Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
274


__ADS_3

Mendengarkan teriakan dari Stella, bahkan Adam belum berhenti dengan apa yang dia lakukan. Stella yakin kalau saat ini penyakit bipolar Adam pasti sedang kambuh karena dia terlalu kesal tadi. Stella meminta agar bibi Merry memanggil pak Ranu dan para penjaga rumah lain, sedangkan Stella mendekati Vina dan melindungi menantunya itu dari amukan Adam, dari barang-barang yang masih Adam lempar secara random.


Stella memeluk Vina yang dahinya terus meneteskan darah.


"Sayang, maafkan ibu. Padahal ibu sudah berjanji akan melindungi mu. Namun sekarang kamu malah terluka dan pingsan!" ucap Stella dengan air mata yang sudah mengalir dan wajah penuh dengan ekspresi penyesalan yang begitu dalam.


Stella terus memeluk tubuh Vina sampai pak Ranu dan para penjaga lain datang. Bibi Merry yang sudah hafal betul apa yang harus dia lakukan juga sudah membawa suntikan obat penenang untuk Adam. Beberapa pengawal memegang tangan Adam dan bibi Merry dengan sigap menyuntikkan obat penenang di lengan Adam.


Beberapa detik setelah itu Adam pun pingsan, dan para penjaga membaringkan Adam di atas tempat tidurnya.


"Pak Ranu, dan yang lain. Angkat Vina dan bawa ke kamar ku!" perintah Stella dengan cepat.


Para penjaga langsung melaksanakan apa yang Stella perintahkan.


"Bibi Merry, panggil Puspa dan Naira ke kamar, setelah itu hubungi dokter Ayu, lalu minta pelayan membawa kotak P3K juga es batu ke kamar ku!" perintah Stella pada bibi Merry yang langsung di balas anggukan kepala oleh bibi Merry.


Bibi Merry segera melaksanakan perintah Stella, dan Stella sendiri segera mengikuti para penjaganya dan pak Ranu yang sudah membawa Vina ke kamarnya.


"Huh, untung saja kakek Virendra sedang tidur setelah meminum obatnya. Jika tidak semua pasti tambah panik!" gumam Stella sambil berjalan dengan cepat mengikuti yang lain.


Stella masuk ke dalam kamarnya dan ketika melihat salah satu asisten rumah tangga nya masuk dengan kotak P3K dan juga es batu dan kompresan. Dengan cepat Stella meraih kotak itu dan mencari kapas dan juga alkohol.


"Ibu, apa yang terjadi?" tanya Naira yang masuk ke dalam kamar Stella dengan tergesa-gesa.


Stella menoleh ke arah Naira dan Puspa yang baru datang.

__ADS_1


"Naira sayang, bantu ibu. Ibu akan bersihkan lukanya. Kamu kompres dengan es itu ya sampai dokter Ayu datang!" ucap Stella dan dengan sigap Naira mengerjakan apa yang di perintahkan oleh Stella.


Beberapa saat kemudian, luka memar dan sedikit sobek di dahi Vina itu sudah tidak lagi mengalirkan cairan berwarna merah. Stella menghela nafas nya lega.


"Lalu bagaimana dengan Adam Tante?" tanya Puspa yang juga mencemaskan kondisi Adam.


Stella malah menangis ketika Puspa bertanya seperti itu. Naira langsung mendekati ibu mertuanya itu dan memeluknya.


"Ini lah yang selalu ibu cemaskan Nai. Adam seperti itu lagi, semua ini salah ibu. Seandainya saja ibu tidak merubah kamar Adam pasti dia tidak akan marah seperti tadi hingga penyakitnya kambuh!" sesal Stella.


Stella menyadari kalau apa yang terjadi pada Adam itu juga adalah akibat dari keinginan nya untuk membuat Vina merasa nyaman tinggal di kediaman ini. Sampai Stella lupa kalau dia seharusnya bertanya dahulu pada Adam.


