Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
210


__ADS_3

Natasha memegangi pipinya yang untuk kedua kalinya mendapatkan tamparan keras dari sang ayah.


"Ayah memukul ku lagi, seumur hidupku ayah baru hari ini memukul ku dan itu pun sudah kedua kalinya...!"


"Cukup Natasha, sadarlah kalau kamu memang salah. Buka matamu Natasha, apa yang kamu lakukan ini sudah termasuk perbuatan kriminal, perbuatan melanggar hukum. Kamu bisa di pidana!" seru Teddy yang masih berusaha untuk menjelaskan dengan tenang pada anak tunggalnya itu.


Meski darahnya sudah mendidih dan kepalanya sudah berdenyut sangat sakit akibat masalah yang terjadi hari ini yang di sebabkan oleh putrinya sendiri, tapi Teddy Morgan masih berusaha untuk bisa menyikapi masalah keluarganya ini dengan bijaksana.


Hanya saja apa yang dia lakukan sampai memukul putrinya itu adalah untuk menghentikan tingkah konyol Natasha yang masih bersikeras ingin mengejar Samuel yang sudah keluar dari rumahnya.


"Apanya yang melanggar hukum ayah?" tanya Natasha yang masih juga keras kepala dan tidak mau menyadari kesalahannya.


Sebenarnya semua sudah jelas, tapi Natasha saja yang bebal dan bersikeras kalau apa yang dia lakukan bukan hal yang salah.


Melinda yang menyaksikan pertengkaran ayah dan anak itu bangkit berdiri dan mencoba untuk berdiri di samping Natasha uang mulai mengucurkan air mata yang sedari tadi dia tahan.


"Aku hanya mencintai Samuel, aku hanya sangat mencintai nya, apa yang salah dengan hal itu. Aku hanya ingin memiliki Samuel, apa aku salah, katakan ayah!" teriak Natasha lagi dengan deraian air mata yang tak mau berhenti mengalir ke wajah nya yang cantik, putih dan halus layaknya artis Korea.


Teddy Morgan lagi-lagi harus menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya tak percaya kalau sang putri yang begitu dia sayangi belum juga menyadari kesalahan yang sudah dia perbuat.


"Natasha mencintai seseorang itu tidak salah!" ucap Teddy Morgan yang sudah mulai sangat lelah.


Dia menatap tajam ke arah putrinya dengan ekspresi wajah yang begitu tegas dan dingin.

__ADS_1


"Yang salah itu adalah jika orang kamu cintai itu sudah bukan pria single lagi, apa kamu mengerti?" tanya Teddy yang masih mendapatkan tatapan datar dari Natasha yang masih terus menangis.


Melihat Natasha sudah mulai mendengar apa yang dikatakan oleh sang ayah, Melinda lalu merangkul putrinya itu dan mengusap kedua lengan Natasha dengan lembut.


"Samuel sudah menikah nak, maka cintamu padanya itu sudah salah!" jelas Teddy Morgan lagi.


Meski Melinda hanya diam tapi dia juga menatap tajam pada Teddy Morgan. Dalam hati Melinda sama sekali tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Teddy Morgan itu, pasalnya adalah Teddy bisa bicara seperti itu bahkan menasehati putri nya tapi bahkan lima belas tahun yang lalu, pria yang berusaha menasehati putrinya itu malah selingkuh dengan sekertaris pribadi nya sendiri. Dan hal itu membuat Melinda sangat muak.


Tapi karena saat ini dia memikirkan Natasha dan juga kestabilan emosi dari sang putri, Melinda hanya berusaha untuk meredam amarah dan dendam yang tersimpan dalam hatinya pada Teddy Morgan.


Melinda kemudian mendekat lebih dekat lagi pada Natasha dan membisikkan sesuatu pada putrinya itu.


"Sayang dengar, kalau kamu tidak menghentikan keras kepala mu ini dan tidak segera minta maaf pada ayahmu, maka kamu akan masuk penjara. Jika kamu di penjara, selamanya kamu tidak akan punya kesempatan mendekati Samuel, mengerti tidak?" tanya Melinda berbisik pada Natasha.


