Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
148


__ADS_3

Rasanya aku gugup sekali saat memasuki sebuah ruangan dengan pintu yang besar, dari arah lain aku masih bisa mendengar lantunan suara penyanyi dan musik yang mengiringi nya. Yang artinya pesta belum berakhir dan masih berlangsung. Tapi kenapa tuan dan nyonya Thomas meninggalkan acara dan mau bertemu dengan ku.


Ceklek


Mina membuka pintu, dan terlihatlah tuan dan nyonya Thomas sedang duduk di sofa, dan wanita itu penyebab perkelahian antara Samuel dan juga Kenzo juga sudah duduk di sana.


Aku mendekat ke arah Tante Irene.


"Duduk lah Naira!" ucap Tante Irene.


Aku langsung mengangguk patuh lalu duduk di samping Mina.


"Kalian kami panggil kesini untuk bertanya, apa yang sebenarnya terjadi. Kalau dua orang itu yang di panggil maka masalahnya tidak akan selesai!" kata om Thomas.


"Benar, tadi Caren sudah bilang kalau semua ini terjadi karena kesalahpahaman antara Samuel dan Kenzo. Caren yang sudah bertunangan dengan Kenzo hanya di tolong pergi berobat oleh Samuel, tapi Kenzo salah paham dengan itu. Apa kamu mengetahui hal itu juga Naira?" tanya tante Irene.


Aku melihat ke arah Caren yang sedang memasang raut wajah menyedihkan, dia terlihat seperti seorang wanita polos yang tak berdaya, tapi saat mereka bertengkar dia ada disana. Bukan kah seharusnya dia bisa menjelaskan kalau masalahnya hanya hal seperti itu.


Aku memang tidak terlalu pintar, tapi aku tahu kalau yang di lakukan Caren ini demi keuntungan nya sendiri.


Sebelum menjawab pertanyaan dari om dan Tante Thomas, aku menghela nafasku panjang.


"Iya om, Tante. Apa yang di katakan oleh bos Caren memang benar! maafkan kami yang telah membuat keributan di acara spesial om dan Tante!" ucap ku sopan.


Aku lihat om Thomas menghela nafas dan menggelengkan kepalanya. Dan Tante Irene tersenyum.


"Tidak apa-apa, jadi hanya hal sepele semacam itu. Para pria memang terlalu posesif, hanya hal seperti itu dan sudah main pukul..."


"Apa maksud mu dengan para pria, aku juga pria. Tapi aku tidak posesif seperti mereka!" bantah om Thomas yang sepertinya tidak suka kalau Tante Irene menyamakan semua pria itu posesif.


"Aku tidak bilang itu kamu, suamiku!" balas Tante Irene.


"Aku juga pria, istriku!" balas om Thomas yang tak mau kalah mengenai pendapat nya yang dia rasa benar.

__ADS_1


Aku tersenyum melihat mereka berdua. Mereka sudah menikah selama puluhan tahun, dan masih terlihat begitu dekat dan romantis. Menurut ku adu mulut mereka ini adalah bentuk kasih sayang antara mereka berdua untuk satu sama lain.


Aku juga melihat ke arah Mina, dia juga terkekeh melihat kedua orang tuanya seperti itu.


Tapi ketika aku melihat ke arah Caren. Sepertinya dia jengah dan hanya memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Naira, sekarang adalah tugas mu untuk menjelaskan semua ini pada suamimu. Aku lihat dia sangat mencintai mu!" ucap Tante Irene.


Aku terkejut ketika Tante Irene mengatakan kalimat itu. Samuel mencintai ku, darimana Tante Irene lihat itu, maksudku dari sudut mana dia melihat hal itu. Aku benar-benar terkejut. Namun aku tidak menunjukkan rasa keterkejutan ku itu pada semua orang yang ada di dalam ruangan ini.


Pandangan Caren menjadi suram ketika Tante Irene mengatakan hal itu.


"Benar, om juga tahu. Dia bahkan sesekali mencuri pandang padamu ketika mengobrol dengan tante mu tadi. Aku cukup mengenal anak itu, dan pandangan nya itu menunjukkan kalau dia sangat perhatian dan perduli padamu!" tambah om Thomas.