"Penyakit?" tanya Naira yang memang belum tahu kalau Adam mengidap bipolar.


"Tante, aku akan melihat Adam!" ucap Puspa yang mengerti kalau mungkin saja Stella ingin menceritakan perihal penyakit Adam pada Naira. Karena sebenarnya Puspa juga sudah tahu tentang hal itu sejak lama.


Naira juga tidak bisa berkata apapun selain memeluk dan mengusap punggung ibu mertuanya itu.


"Sabar ya Bu, Vina adalah gadis baik. Dia pasti bisa memaklumi semua ini. Dia pasti mengerti kalau sebenarnya ibu hanya ingin dia nyaman tinggal disini!" ucap Naira dengan lembut mencoba mengurangi perasaan bersalah yang sedang dirasakan oleh Stella.


"Tante Stella!" panggil seorang dokter wanita cantik dan masih muda. Dia di antara oleh bibi Merry memasuki kamar Stella.


Stella yang mendengar suara yang dia kenali langsung berdiri dan berbalik begitu pula dengan Naira yang mengikuti gerakan dari sang ibu mertua.


"Ayu, cepat! lihat menantu ku. Dia pingsan. Dan dahinya terkena lemparan kaca!" seru Stella dengan cepat.

__ADS_1


Naira langsung mundur dan memberikan jalan bagi dokter Ayu yang juga masih keponakan dari Stella yang segera bergegas mendekati Vina. Dengan cekatan dokter ayu membersihkan luka di kening Vina dan menempelkan strip pada luka di dahi Vina. Lalu dengan cekatan pula dia memeriksa denyut nadi dan detak jantung Vina.


"Bagaimana keadaan Vina, Ayu?" tanya Stella yang begitu cemas dan itu terlihat jelas dari ekspresi wajah nya dan juga gestur tubuh nya.


"Vina sangat syok Tante, dan luka di dahinya cukup serius. Aku akan berikan strip ini yang bisa menyembuhkan luka dengan cepat. Satu strip hanya di pakai paling lama sepuluh jam Tante, semoga lukanya cepat sembuh. Dan kenapa dia pingsan dan belum sadarkan diri, itu di sebabkan dia mengalami trauma Tante. Kondisi nya juga sangat lemah, dia hanya pakai jubah mandi. Sebaiknya ganti dulu pakaian nya Tante. Hanya itu saja, tapi saran dariku adalah tetap memeriksakannya ke rumah sakit agar kita lebih tenang lagi!" jelas dokter Ayu panjang lebar.


Stella mengusap wajah nya kasar, dia baru saja membawa Vina keluar dari rumah sakit dan harus membawanya ke rumah sakit lagi.


'Ya Tuhan, Adam masalah apa lagi yang akan kamu berikan pada ibu. Untung saja saat kedua orang tua Vina meminta pengawal nya ikut tinggal disini, Vina menolaknya. Jika tidak, mengetahui hal semacam ini pasti Lisa akan mengamuk!' batin Stella yang masih khawatir.


"Baiklah Ayu, terimakasih. Nanti saat Vina bangun kami dan agak baikan. Tante akan langsung membawanya ke rumah sakit!" jawab Stella.


Ayu lalu membereskan semua peralatan medisnya dan bersiap untuk keluar dari kamar Stella. Tapi dia kembali berbalik dan menoleh ke arah Naira.


"Em, kamu istrinya Samuel kan?" tanya dokter Ayu pada Naira.


Naira hanya mengangguk, dan Stella yang menjawab.


"Iya dia Naira, kamu juga datang saat resepsi pernikahan Samuel kan?" tanya Stella pada Ayu.


Dan kali ini Ayu yang menganggukkan kepalanya.


"Iya Tante!" jawab Ayu dan langsung mengalihkan pandangan nya pada Naira lagi


"Apa kamu mengenal Teddy Rizaldi?" tanya dokter Ayu membuat Naira sedikit melebarkan matanya, dan Stella mengerutkan keningnya.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2