Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
258


__ADS_3

Di dalam ruang rawat Vina, keadaan sungguh sangat sepi. Lima menit lalu, perawat baru saja keluar setelah memeriksa selang infus dan juga alat bantu medis lainnya yang terpasang pada tubuh Vina. Saat ini Vina dalam keadaan koma, namun sama seperti kondisi uang di alami Adam sebenarnya dia juga bisa mendengar apa yang ada di sekeliling, suara dari orang-orang yang berada di dekatnya. Dia masih bisa mendengar semua itu.


Namun tiba-tiba suasana hening dan sepi berubah ketika dia orang datang dan masuk ke dalam ruang rawat Vina. Dua orang itu satunya adalah wanita dan satunya lagi adalah seorang pria. Benar sekali, Caren dan Jodi lah yang masuk ke dalam ruang rawat Vina.


Namun kedatangan dua orang itu sepertinya memang bukan untuk mengetahui ataupun memeriksa kondisi Vina. Jodi langsung menarik Caren dan membuat wanita itu duduk di pangkuan Jodi.


"Jodi, apa yang kamu lakukan. Kita sedang berada di hadapan Vina!" protes Caren yang berusaha memberinya dan bangun dari pangkuan Jodi.


"Sayang, kamu tidak dengar tadi apa yang dikatakan oleh dokter. Wanita bodoh itu sedang tidur...!"


"Jaga mulut mu!" bentak Caren yang menatap Jodi dengan tatapan tidak senang.


Caren itu sebenarnya masih sangat mencemaskan Vina, karena dia juga menganggap Vina itu sebagai sahabat nya. Namun dirinya memang tidak bisa hidup susah. Jadi bagaimana dia bisa menolak tawaran Jodi yang ingin memberinya segala kesenangan hidup di dunia.


Awal pertemuan Jodi dan juga Caren adalah ketika Vina mengajak Caren ke perusahaan Rahardja. Saat itu Vina ingin meminta ayahnya memberikan jabatan sekertaris lagi pada Caren. Karena Caren memang tidak bisa sama sekali bekerja di perusahaan Virendra tapi hanya sebagai seorang SPG.


Karena itu Caren minta agar Vina membantunya mendapatkan kembali jabatan sekertaris yang dulu pernah diberikan ayah Vina pada Caren. Namun sayang sekali, jabatan itu telah ada yang mengisi dan ayah Vina hanya bisa menawarkan jabatan sebagai manager umum pada Caren. Saat itulah dia bertemu dengan Jodi ketika membantu persiapan meeting antara ayah Vina dan juga dengan perusahaan Jodi.


Saat itu Caren tidak sengaja jatuh di pangkuan Jodi saat dia terpeleset karena lantai yang Livin akibat dirinya menumpahkan air minum. Dan sejak saat itu hubungan Caren dan Jodi malah semakin dekat dan Jodi menawarkan pada Caren untuk menjadi simpanan nya. Jodi akan memberikan semua yang di butuhkan Caren, hingga dia tidak perlu bekerja keras lagi. Sebaliknya Caren juga harus memberikan apa yang di butuhkan Jodi yang dirinya tidak pernah dapatkan dari Vina. Karena wanita itu sangat menjunjung tinggi kehormatan nya di atas apapun.


Jodi malah meraih dagu Caren dan mencium bibir wanita yang sedang mengajukan protes padanya itu.

__ADS_1


"Kenapa sayang, dia memang bodoh. Yang dia miliki hanya wajah cantik dan harta yang banyak. Selain itu dia tidak memiliki apapun yang bisa membuat setiap lelaki menyukai nya. Di sentuh pun tidak mau!" kesal Jodi setelah puas dengan apa yang dia lakukan pada Caren.


Sambil mengusap bibirnya yang basah akibat ulah Jodi. Caren memukul dada Jodi beberapa kali.


"Tapi jangan katakan dia bodoh. Dia itu teman ku!" seru Caren.


