
Samuel benar-benar harus menahan untuk tidak menyentuh istrinya, karena dia yakin kalau dia menyentuh Naira, istrinya itu akan lebih marah padanya dan makin sulit untuknya untuk berbaikan dengan Naira.
Yang Samuel sangat inginkan hanya menjelaskan pokok permasalahan yang membuat dia dan istrinya salah paham. Lebih tepatnya membuat istrinya marah padanya.
Samuel duduk di tepi kasur, sedangkan Naira masih sibuk menyisir rambut nya sambil mengeringkan rambutnya dengan alat pengering rambut.
"Sayang, dengarlah aku ingin menjelaskan padamu kenapa aku bisa menerima wanita itu!" ucap Samuel sangat berhati-hati.
Dia bahkan tidak menyebutkan nama Caren dan menggantinya dengan kata wanita itu, karena dia tahu kalau dia menyebut nama Caren di depan Naira, Naira akan marah lagi dan semakin marah. Karena Samuel tahu Naira tidak suka dirinya menyebutkan nama wanita yang pernah menjadi kekasih nya itu dulu.
Naira yang hanya melihat suaminya dari cermin, sebenarnya merasa tidak enak karena ekspresi wajah yang di tunjukkan oleh Samuel benar-benar seperti orang yang merasa bersalah. Dia bahkan belum pernah melihat Samuel dengan ekspresi yang seperti itu, tapi dia tidak mau memaafkan Samuel begitu saja. Karena dia juga ingin memberikan suaminya itu pelajaran, kalau mereka sudah menjadi suami istri maka segala keputusan seharusnya di putuskan bersama. Apalagi itu adalah hal yang sangat berpengaruh untuk hubungan mereka.
Sebenarnya Naira ingin sekali mengatakan apa yang di katakan oleh Caren watu itu padanya. Naira ingin menceritakan apa yang dilakukan dan di katakan Caren tentang tujuan dan niatnya untuk merebut Samuel dari Naira. Tapi sayangnya Naira sudah yakin kalau Samuel pasti tidak akan percaya padanya, di tambah lagi dia tidak punya bukti akan hal itu. Tapi Naira sebagai seorang wanita dan seorang istri, memang mempunyai perasaan yang sangat tidak enak tentang Caren. Dia yakin kalau Caren sengaja datang untuk merebut kembali cinta dari Samuel.
Naira mematikan alat pengering rambut dan menyimpannya kembali, saat dia akan berbalik dia sengaja mendekati Samuel dan mengibaskan rambutnya sengaja mengenai wajah Samuel.
Samuel sampai harus memejamkan matanya karena tingkah sang istri. Tapi dia dapat menghirup aroma kesukaan nya dari sang istri, dan itu membuatnya kembali menelan saliva nya dengan susah payah.
Saat Samuel berusaha menyentuh rambut Naira, dengan cepat Naira merapikan semua rambutnya dan menariknya dengan tangan perlahan menuju ke sisi pundaknya sebelah kanan.
"Aduh, mas! maaf ya tidak sengaja!" ucap Naira dengan suara yang dibuat sangat manja.
'Naira!' geram Samuel dalam hati yang matanya sudah di penuhi oleh keinginan yang begitu kuat untuk menyentuh istrinya itu.
Naira berjalan ke sisi tempat tidur yang lain dan sengaja mengeluarkan suara yang membuat Samuel makin merasa kepalanya menjadi berdenyut.
__ADS_1
"Ekhem.. aku haus!" ucap Naira uang kembali ke depan suaminya.
Karena posisi gelas yang berisi air minum ada di dekat Samuel. Naira meraih gelas itu dan menempelkan bibir gelas di bibirnya yang merah, Naira sengaja minum dengan tempo yang lambat sambil sesekali melirik suaminya yang memang tengah memperhatikannya minum.
Dan ketika tegukan terakhir dia sengaja menarik gelas itu hingga air minum yang ada di gelas tumpah sedikit di pakaian nya di area dada.
"Astaga, aku ceroboh sekali!" ucap Naira dengan suara yang masih sangat di buat-buat manja.
