
Situasi tak kalah rumit dari apa yang sedang di hadapi oleh Riksa kali ini juga terjadi pada kekasihnya yaitu Puspa. Tanpa sengaja Puspa mendengar ayah dan ibunya bicara tentang pertunangan nya dengan Jonathan yang akan mereka adakan nanti malam bertepatan dengan perayaan ulang tahun Puspa yang ke 27.
"Ayah mu sudah berjanji pada ayah Jonathan, dan tidak mungkin untuk membatalkan perjanjian itu. Seorang pria yang di pegang adalah ucapannya nak!" ujar Mega yang berusaha untuk menjelaskan kesulitan mereka pada Puspa.
"Tapi ini masalah pernikahan bu, tidak kah kalian seharusnya membicarakan hal ini dulu padaku. Ini masalah kehidupan ku, kebahagiaan ku!" protes Puspa pada sang ibu.
"Ibu menghubungimu dua hari yang lalu dan kamu bilang kamu tidak punya kekasih, dan saat itu ayah mu menyetujui lamaran ayah Jonathan! jangan membuat kami malu Puspa!" seru Mega yang sudah memasang ekspresi sangat serius di depan Puspa.
Puspa sangat bingung, dia ingin sekali mengatakan hubungannya dengan Riksa. Tapi dia dan Riksa baru saja menjadi sepasang kekasih semalam. Sementara ibu dan ayahnya sudah menyetujui lamaran Jonathan sebelumnya. Puspa hanya bisa terdiam dan berusaha memikirkan jalan keluar terbaik.
"Ibu tapi aku mencintai orang lain!" ucap Puspa dengan pelan.
Mega terlihat sangat terkejut.
"Apa? siapa dia? siapa orang itu apa lebih baik dari Jonathan, apa dia pernah membantu ayah mu seperti ayah Jonathan membantu kita, apa dia juga yang menyelamatkan Rose saat hampir tenggelam, katakan!" seru Mega yang membuat Puspa terbungkam.
Puspa dengan mata yang sudah berkaca-kaca memilih untuk berbalik dan meninggalkan kamar sang ibu. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mega, karena keluarga mereka memang sudah banyak berhutang budi dan berhutang secara materil pada keluarga Jonathan sebelum Puspa menjadi seorang designer dan pemilik butik yang terkenal.
Saat keluar dari kamar sang ibu, Puspa tidak sengaja bertemu dengan sang ayah. Puspa langsung menyeka air matanya dengan cepat. Karena sang ayah memiliki riwayat penyakit jantung, dan Puspa tidak ingin karena ulahnya sang ayah jadi stress dan penyakit nya kambuh.
"Nak, Jonathan sudah menunggu mu di depan. Katanya kalian akan jalan-jalan kan hari ini?" tanya Putra sambil menepuk lembut bahu putri sulungnya.
"Ayah, apa boleh kalau aku batalkan saja jalan-jalan dengan putra. Aku ingin membantu kalian menyiapkan pesta untuk nanti malam!" ucap Puspa yang memang hanya beralasan saja. Dia benar-benar tidak ingin pergi dengan Jonathan setelah apa yang tadi di katakan oleh ibunya.
"Jangan seperti itu ya, kasihan kan nak Jonathan dia bahkan setia menunggu kamu selama dua tahun. Tolong jangan kecewakan dia ya nak, dia dan keluarganya sangat baik. Kamu akan di terima dengan baik di keluarga nya nanti, bahkan nak Jonathan bilang pada ayah, seandainya kamu tidak ingin meninggalkan Indonesia maka dia yang akan pindah kemari dan menemani mu, dan membangun bisnis baru di sini. Dimana lagi kamu akan menemukan lelaki sebaik dia?" tanya sang ayah yang semakin membuat Puspa hatinya semakin perih saja.
'Ayah, aku mencintai orang lain! dia juga sangat baik. Tapi bagaimana ini, aku tidak bisa mengambil resiko menyakiti ayah!' batin Puspa yang sudah menangis.
__ADS_1
"Kenapa diam saja, cepat siap-siap dan temui nak Jonathan di depan. Kamu yang menyetir ya, dia belum biasa dengan setir sebelah kanan!" ucap sang ayah dan Puspa hanya mengangguk sekali dan langsung berlari ke dalam kamarnya.
