kamu membohongi ibu ya? dimana Riksa? ibu ingin bicara padanya?" tanya Stella bertubi-tubi pada Samuel.


"Astaga ibu, bertanya itu jangan pakai sistem borongan seperti itu bisa kan?" tanya Samuel yang mengeluarkan kalimat itu karena dia tidak ingin menjawab pertanyaan Stella.


"Tidak usah mengalihkan pembicaraan! mana Riksa?" tanya ibu Stella yang terkesan sangat memaksa pada Samuel.


"Ibu, sebenarnya yang anak mu itu aku atau Riksa. Kenapa terus memikirkan Riksa, dia sudah berangkat dengan pesawat ayah beberapa jam yang lalu, tak lama lagi dia akan tiba dengan Puspa, tenang saja, ya sudah ibu. Aku harus berangkat sekarang, ibu jaga Naira baik-baik ya!" ucap Samuel lalu memutuskan panggilan telepon nya begitu saja.


Samuel memang sudah lolos dari pertanyaan Stella, tapi Naira yang sekarang malah sedang ketar-ketir harus bilang apa pada Stella kalau dia di tanya.


Keesokan harinya, Puspa dan juga Riksa sudah tiba di apartemen milik Riksa. Puspa masih tidak mau pulang ke kediaman nenek Arumi bersama dengan kedua orang tuanya karena saat perjalanan pulang pun, Mega masih terus menyalahkan Puspa yang telah membuat keributan dengan tuan Johnson. Padahal Puspa sudah jelaskan kalau semua masalah antara ayahnya dan tuan Johnson itu sudah selesai, tapi Mega tetap saja tidak mau perduli masalah itu dan tetap bersikap dingin pada Riksa.


Sebelum ke apartemen, Riksa juga sudah di periksa lagi oleh dokter Hilman, setelah memastikan semua baik-baik saja dia baru pulang bersama dengan Puspa.


Sementara itu di kediaman Virendra, Vina sedang bersiap-siap dengan Adam karena mereka akan pergi ke kantor perusahaan Rahardja hari ini untuk mulai bekerja lagi setelah luka di dahi Vina sudah mulai tidak kentara dan sudah bisa di tutupi dengan riasan make up.


Semua orang menyambut baik apa yang akan di lakukan oleh Vina dan Adam, meski pria itu masih harus menggunakan satu tongkat untuk tumpuan kakinya agar bisa berjalan.


"Wah, Adam. Kamu terlihat tampan sekali dengan setelan jas seperti itu!" puji kakek Virendra yang begitu senang melihat pakaian kerja yang Adam pakai.


"Kalian berdua hati-hati ya, semoga sukses!" ucap ayah Damar yang juga terlihat begitu senang melihat Adam dan Vina.

__ADS_1


"Ayo, ibu antar ke depan!" ucap Stella yang sudah selesai sarapan begitu juga yang lain.


Bahkan Naira juga ikut mengantarkan Vina sampai ke depan pintu.


"Semoga hari ini semua yang kamu lakukan bisa berjalan lancar ya!" ucap Naira yang ikut menyemangati Vina.


Vina langsung memeluk Naira, membuat Naira sedikit terkejut tapi sepersekian detik kemudian dia juga langsung membalas pelukan dari Vina itu.


"Terimakasih ya kak Naira, semua pasti akan berjalan lancar karena doa dan semangat dari semua anggota keluarga ku!" ucap Vina sambil melihat Naira dan juga Vina secara bergantian.


Sementara Stella menatap tajam ke arah Adam.


"Dan kamu anak muda, jangan mempersulit pekerjaan istri mu ya. Kalau bisa bantu dia, kalian tidak bisa ya diam saja!" ucap Stella yang sebenarnya hanya bercanda.


Tapi Adam langsung cemberut mendengar apa yang dikatakan oleh Stella itu, apalagi Stella mengatakan itu di depan Naira. Orang yang tidak pernah dia sukai masuk ke dalam keluarga ini karena terlanjur menganggap Naira itu sebagai wanita materialistis yang menikah dengan Samuel hanya demi uang, karena dia melihat surat kontrak pernikahan mereka.


Adam tidak bicara apapun, dia langsung masuk ke dalam mobil yang akan di kemudikan eh pak Urip.


"Ibu aku pergi dulu ya!" ucap Vina yang menyalami Stella dengan sangat sopan lalu masuk ke dalam mobil menyusul Adam.


Mobil yang membawa Adam dan Vina sudah melaju meninggalkan kediaman Virendra. Stella merangkul Naira dan berkata.


"Akhirnya Adam pergi bekerja, akhirnya dia akan menemukan kesibukan dan melupakan Puspa!" ucap Stella membuat Naira langsung menoleh ke arah ibu mertuanya itu karena tak menyangka kalau ibu mertuanya juga tahu kalau Adam menyukai Puspa.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2