Raut wajah Natasha langsung berubah dari yang sangat marah dan kesal yang bercampur sedih, kini berubah menjadi raut wajah cemas. Natasha langsung menoleh ke arah ibunya.


Natasha masih ragu untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh ibunya, dia terus melihat ke arah ayah dan ibunya secara bergantian. Melinda tahu kalau putrinya itu masih sangat marah, dia kemudian mendekati putrinya lagi dan kembali membisikkan sesuatu pada putrinya itu.


"Cepat minta maaf, setelah masalah ini mereda baru kita pikirkan cara lain menyingkirkan wanita kampungan itu!" bisik Melinda.


"Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak pada putrimu yang bahkan tidak tahu mana yang baik dan tidak itu Melinda!" bentak Teddy pada Melinda.


Melinda hanya melipat kedua tangannya di depan dada dan memandang dengan tatapan remeh pada suaminya yang berdiri tepat di hadapan nya itu.

__ADS_1


"Masih bagus aku mau membantumu meredam amarah putrimu, apa kamu mau putrimu nekat dan melakukan hal yang lebih tidak pernah kamu bayangkan lagi?" tanya Melinda menggertak sang suami.


Teddy terdiam dan memandang ke arah Natasha yang memang kelihatan lebih tenang ketika Melinda mengatakan sesuatu padanya yang tidak bisa Teddy dengar. Tapi di lain sisi, dia juga merasa cemas, takut-takut kalau apa yang dikatakan Melinda bukannya membuat Natasha sadar tapi malah membuat Putri satu-satunya itu terjerumus dan semakin sulit untuk dia tuntun ke arah jalan yang benar.


Dan pada kenyataannya memang Melinda telah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak seharusnya di katakan oleh seorang ibu pada putrinya yang memang sudah melakukan suatu kesalahan. Karena apa yang Melinda bisikkan barusan itu malah akan membuat Natasha memikirkan cara lain lagi untuk menjauhkan atau bahkan menyingkirkan Naira dari sisi Samuel.


Natasha yang melihat ayah dan ibunya bersitegang memutuskan untuk menuruti perkataan dari ibunya. Dia berpikir kalau apa yang ibunya katakan tadi memang benar, kalau dia masuk ke dalam penjara maka dia tidak akan bisa memiliki Samuel, jangankan memilikinya bahkan dia pasti akan di jauhi oleh semua keluarganya kalau sampai dia benar-benar masuk penjara.


Dari apa yang terjadi hari ini, dia bisa menyimpulkan kalau sang ayah juga tidak akan berbuat banyak dan membantunya kalau dia sampai benar-benar di laporkan ke polisi. Dan semua bukti yang Samuel miliki menegaskan kalau sahabatnya Debby memang sudah mengakui segalanya, dan itu artinya dia tidak bisa mengelak lagi.


Mempertimbangkan semua hal itu, yang ternyata hanya akan membuatnya rugi, Natasha menghela nafas panjang dan mencoba untuk mengalah saja untuk saat ini seperti apa yang ibunya katakan. Dia sangat percaya pada sang ibu, dan karena tadi ibunya bilang akan membantu nya mendapatkan Samuel lagi, maka Natasha memutuskan untuk menuruti sang ibu.


"Cukup ayah, ibu. Baiklah aku minta maaf. Aku tahu aku salah. Tapi aku tidak bisa begitu saja melupakan Samuel, aku tidak bisa ayah hiks hiks!" ucap Natasha lalu menabrak ayahnya dan memeluknya.


Teddy Morgan yang terenyuh mendengar permintaan maaf dan pengakuan dari Natasha, memeluk putrinya itu dan mengusap punggungnya dengan lembut.


"Tidak apa-apa nak, ayah yakin kamu hanya perlu waktu dan perlu membuka hatimu untuk pemuda lain!" ucap Teddy Morgan pelan.


Natasha masih terisak, tapi Teddy Morgan tidak tahu kalau Melinda berjalan ke arah belakang nya dan saat Melinda berjalan ke belakang Teddy, Natasha yang menangis terisak-isak itu mengedipkan sebelah matanya pada Melinda dan di balas hal yang sama oleh Melinda.


Sungguh ibu dan anak yang keras kepala.


Author POV end

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2