Aku tersenyum mendengar apa yang kedua pasangan suami istri itu katakan. Aku atau mereka sih sebenarnya yang tidak menyadari tentang perasaan Samuel padaku.


"Acara tidak terganggu, mereka bertengkar di belakang panggung. Kalau itu bukan Samuel dan Kenzo aku pasti tidak memperdulikan nya. Kami akan melanjutkan acaranya, kalian berdua ingat. Harus menjelaskan pada pasangan kalian masing-masing tentang kesalahpahaman ini, jangan di biarkan berlarut-larut!" jelas om Thomas.


"Kak Naira, bagaimana kalau kapan-kapan kita jalan-jalan bersama. Em, nanti kalau aku liburan lagi di Indonesia, bagaimana?" tanya Mina dengan wajah yang terlihat begitu ceria.


Aku juga langsung mengangguk.


"Oke, kita akan jalan-jalan saat kamu liburan lagi nanti!" jawab ku.


"Yes, aku akan menantikan saat itu. Sekarang aku pergi dulu ya. Senang bertemu dengan kak Naira dan kak Sam!" ucap Mina lalu melambaikan tangannya pada Sam dan keluar dari ruangan.


Samuel yang sedang merapikan kemejanya lalu berkata.


"Apa yang tuan Thomas katakan?" tanya nya padaku sambil kembali memakai jas nya.


Dari yang aku lihat, dia seperti nya juga melepaskan kemejanya tadi, apa lukanya juga ada di seluruh tubuhnya.


Saat aku sedang memikirkannya, Samuel kembali berseru.

__ADS_1


"Naira, aku bertanya padamu. Apa kamu akan kembali mendiamkan aku seperti kemarin?" tanya nya lagi.


Aku langsung menatapnya yang juga sedang menatap ku.


"Tante dan om Thomas bilang, kalau kamu dan Kenzo hanya salah paham. Dan sebaiknya kamu jelaskan pada Kenzo kalau kamu hanya mengantarkan tunangan nya ke rumah sakit, hanya membantunya tidak ada hal lain!" ucap ku dengan cuek.


Setelah itu aku langsung memalingkan wajah ku ke arah lain. Samuel langsung berdiri dan mendekati ku. Dia berdiri di depan ku lalu memegang kedua lengan ku hingga membuat aku terkejut dan langsung melihat ke arah ha lagi.


"Apa kamu pikir aku mau berkelahi dengan orang itu hanya demi wanita yang sudah mengkhianati aku?" tanya Samuel dengan nada yang kian meninggi.


Aku mengernyitkan dahi ku, aku bahkan menjauhkan wajah ku karena dia bicara terlalu dekat.


"Aku tidak tahu, saat om dan Tante Thomas bertanya apa yang menyebabkan kamu dan Kenzo berkelahi, itu yang dikatakan Caren!" jawab ku.


"Lalu kamu diam saja, dan mengiyakan semua yang wanita itu katakan?" tanya nya bertambah tinggi saja nada suaranya.


"Memangnya aku harus bilang apa? kenyataan nya memang begitu, kamu meninggalkan aku demi mengantarkan wanita itu, lalu kamu juga meninggalkan aku saat melihat wanita itu di acuhkan oleh tunangan nya, lalu apa yang bisa aku katakan selain mengatakan kalau apa yang di katakan oleh Caren itu benar?" tanya ku balik pada Samuel dengan nada suara tak kalah meninggi.


Aku juga heran kenapa sejak bersama dengan Samuel, aku sedikit demi sedikit malah terkontaminasi dengan semua sikap nya.


"Wanita bodoh!" ucapnya masih sambil memegang kedua lengan ku.


Aku sampai melotot ketika dia bilang aku bodoh.


"Memang aku bodoh, lalu kenapa kamu menikahi wanita bodoh seperti aku, kenapa tidak mengakhiri saja kontrak pernikahan itu, kenapa masih mempertahankan aku berada disisi mu?" tanya ku kesal, sangking kesalnya aku bahkan tidak mampu membendung lagi air mata yang sedari tadi sudah menggenang.


Tapi ketika aku sudah menangis, tangan Samuel dia lepaskan dari kedua lengan ku dan beralih menangkap kedua pipiku.


"Kamu memang bodoh, apa kamu tidak sadar. Aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu!" ucap Samuel.


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2