
Kenzo masih menatap datar pada Caren.
"Bekerja samalah denganku, maka aku akan bersikap lebih baik lagi padamu!" ucap Kenzo dengan nada dingin.
Caren memeluk lengannya sendiri dan berusaha menahan air mata yang akan tumpah. Dirinya benar-benar merasa sangat tertekan setelah kebohongan nya terungkap. Beratus kali bahkan beribu kali dia meminta maaf pada Kenzo tapi tetap saja hasilnya percuma.
"Istirahat lah, kamu harus tampak lebih baik di perayaan ulang tahun pernikahan tuan Thomas nanti. Aku akan keluar!" ucap Kenzo lalu tanpa menunggu jawaban dari Caren. Pria itu langsung keluar begitu saja dari kamar Caren.
Cerpen duduk di tepi tempat tidur kamar hotel nya, dia mencoba untuk tidak menangis dan terus mengatur nafasnya dengan baik. Sebenarnya dia masih mencintai Samuel, tapi Samuel sendiri yang mengatakan sudah tidak mencintainya lagi. Dan mengemis cinta itu juga bukan dirinya, dia benar-benar telah kehilangan jati diri nya sendiri karena kebohongan yang dia buat sendiri.
***
Dan semua pun berjalan seperti keinginan Kenzo, dia tidak memperbolehkan Caren berdandan dengan cantik, hanya riasan sederhana yang membuat jantung hitam di matanya terlihat jelas. Tujuannya tidak lain adalah untuk menarik perhatian dan simpati dari Samuel.
Kenzo cukup lama bersahabat dengan Samuel, dan dia adalah tipikal orang yang keras di luar tapi lembut dalam hatinya. Dan Kenzo memanfaatkan hal itu untuk membuat hubungan Naira dan juga Samuel rusak, karena Samuel terlalu perhatian pada Caren yang notabene nya adalah mantan kekasihnya.
Saat mereka sama-sama berada di pesta dan duduk di meja mereka masing-masing. Kenzo sengaja meminta Caren agar berlagak sedih karena Kenzo mengacuhkan nya. Dan ternyata itu berhasil, Kenzo pergi dari ballroom lalu di ikuti oleh Caren yang menyusulnya dengan mengusap air mata nya yang hanya bisa terlihat dari sudut Samuel.
Samuel yang tidak tega lalu segera menyusul Caren dan juga Kenzo. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Caren, karena kondisinya memang sangat lemah dan rentan.
Di sepanjang lorong menuju belakang gedung Samuel melihat Kenzo terus menepis tangan Caren, sampai akhir nya tepisan kuat membuat Caren jatuh ke lantai.
Brukk
Samuel yang melihat kejadian itu langsung berlari dan menghampiri Caren yang terjatuh,
"Caren, kamu tidak apa-apa?" tanya Samuel.
Caren menggelengkan kepalanya.
"Kenzo salah paham, kamu hanya mengantarkan aku ke klinik dan dia tidak percaya!" jelas Caren.
Kenzo yang melihat kejadian itu tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Oh, seorang pria beristri bahkan meninggalkan istrinya demi memastikan mantan kekasihnya baik-baik saja! sungguh pemandangan yang luar biasa!" seru Kenzo.
Samuel yang mendengar hal itu langsung bangkit berdiri dan menghampiri Kenzo. Caren bangun perlahan dan mendekat ke arah dinding, dia sudah tahu kalau Kenzo sengaja memprovokasi Samuel. Dia menjauh dari kedua pria yang kemungkinan sebentar lagi akan berkelahi itu.
"Apa kamu bilang, aku justru membantu seorang wanita yang tunangan nya tidak perduli padanya!" balas Samuel tak terima.
"Terdengar seperti seorang gentleman, padahal kamu juga membiarkan istrimu makan sendirian. Dia bahkan terlihat lebih sedih daripada wanita yang kamu tolong!" balas Kenzo lagi.
Samuel mulai geram dia mulai mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Jadi karena itu kamu berinisiatif untuk mengganggu istriku?" tanya Samuel dengan tatapan tajam pada Kenzo.
"Aku bahkan sudah berpikir untuk merebutnya darimu!" tegas Kenzo dengan tatapan tak kalah tajam dari Samuel.
