Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
275


__ADS_3

Setelah kepergian dokter Ayu, Stella kembali membahas masalah Teddy Rizaldi dengan Naira. Stella mengajak Naira duduk di kursi dekat jendela lalu memegang tangan menantunya itu perlahan.


"Benarkan dia hanya teman sekolah mu dulu waktu kamu SMP?" tanya Stella yang sebenarnya juga mengenal Teddy Rizaldi.


Karena tadi saat dokter Ayu bertanya pada Naira apakah dia mengenal Teddy Rizaldi yang ternyata adalah teman dekat dari dokter Ayu, Naira hanya menjawab kalau Teddy itu dulu adalah teman Naira sewaktu Naira SMP dulu. Dan setelah itu mereka tidak bertemu lagi, sampai saat Samuel mengajak Naira ke kantor sebagai sekertaris nya waktu itu.


Naira menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"Iya Bu, kami dulu berteman saat SMP. Seperti yang aku katakan tadi, semenjak lulus sekolah menengah pertama kami tidak pernah bertemu lagi!" jawab Naira terus terang.


"Tapi kenapa Ayu tadi bilang, dia melihat ada foto mu di dompet Teddy?" tanya Stella yang sedikit cemas dengan hal itu.


Masalahnya semua orang juga tahu, apa artinya kalau ada foto seseorang lawan jenis yang tersimpan di dalam dompet seseorang. Orang itu pasti punya arti penting bagi orang tersebut.


Naira juga terdiam sejenak, masalahnya sejak dulu Teddy juga tidak pernah mengatakan apa-apa padanya. Makanya dia juga bingung kenapa dokter Ayu tadi bilang kalau dia melihat ada foto Naira di dalam dompet Teddy Rizaldi yang adalah teman dekatnya. Dan kenapa juga dokter Ayu harus menanyakan hal itu tepat di depan ibu mertua Naira. Kalau memang hanya ingin tahu dan tidak ada maksud lain, bukankah seharusnya dia mengajak Naira keluar dan bertanya padanya secara pribadi. Ini malah dokter Ayu seperti sengaja membuat ibu mertua nya salah paham padanya.


Naira yang memang tidak punya hubungan apapun dengan Teddy selain hanya sekedar teman lama. Juga tidak mau membuat Stella mencurigainya. Naira juga menggenggam tangan Stella perlahan dan berkata.


"Ibu, aku sungguh tidak tahu kenapa di dalam dompet Teddy ada di fotoku. Dan karena aku juga tidak melihatnya secara langsung... em maksud ku bukan aku meragukan apa yang dikatakan oleh dokter Ayu tidak benar, tapi aku benar-benar tidak tahu tentang itu!" jelas Naira dengan ucapan yang begitu lembut agar tidak menyinggung Stella.


Stella yang memang sangat percaya pada Naira pun akhirnya memutuskan untuk menyudahi pembicaraan mengenai Teddy.


"Baiklah, tapi ibu harap kamu menjaga jarak dengan Teddy itu ya, ibu juga cukup mengenal keluarga Rizaldi. Mereka itu juga seperti keluarga Morgan! kamu tahu bagaimana suami mu kan? lebih baik tidak mengatakan hal ini padanya ya!" ucap ibu Stella.


Naira terdiam, dia sebenarnya tidak enak harus menyembunyikan masalah ini dari Samuel. Tapi karena masalah yang sedang di hadapi ibu Stella lumayan banyak akhir-akhir ini, maka Naira hanya bisa mengangguk patuh saja menyetujui permintaan sang ibu mertua yang meminta agar dia tidak mengatakan tentang pertanyaan dokter Ayu tadi pada Samuel jika dia pulang nanti.

__ADS_1


Naira kemudian keluar dari kamar Stella dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk bersih-bersih karena hari memang sudah menjelang petang.


Setelah itu Naira langsung pergi ke dapur, disana sudah ada Puspa dan bibi Merry yang sedang menyiapkan makan malam.


"Ada yang bisa aku bantu bibi Merry?" tanya Naira pada bibi Merry.


Tapi pandangan mata Naira tertuju pada bubur yang sedang di masak oleh Puspa.


"Kamu memasak bubur?" tanya Naira yang beralih mendekati Puspa.


