Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
141


__ADS_3

Author POV


Sementara Samuel dan Naira pergi keluar dari hotel sambil bergandengan tangan berdua. Dari dalam hotel seorang pria berkacamata hitam memperhatikan mereka berdua, lalu setelah mereka berdua tidak terlihat lagi. Pria itu menghadap ke belakang, di belakang nya sudah ada seorang wanita yang sedang di apit kanan dan kirinya oleh dua orang berpakaian preman.


"Kenapa bisa gagal?" tanya Kenzo dengan suara yang tidak tinggi namun penuh dengan penekanan. Siapapun yang mendengarnya pasti gemetar kalau dia perempuan lemah dan tak berdaya seperti yang ada di depannya itu.


Benar, pria yang berkacamata hitam itu adalah Kenzo. Yang sedang geram karena rencana kali ini gagal untuk mendekati Naira.


Di beri pertanyaan seperti itu, Caren terhenyak kebelakang satu langkah.


"Maaf Kenzo, aku sudah berusaha membujuk Samuel agar menemaniku keluar. Aku bahkan berpura-pura sakit tapi dia tetap tidak mau mengantarkan aku, malah menyuruh manager hotel yang pergi bersamaku!" jawab Caren dengan suara bergetar.


"Baiklah, siapa suruh kamu adalah tunangan ku. Maka aku tidak akan mempermasalahkan hal ini. Kembalilah ke kamar mu!" seru Kenzo.


Caren terlihat menghela nafasnya lega. Dia lalu secepat mungkin berjalan pergi meninggalkan pria yang dahulu sangat memujanya itu sebelum pria itu berubah pikiran lagi.


Setelah sampai diluar Caren kembali menyentuh dadanya dan menangis, dia benar-benar telah menyesal telah mengkhianati Samuel demi karir nya agar berjalan mulus. Sekarang pada akhirnya harapannya semua juga tidak mungkin terwujud, dia mengira kalau Kenzo akan menuliskan jalan karirnya menuju puncak seorang designer perhiasan.


Awalnya memang seperti itu, bahkan pria itu selalu memberikan apa yang Caren mau. Tapi setelah kejadian itu, di mana Samuel menangkap basah mereka berdua. Kenzo bahkan bersikap sangat berbeda bahkan sampai seratus delapan puluh derajat dari semula.


Tangis dan kata maaf sudah tak mempan lagi pada Kenzo. Padahal dulu jangan kan menangis, saat Caren berwajah sedih saja, Kenzo sudah panik dan berusaha membujuk nya agar tidak sedih lagi, dengan apapun yang Kenzo bisa lakukan, dengan segala kemewahan dan kesenangan dunia yang bisa Kenzo berikan padanya.


Caren menyeka tangisnya dan kembali ke kamarnya, dia merasa harus memenangkan diri dan terlihat sempurna nanti malam saat acara perayaan ulang tahun pernikahan tuan Thomas.


Dan ternyata itu pula alasan kenapa Kenzo tidak ingin marah atau membuat Caren menangis. Agar dia tetap bisa membawa tunangannya yang cantik itu ke pesta perayaan yang sangat penting juga bagi perusahaan nya itu.


Tapi Kenzo punya rencana lain. Untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari Naira. Awalnya Kenzo ingin membalas Samuel dan Caren yang ternyata punya hubungan, Kenzo kesal pada Samuel karena sudah berulang kali dia bertanya tentang siapa wanita yang di sukai Samuel, tapi Samuel tidak pernah mengatakan apapun padanya. Samuel selalu mengelak, dan akhirnya dia mencintai wanita yang sama dengan Samuel. Hingga hubungan mereka yang awalnya baik-baik saja. Semua bisnis keluarga baik-baik saja menjadi terkena pengaruh nya.


Kenzo juga kesal karena dia sudah terlanjur bertunangan dengan Caren hingga jika dia tidak ingin mempermalukan nama keluarganya, dia tetap harus menikahi perempuan yang telah membohongi nya itu.