Samuel mengeram.
"Kurang ajar!" pekik Samuel langsung menghantam kepalan tinju dari tangan kanannya pada wajah Kenzo.
Kenzo matanya berkilat, dia terlihat sangat marah dan terima dengan apa yang sudah Samuel lakukan padanya.
"Breng*sek!" seru Kenzo tak terima lalu menghantamkan pukulan yang cukup keras membalas Samuel.
Samuel juga terhuyung bahkan nyaris terjungkal, Samuel lalu dengan cepat berdiri lalu membalas Kenzo lagi. Begitu pula sebaliknya. Hingga adu pukul pun terjadi antara Kenzo dan Samuel.
Sementara Caren yang menyaksikan itu hanya diam saja, bukan sengaja tapi kakinya memang sudah terasa sangat lemas dan tidak ada tenaga lagi, darah seolah tak mengalir lancar hingga lututnya bergetar.
Ingin meminta bantuan, suaranya pun nyaris tak bisa keluar. Hingga ada seorang penjaga yang lewat, penjaga itu berusaha memisahkan Kenzo dan Samuel tetapi tidak berhasil. Akhirnya dia memutuskan untuk memanggil tuan muda Permana.
Penjaga itu berlari dengan cepat memanggil tuan muda Permana, yang juga adalah orang yang mengurus acara ini.
Flashback off
Firza dan dua orang penjaga akhirnya melerai perkelahian antara Kenzo dan Samuel. Mereka juga langsung membawanya ke ruangan berbeda.
__ADS_1
Sementara itu Naira masih diam di tempatnya, dia masih tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Samuel.
Mina menepuk bahu Naira pelan, membuat Naira tersadar dari lamunan nya.
"Kak Naira, kakak rawat dulu kak Sam, aku akan panggil medis untuknya!" ucap Mina lalu setelah Naira menanggapi dengan anggukan kepala. Mina pun pergi meninggalkan Naira untuk memanggil para medis.
Naira baru saja akan berjalan masuk ke ruangan Samuel, tapi Caren berjalan mendahului nya dan berada di depannya.
"Sudah lihat kan, dia masih sangat perduli padaku!" ucap Caren melihat tajam ke arah Naira.
Naira hanya melihat sekilas wajah wanita di depannya itu dan langsung melihat lurus ke arah depan.
"Apa maksudmu?" tanya Naira yang berpura-pura tidak mengerti dengan maksud Caren.
"Dia masih mencintai ku, seharusnya kamu bisa melihat itu. Saat kami putus pun dia masih mencium ku, itu tandanya dia sangat mencintai ku meskipun dia sudah sakit hati!" ucap Caren dengan penuh percaya diri.
Naira berusaha untuk kuat, padahal matanya sudah penuh dengan air mata yang menggenang. Sekali saja dia berkedip maka air mata itu pasti sudah mengalir ke pipinya.
"Aku tidak punya waktu meladeni omong kosong mu, aku akan mengurus suami ku!" ucap Naira berusaha mencari celah agar dia bisa berjalan maju.
Tapi lagi-lagi Caren menghalangi jalan nya.
"Pertanyaan nya adalah, apakah dia mau mau mengurusnya. Tidak bertanya siang tadi dia dari mana saja dengan ku?" tanya Caren sengaja mancing kesedihan Naira.
Tapi apa yang dikatakan oleh Caren itu justru membuat Naira mengerutkan keningnya.
"Sepertinya kamu bangga sekali ya? apa kamu pikir sebuah prestasi mengganggu suami orang dan berhasil merayunya. Aku tidak habis pikir kenapa Samuel masih perduli padamu, tapi aku kasihan padamu nona Caren. Kamu masih mengharapkan seorang pria yang jelas-jelas sudah beristri. Sedangkan kamu sudah ada ikatan pertunangan dengan orang lain. Jika itu adalah aku, aku bahkan tidak akan punya muka untuk bercermin!" ucap Naira menumpahkan semua kekesalan nya lalu berjalan cepat meninggalkan Caren yang terlihat mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya.
Author POV end
***
Bersambung...
__ADS_1