Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
263


__ADS_3

Setelah kembali dari ruang rawat Vina, Stella dan Damar tidak langsung menuju ke ruang rawat Adam. Mereka berdua memilih untuk membicarakan apa yang tadi diminta oleh Vina pada semua anggota keluarga. Kebetulan, kakek Virendra juga sudah datang bersama dengan bibi Merry dan juga pak Ranu.


Mereka semua berkumpul di ruangan Naira, namun kedua orang tua Naira sudah tidak ada disana karena ada keperluan lain.


Samuel yang begitu penasaran langsung menghampiri sang ibu yang terlihat kebingungan.


"Ibu baik-baik saja?" tanya Samuel yang merasa kalau sang ibu seperti sedang syock atau sedang memikirkan sesuatu yang membuatnya gusar.


Naira juga langsung mengambilkan air minum untuk ibu mertuanya itu.


"Ibu, minum dulu!" ucap Naira pelan sambil memberikan segelas air minum pada Stella.


Stella langsung menerima minuman pemberian Naira.


"Terimakasih sayang!" ucap Stella lalu meraih gelas itu dan minum air di dalamnya.


Setelah itu Naira meraih kembali gelas itu dan meletakkan nya di atas meja.


Kakek Virendra yang merasa sangat penasaran pun langsung bertanya pada Damar.


"Damar, bagaimana keputusan nya. Ku dengar kamu tadi pergi menemui keluarga Rahardja untuk minta maaf dan bicara baik-baik dengan mereka. Lalu apa yang mereka katakan?" tanya kakek Virendra dengan suara yang terdengar lelah.


Wajar saja kakek Virendra lelah, sudah setua itu dia hanya ingin hidup tenang dengan keluarga yang kehidupan ekonomi nya sudah sekuat mungkin dia usahakan kesejahteraan nya. Dan anak cucunya hanya tinggal meneruskan dan mengembangkannya. Tapi tetap saja takdir memang tidak pernah ada yang mengetahui, di usia senjanya masih saja dia harus menghadapi masalah yang begitu pelik akibat ulah Adam.


"Ayah, saat kami ke sana Vina belum sadar dan kedua orang tuanya bersikeras melanjutkan tuntutan, tapi begitu Vina sadar kami bahkan terkejut dengan apa yang dia katakan pada kami!" jawab Damar yang membuat semua orang memasang ekspresi serius di wajah mereka.


"Gadis itu bilang tidak akan meminta Adam bertanggung jawab dengan melaporkan dirinya ke polisi, tapi dia minta Adam bertanggung jawab dengan menikahinya!" lanjut Damar dan kini semua orang benar-benar terkejut.

__ADS_1


"Menikah?" tanya Samuel yang begitu terkejut dan tak percaya dengan apa yang ayahnya bilang barusan.


Kakek Virendra sempat terdiam, tapi kemudian dia langsung membuka suara.


"Baik, itu lebih baik daripada Adam harus di penjara kan!" seru kakek Virendra.


"Ayah, tapi apakah Adam akan setuju?" tanya Stella yang masih ragu dengan keputusan itu. Masalahnya dia sangat tahu kalau Adam itu mencintai Puspa, Stella justru takut Adam akan menyakiti Vina jika mereka menikah karena Adam sama sekali tidak menyukai Vina.


"Memang kenapa Adam tidak akan setuju, dokter bilang apa tentang dia? dia amnesia kan? kita tinggal katakan saja padanya kalau Vina itu adalah kekasihnya, orang yang sangat dia cintai. Dan masalah yang terjadi pada Vina, kita memang harus menerimanya, karena semua itu adalah ulah perbuatan Adam sendiri, dan kita juga harus menerima kekurangan gadis itu di keluarga kita!" tegas kakek Virendra.


Dan setelah mendengar apa yang kakek Virendra katakan, semua orang merasa kalau apa yang kakek Virendra bilang itu adalah benar. Dan itu adalah cara terbaik saat ini bagi mereka semua.