Kenzo lalu mengatakan rencananya pada kedua orang berpakaian preman yang adalah anak buahnya juga.

__ADS_1


"Kalian jalankan sesuai dengan rencana yang sudah aku katakan tadi. Jangan sampai ada kesalahan. Mengerti!" seru Kenzo.


Sementara itu di tempat lain, di pantai lebih tepatnya. Samuel sedang memakaikan topi pantai untuk Naira.


"Lumayan!" ucap Samuel sambil meletakkan tangannya di dagu, seperti orang yang sedang berpikir untuk menilai sesuatu dengan serius.


Naira yang terlihat masih tak percaya dengan sikap baik Samuel pun bertanya.


"Hanya lumayan?" tanya Naira.


Dan di balas anggukan kepala oleh Samuel.


"Iya, lumayan. Setidaknya topi ini membantu penampilan mu yang sangat biasa saja!" seru Samuel lalu mengambil topi lain yang akan dia cobakan untuk Naira.


Naira mengerutkan keningnya.


'Sidah ku duga, mana mungkin yang lumayan itu aku. Ck... apa aku memang terlalu gemuk?' tanya Naira dalam hati.


Dan ternyata apa yang di lakukan oleh Naira itu tak luput dari perhatian Samuel.


"Sedang apa kamu? kenapa berlagak seperti itu?" tanya Samuel heran.


Naira jadi malu karena apa yang dia lakukan ketahuan oleh Samuel.


"Sudahlah, jangan seperti itu. Walaupun ku miring kiri miring kanan, tetap saja kamu itu biasa saja!" ucap Samuel lalu pergi dari toko yang menjual topi pantai itu setelah membayarnya.


Naira berdecak kesal, tapi dia tetap mengikuti kemana langkah Samuel pergi.


"Kamu bisa snorkeling tidak?" tanya Samuel yang tiba-tiba berhenti lalu menoleh ke arah Naira.


Naira dengan cepat menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa berenang!" jawab Naira cepat


Samuel mengangkat kedua alisnya lumayan tinggi.


"Ini tahun berapa Naira, masih ada manusia tidak bisa berenang. Ck... payah!" ucapnya lalu kembali berbalik dan meninggalkan Naira.


'Ih memangnya kenapa kalau aku tidak bisa berenang, aku kan bukan ikan. Tidak ada kewajiban khusus harus bisa berenang, aku kan hidup di darat bukan hidup di dalam air!' gerutu Naira dalam hati.


"Lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang, aku juga yakin kamu tidak bisa bermain jetski. Naik banana boat berani tidak?" tanya Samuel lagi masih sama dengan gerakan yang tadi.


Berhenti dan menoleh ke arah Naira memperhatikan apa ekspresi Naira. Dan seperti dugaan nya, Naira kembali menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak mau naik itu, aku mabuk laut!" jawab Naira terus terang.


Samuel langsung memijit keningnya, dia benar-benar dibuat tak bisa berkata apa-apa lagi pada Naira.


"Baiklah, kalau begitu duduk saja disini!" ucap Samuel lalu duduk di atas pasir pantai yang kering dan lumayan jauh dari bibir pantai.


Dia tadinya akan mengajak Naira bersenang-senang dengan menaiki jetski, lalu menaiki banana boat, lalu snorkeling bersama. Tapi sepertinya semua itu hanya angan-angan Samuel saja. Naira tidak bisa berenang dan dia mabuk laut.


Sementara Naira juga sedikit merasa tidak enak hati, karena dirinya Samuel tidak bisa melakukan semua hal itu. Naira ikut duduk di dekat Samuel lalu bicara padanya.


"Jika kamu mau melakukan semua itu, maka pergilah. Aku akan menunggu di sini!" ucap Naira.


Samuel melihat ke arah Naira dan memperhatikan nya sekilas. Lalu dia menggeleng kan kepalanya.


"Tidak apa, aku juga akan di sini menemani mu!" ucap Samuel yang membuat pipi Naira langsung merona.


Author POV end


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2