Puspa meraih tas nya yang ada di atas meja di dalam kamarnya, dia melihat ke layar ponsel berharap ada panggilan atau setidaknya pesan dari Riksa. Tapi ternyata tidak ada.
"Apa dia sangat sibuk hari ini?" tanya Puspa bergumam.
Sambil terus memikirkan Riksa, Puspa berjalan keluar kamarnya hingga tanpa sadar keponakan kecilnya sudah berdiri di depannya dengan sebuah boneka berwarna kuning dengan pipi merah bulat besar.
"Aunty, mau kemana?" tanya Rose kecil yang menggemaskan.
Tiba-tiba saja terlintas sebuah ide di kepala Puspa.
'Ah aku ada ide sebaiknya aku ajak Rose saja, dengan begitu kamu berdua akan sibuk dengan Rose dan Jonathan tidak akan dekat-dekat dengan ku!' pikir Puspa yang sudah sangat senang sampai mengulas senyum di wajah cantiknya.
Puspa langsung berjongkok di depan Rose
"Rose mau aunty, tapi tadi kata Oma Rose Haris bilang tidak kalau aunty mau mengajak Rose pergi jalan-jalan!" jawab gadis kecil yang baru berusia lima tahun itu.
Puspa mengernyitkan keningnya.
'Astaga ibu, dia bahkan sudah memikirkan hal ini. Aku memang kalah jauh dengan ibu dalam hal seperti ini!' keluh Puspa dalam hatinya.
"Kakak, cepatlah kak Jo sudah menunggu di depan. Rose sayang ayo ikut mommy kita persiapkan pesta ulang tahun untuk aunty Puspa yuk!" ajak Anyelir pada putri kecilnya.
Rose kecil melompat lompat sangking senang nya akan menyiapkan ulang tahun aunty yang sangat dia sayangi.
"Hore, ayo mommy. Bye aunty!" ucap Rose kecil sambil melambaikan tangannya pada Puspa.
__ADS_1
Puspa membalas lambaian tangan Rose.
"Bye, Rose!" ucap Puspa dengan sangat tidak bersemangat.
Puspa segera melangkah menuju pintu keluar, dengan sangat lamban.
"Puspa!" panggil Mega.
Puspa berbalik dan melihat ke arah sang ibu.
"Iya Bu!" jawab Puspa dengan suara pelan, dia sungguh tidak bersemangat.
Mega menghampiri anaknya itu.
"Tidak ada orang tua yang ingin anaknya hidup menderita atau kesusahan nak. Kami melakukan semua ini demi dirimu juga, Jonathan itu pria yang sangat baik, ayah dan ibu yakin tidak akan ada pria lain sebaik Jonathan yang mampu membahagiakan mu, Ibu mohon padamu, jangan kecewakan ayah dan juga ibu nak!" ucap Mega sambil mengelus lembut lengan Puspa beberapa kali.
'Apa yang harus aku lakukan?' tanya Puspa dalam hati.
"Ibu juga berharap kalau apa yang kamu katakan tadi hanya alasan. Nak, jangan biarkan ayah mu menanggung beban karena sudah melanggar janjinya pada keluarga nak Jonathan, ayah mu sudah berjanji nak. Tolong jangan membuat ayah mu harus menundukkan wajahnya saat bertemu dengan keluarga nak Jonathan. Jangan membuat ayah yang sangat menyayangimu dan selalu melakukan apa saja demi kamu demi keluarga kita, menjadi bahan pergunjingan orang di masa tuanya. Ibu harap kamu mengerti Puspa!" ucap Mega membuat mata Puspa kembali berkaca-kaca.
Setelah mengatakan hal itu, Mega menepuk bahu Puspa sekali dan berbalik meninggalkan nya. Puspa merasa sangat dilema saat ini. Di satu sisi keluarganya, ayahnya yang telah bekerja keras dan bertaruh apa saja demi dirinya, di satu sisi cinta yang sudah dia kejar selama bertahun-tahun.
'Aku harus apa sekarang? Riksa, aku sangat membutuhkan mu saat ini!' batin Puspa sambil melangkah keluar menuju ke arah seorang pria yang sedang tersenyum padanya dengan sangat tulus.
***
Bersambung...
__ADS_1