"Iya, tapi ini bubur manis. Aku masak ini untuk Vina, dengan susu dan kismis semoga tubuhnya lekas pulih. Kasihan dia baru saja sembuh dan sekarang sudah terluka lagi!" ucap Puspa


Naira hanya tersenyum mendengar apa yang Puspa katakan. Ternyata di balik sikap cuek Puspa terhadap Vina, sebenarnya dia sangat perhatian. Naira saja tidak sempat memikirkan hal itu karena dia sejak tadi pikirannya terganggu dengan pertanyaan dokter dokter ana dan permintaan Stella yang meminta agar dia tidak mengatakan hal itu pada Samuel.


Naira langsung menoleh ke arah Puspa.


"Hah?" tanya Naira spontan.


"Tuh kan! kamu pasti sedang memikirkan sesuatu. Coba ceritakan padaku, siapa tahu aku punya solusi untuk mu. Kan kamu tahu aku ini selalu punya solusi untuk setiap masalah orang lain, meskipun aku sendiri tidak pernah menemukan solusi untuk masalah hidup ku!" ucap Puspa yang terkesan mengasihani dirinya sendiri.


Naira tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Puspa, dia juga tidak mau menambah beban pikiran Puspa yang saat ini sedang punya masalah uang begitu pelik dengan keluarganya terutama dengan ibu kandungnya sendiri. Naira hanya merangkul Puspa yang lebih tinggi darinya.


"Kamu memang hebat, dan aku yakin kamu pasti bisa melalui semua ini. Oh ya, apa aku boleh minta sedikit?" tanya Naira yang menunjuk ke arah bubur yang sedang di buat oleh Puspa.


"Kenapa sedikit? lihat yang aku buat!" kata Puspa sambil menunjuk ke arah panci bubur yang ada di depan nya.

__ADS_1


"Bubur ini bahkan cukup untuk satu RT!" kelakar Puspa membuat seisi dapur tertawa. Benar-benar membuat semua orang yang mendengar apa yang Puspa ucapkan barusan terkekeh mendengar candaan Puspa.


Sementara itu di tempat lain, setelah meninggalkan kediaman Virendra. Dokter ayu langsung ke kantor teman dekatnya yang sebenarnya sebentar lagi akan menjadi tunangannya. Hal itu bisa terjadi karena keluarga Rizaldi dan keluarga Ayu sudah menentukan perjodohan mereka. Usia keduanya yang cukup dan hubungan keduanya yang cukup dekat, serta sewaktu tuan Rizaldi mengalami insiden di dalam sebuah restoran dan kebetulan Ayu ada disana dan menyelamatkan tuan Rizaldi. Itulah yang membuat tuan Rizaldi memutuskan untuk menjodohkan Teddy dengan Ayu.


"Aku sudah melihatnya, perempuan bernama Naira itu!" seru dokter Ayu yang masuk ke dalam ruangan Teddy tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Teddy yang mendengar suara keras Ayu langsung berbalik.


"Apa-apaan kamu ini, jangan karena ayah ku senang padamu dan merasa berhutang budi padamu kamu bisa seenaknya masuk ke dalam ruangan ku seperti ini ya!" protes Teddy yang tidak senang sama sekali melihat kedatangan dari Ayu.


"Lantas aku harus bagaimana? kamu sadar dong Teddy. Naira itu sudah menikah, dan aku punya tambahan kabar baik untuk mu. Dia sedang mengandung anak Samuel. Kamu seharusnya membuang fotonya dari dalam dompet mu! apa kamu mau orang-orang menyebut mu sebagai pebinor, perusak rumah tangga orang?" tanya Ayu yang mencoba menggugah hati Teddy.


"Bukan urusan mu! keluar dari ruangan ku sekarang!" bentak Teddy pada Ayu.


Dan karena Ayu tak kunjung beranjak dari tempatnya, Teddy pun kesal dan mendorong kasar Ayu keluar dari ruangannya.


"Pergi kamu dari sini, dan jangan pernah masuk ruangan ku tanpa ijin!" seru Teddy yang sudah berhasil mengeluarkan Ayu dari ruangannya.


Semua karyawan melihat kejadian itu, dan Ayu sangat kesal.


'Awas saja perempuan itu, dia sudah punya suami. Dan suaminya itu bahkan seorang Samuel Virendra, kenapa dia masih mengganggu hubungan orang lain!' kesal Ayu dalam hati sambil berjalan meninggalkan tempat itu karena orang-orang semakin memperhatikan nya.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2