"Teman yang kamu khianati, apa beda kita berdua sayang, kita sama-sama mengkhianati nya. Kenapa juga masih menganggapnya teman saat dia koma seperti itu, kita hanya harus bersandiwara ketika dia sadar nanti!" sanggah Jodi.


Caren lalu melihat ke arah Vina yang sama sekali tidak menunjukkan kalau kondisinya akan membaik dalam waktu dekat.


"Ck... kasihan sekali dia. Padahal dia bilang tadi pagi akan mengambil pesanan di toko jam langganan nya. Untuk hadiah ulangtahun mu!" seru Caren.


"Hei, hentikan tangan nakal mu itu! bagaimana kalau ada yang melihat!" keluh Caren pada Jodi yang tangannya tidak bisa diam dan membuat pakaian Caren berantakan.


Tapi ketika Jodi menarik tangannya dia mengingat kembali saat Caren meninggalkan kamar rawat Adam tadi, Caren terlihat memandang Samuel cukup lama dan itu membuat Jodi merasa kesal.


"Kenapa kamu menatap mantan mu itu tadi dengan tatapan seperti itu? tanya Jodi.


Pertanyaan Jodi yang tiba-tiba itu membuat Caren menoleh ke arah Jodi yang sedang menatapnya dengan tajam.


'Apa dia tahu kalau aku masih sangat mencintai Samuel?' tanya Caren dalam hati sambil terus melihat ke arah Jodi.

__ADS_1


Caren sepertinya merasa kalau Jodi curiga padanya, dengan cepat Caren mengalungkan kedua tangannya ke leher Jodi dan tersenyum sangat manis pada pria di hadapannya itu.


"Sayang, kenapa bertanya seperti itu? kamu adalah yang paling tahu betapa aku kesal pada Samuel. Dia bahkan mempekerjakan aku sebagai SPG, dia tidak bisa menghargai aku. Tidak seperti kamu sayang, kamu sangat pengertian, baik, tampan terlebih lagi kamu sangat kuat!" ucap Caren dengan nada manja lalu menyatukan bibirnya dengan Jodi.


Dengan senang hati pria yang memang sudah menahan diri sejak tadi itu langsung membalas setiap apa yang di lakukan oleh Caren, karena memang itu yang dia mau.


Ketika dua orang yang sedang melakukan hal menjijikkan karena status mereka adalah kekasih orang dan sahabat baik dari orang yang juga berada di satu ruangan yang sama dengan mereka. Seorang lagi yang berada dalam ruangan itu menggerakkan jarinya perlahan, dengan air mata yang mengalir di sudut matanya yang masih terpejam.


'Kalian pengkhianat, apa salahku pada kalian sampai kalian melakukan ini padaku. Kalian jahat!' batin Vina


Vina yang meskipun belum bisa membuka mata atau menggerakkan anggota tubuhnya. Tapi dia masih bisa mendengar apa yang dua orang itu katakan, dan dia pun bisa membayangkan apa yang tengah mereka berdua lakukan dari suara yang di timbulkan dari aktivitas terlarang dua insan itu.


Rasa sakit di seluruh tubuh Vina bahkan tidak sebanding dengan rasa sakit yang dia rasakan di hatinya. Sahabat baiknya, orang yang selalu jadi tempat pertama kebahagiaan dan dukanya dia tumpahkan. Kini telah menjadi orang yang paling jahat padanya. Sahabatnya itu tega menusuknya dari belakang. Dan rasanya sangat sakit sekali.


Apa yang tidak Vina lakukan demi Caren, saat semua orang meninggalkan Caren dan memandang rendah Caren, Vina lah satu-satunya orang yang selalu berdiri di sampingnya dan menopang langkahnya bahkan ketika Caren terpuruk, Vina tidak pernah meninggalkan Caren. Tapi kenapa segala kebaikan itu belum bisa membuat Caren berpikir dua kali untuk mempertimbangkan kalau persahabatan mereka lebih penting daripada kesenangan dan harta yang ditawarkan oleh Jodi.


'Kalian jahat, kalian berdua benar-benar jahat!' batin Vina.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2