Naura meletakkan gelas itu kembali di tempatnya, di atas meja dan kembali menutupnya dengan penutup gelas yang tadi.
Naira lalu beralih ke arah dadanya dan mengibas-ngibas dengan tangannya air yang menetes di pakaian nya. Telapak tangan Naira mengibas ke kiri dan ke kanan, membuat pakaian yang menutupi bagian dadanya terbuka ke kanan dan ke kiri mengikuti gerakan tangannya.
Samuel yang sejak tadi sudah panas dingin malah tambah panas dingin lagi melihat apa yang istri tercinta nya itu lakukan.
Tapi sebelum Naira berbalik, Samuel memeluknya dengan cepat dari belakang.
"Sayang, aku tahu kamu sengaja melakukan semua ini. Kamu harus dengarkan penjelasan ku. Aku hanya memberi wanita itu pekerjaan di perusahaan sebagai SPG dan itu jauh sekali dari ruangan ku, dan aku pastikan aku tidak akan pernah bertemu dengannya setiap hari di kantor!" jelas Samuel dengan cepat.
Samuel tidak mau kalau sampai Naira pergi atau menyelanya sebelum dia selesai menjelaskan kepada Naira.
Naira terdiam, dia merasakan dengan jelas debaran jantung Samuel di punggungnya. Dan hal itu membuat jantungnya yang awalnya biasa saja mengikuti debaran jantung Samuel itu.
"SPG?" tanya Naira pelan.
Dan Samuel langsung mengangguk hingga dagunya yang sudah memiliki bulu jenggot tipis karena belum di cukur mengenai kulit pundak Naira secara langsung dan itu juga membuat bulu kuduk Naira sedikit meremang.
__ADS_1
'Eh kenapa malah aku bertanya padanya? aku harus cepat keluar dari sini!' batin Naira yang merasa kalau suaminya semakin erat memeluknya.
"Mas, aku mau ganti baju dulu!" ucap Naira spontan sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya.
Samuel malah menciumi pundak istrinya dan beralih ke arah leher membuat Naira bergeliat tak karuan karena merasa geli.
"Dia hanya ku tempatkan sebagai SPG karena dia tidak punya pekerjaan, sementara Kenzo telah menutup semua akses pekerjaan untuknya. Jika dia nanti mendapatkan pekerjaan lebih baik dia pasti akan pindah dari kantor!" terang Samuel lagi.
"Mas, cukup... aku mau ganti baju dulu. Ini basah!" ucap Naira menyela Samuel yang terus menjelaskan tapi tangan dan bibir nya juga tidak berhenti bergerak.
"Sayang, percayalah padaku. Aku sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi padanya kecuali rasa kasihan antar manusia saja, aku memberinya pekerjaan karena kasihan saja, karena rasa kemanusiaan saja!" ucap Samuel lagi.
Tapi meski Samuel menjelaskan hal itu, sebenarnya Naira masih tidak fokus pada penjelasan Samuel karena dirinya sudah terbawa pada sentuhan suaminya itu.
"Aku hanya menyayangi seorang Naira, hanya kamu. Aku tidak akan mengecewakan kamu dan calon anak kita, aku tidak akan pernah berpaling dari kalian, berpikir pun aku tidak pernah apalagi melakukannya. Aku tidak bisa jauh darimu, tidak bisa bernafas tanpamu, aku mencintaimu Naira!" ucap lembut Samuel di telinga Naira.
Membuat Naira lemas ketika mendengarnya, dia yang awalnya ingin mengerjai suaminya malah tidak bisa menolak apapun yang suaminya lakukan padanya.
Dan di kamar lain, ibu Anisa yang sudah mengusir Ibras dengan memberinya uang 200 ribu rupiah untuk uang jajannya besok malah sedang mondar-mandir di kamar Ibras dengan membawa baju daster miliknya untuk pakaian ganti Naira.
"Lama sekali sih Naira, apa menggoda suaminya perlu waktu selama ini!" gumam Anisa yang terus melihat ke arah jam di dinding.
***
Bersambung...
__ADS_1