Setelah keputusan di buat, Samuel pun meminta Adi dan Riksa datang ke rumah sakit. Mereka juga sudah membicarakan masalah ini dengan pengacara dari pihak keluarga Rahardja.


Dan pada setelah kesepakatan di buat, Kevin dan Lisa hanya bisa menyerah pada apa yang diinginkan oleh Vina. Bahkan pernikahan juga sudah Vina tetapkan, dan besok adalah hari yang Vina inginkan sebagai hari pernikahan nya. Awalnya Lisa sangat tidak setuju, namun air mata dan rengekan Vina membuat Lisa tidak bisa berbuat apa-apa. Vina juga minta agar sebelum dia menikah dengan Adam, baik Caren ataupun Jodi agar tidak di beritahukan tentang kabar ini. Dan juga tuntutan akan di cabut setelah prosesi akad nikah dilaksanakan.


"Sudah setengah jam setelah makan malam dan minum obat, sekarang lebih baik kamu istirahat karena besok salah hari yang penting untuk kamu!" kata Stella yang sejak tadi berusaha merangkai kata yang tepat untuk menyampaikan berita kalau besok Adam harus menikah dengan Vina.


Adam yang memang tidak mengerti maksud dari ibunya pun memiringkan kepalanya dengan sedikit kerutan di dahinya.


"Hari penting? aku akan keluar dari rumah sakit Bu?" tanya Adam.


Stella melihat ke arah Damar, dia sungguh tak kuasa menyampaikan kalau Adam harus menikah besok. Jadi dia melihat ke arah Damar, mengisyaratkan pada suaminya itu agar dia saja yang menyampaikan kabar itu pada putra bungsu mereka itu.


Damar yang mengerti maksud dari Stella langsung duduk di kursi lain di sisi lain tempat tidur Adam.


"Kamu pasti lupa Adam, besok kamu akan menikah!" kata Damar membuat Adam terkesiap kaget.

__ADS_1


'Menikah? apa maksud mereka?' tanya Adam dalam hati


Adam begitu gelisah, dia tidak mengerti apa yang dimaksud kedua orang tuanya ini.


"Tolong jelaskan? aku akan menikah? dengan siapa?" tanya Adam bingung.


Stella benar-benar tidak bisa menjelaskan nya. Meskipun kata-kata itu sudah tertata rapi di ujung lidah Stella, namun sulit sekali untuk dia ucapkan.


Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Adam pun kembali bertanya pada ibunya.


"Ibu, tolong jangan bercanda!" seru Adam.


"Ibu mu tidak sedang bercanda Adam, besok kamu akan menikah dengan Vina Rahardja!" tegas kakek Virendra dengan ekspresi wajah yang sangat serius ketika menatap adam.


'Sial! siapa itu Vina Rahardja. Kenapa aku harus menikah dengannya?' tanya Adam dalam hati.


"Vina Rahardja? siapa dia?" tanya Adam yang memang tidak mengenal wanita itu.


"Dia kekasih kamu, kamu amnesia karena itu kamu tidak mengenalnya. Seharusnya kalian tidak kecelakaan jika kamu merestui hubungan kalian. Hanya itu yang harus kamu tahu. Sekarang istirahat lah, besok adalah hari penting bagimu!" ucap kakek Virendra dengan sangat tegas.


'Sial, sial... ku pikir dengan pura-pura amnesia aku akan membuat mereka simpati dan membuat Puspa tidak punya pilihan lain selain merawat dan menjaga ku. Kenapa malah aku yang tidak punya pilihan sekarang!' batin Adam begitu kesal.


"Ayah, ibu aku amnesia? bagaimana mungkin aku bisa menikah ketika aku tidak mengingat apapun? bisa saja aku bahkan sedang bertengkar dengan wanita itu kan? setidaknya kalian harus menunggu ingatan ku pulih bukan?" tanya Adam berusaha mengelak dari pernikahan nya besok.


'Aku tidak akan menikah dengan wanita itu, enak saja!' kesal Adam dalam hatinya.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2