Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
48


__ADS_3

Author POV


Sementara itu di tempat lain, di sebuah ruangan kantor yang merupakan ruangan dari seorang CEO muda yang tampan rupawan yang akan segera melepaskan masa lajang nya hari ini. Terdengar sedikit keributan karena perdebatan antara Samuel dan juga seorang pemuda berwajah campuran antara oriental dan kebule-bulean.


Sekertaris pribadi nya yang tak lain dan tidak bukan adalah Riksa, sedang kalang kabut karena bos nya malah terlihat begitu santai. Berkali-kali Riksa mengingatkan Samuel agar segera pergi ke hotel, tapi Samuel terus saja menunda-nunda. Padahal sudah sebanyak lima kali, Stella ibu Samuel menghubungi nya dan memintanya segera pergi ke hotel. Bahkan yang terakhir kali, yaitu dua menit yang lalu, Stella bicara dengan nada yang sangat kesal, bahkan sedikit menggertak pada Samuel.


"Bos, semua pekerjaan disini sudah tidak ada lagi, semua klien kita juga sudah tahu kalau bos akan menikah hari ini. Lalu apa yang kita lakukan disini bos? Kamu malah minum seperti itu? kalau Tante Stella tahu, dia pasti akan sangat marah bos?" tanya Riksa kebingungan.


Masalahnya adalah, Stella sejak tadi juga menghubungi Riksa dan memintanya membawa Samuel agar segera ke hotel. Dia harus mengikuti pelatihan untuk ijab qobul nanti sore pukul lima. Tapi sepertinya Samuel malah tidak menganggap hal ini serius dan masih saja bersantai sambil meminum minuman favorit nya yang memiliki sedikit kadar alkohol dan melihat ke arah aquarium besar yang menjadi dinding kantor nya.


"Tenang lah Riksa, yang akan menikah itu kan aku! kenapa malah kamu yang panik seperti itu?" tanya Samuel dan dia sempat terkekeh pelan saat mengatakan itu.


"Bos, Tante Stella sudah menghubungi ku lebih dari sepuluh kali...!"


"Dia itu ibu mu atau ibu ku ya? dia menghubungi mu lebih dari sepuluh kali, tapi dia hanya menghubungiku lima kali. Bukan kah ini mencurigakan Riksa?" tanya Samuel lagi.


Riksa sudah mulai merasa ada yang aneh dengan Samuel. Dia lalu melihat ke arah botol minuman yang ada di meja.


Riksa terkesiap, karena minuman yang dia minum bukan yang biasanya, minuman yang sudah dia habiskan satu gelas ini adalah minuman yang kadar alkohol nya tinggi.


Riksa segera meletakkan botol yang dia pegang tadi ke atas meja. Lalu berjalan mendekati Samuel dan merebut gelas yang ada di tangan Samuel.


"Hei!" pekik Samuel tak terima gelas nya diambil oleh Riksa.


"Hentikan bos, jika tidak aku tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Kamu tidak boleh mabuk bos, ini adalah hari pernikahan mu!" tegas Riksa memperingati Samuel.


"Ha ha ha, pernikahan ku. Aku hanya akan menikah dengan Caren, hanya dengan Caren saja Riksa. Tidak dengan wanita lain, apalagi gadis ceroboh itu, dia yang selalu mengganggu tidurku...!"

__ADS_1


Samuel benar-benar sudah mabuk, dia mengatakan semua yang dia rasakan di dalam hatinya. Tapi Riksa malah tidak fokus pada apa yang Samuel katakan, dia hanya fokus memikirkan bagaimana membawa Samuel yang sedang mabuk ini ke hotel tempat pernikahan nya kan di langsungkan sekitar tujuh jam lagi.


"Bos, hentikan meracau begitu. Sebaiknya kita pergi ke hotel sekarang, sebelum kamu benar-benar tidak sadar dan tidak bisa berjalan!" keluh Riksa yang mencoba untuk membangunkan Riksa dari kursi nya.


"Heh, jangan pegang-pegang. Apa kamu menyukai ku kenapa pegang-pegang begitu!" racau Samuel memprotes apa yang di lakukan oleh Riksa.


Riksa harus menepuk dahinya sendiri karena apa yang dikatakan oleh Samuel itu sungguh di luar dugaan.


"Bos berhenti mengatakan yang tidak-tidak. Walaupun di dunia ini sudah tidak ada lagi makhluk yang namanya wanita, aku juga tidak akan pernah menyukai mu!" balas Riksa.


Dia tahu saat ini Samuel sedang mabuk, dan dirinya tahu benar kalau Samuel sedang mabuk, dia bahkan tidak akan ingat apa saja yang sudah dia lakukan dan dengar saat mabuk. Jadi saat seperti inilah, Riksa bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan pada Samuel.


"Jadi kamu tidak menyukai ku?" tanya Samuel dengan wajah sedih.


Riksa hanya menatap Samuel datar, dia benar-benar tidak habis pikir pada pria bertubuh kekar yang sekarang malah terlihat seperti anak remaja labil di depannya.


Riksa membulatkan matanya.


"Apa yang kamu katakan? heh ini hari pernikahan mu, bisa-bisa nya kamu malah mau tidur. Cepat bangun!" seru Riksa sedikit menaikkan nada suaranya dari sebelumnya.


Samuel terlihat terkesiap.


"Kamu membentak ku? siapa kamu berani membentak ku?" tanya Samuel tak terima.


Tapi Riksa taka mau kalah, dia tahu Samuel akan sedikit lemah kalau sedang mabuk.


"Aku Riksa, dan sekarang kamu harus bangun dan berjalan ke mobil mu. Tidur saja di mobil nanti!" seru Riksa kemudian.

__ADS_1


Samuel masih tidak mau menuruti perkataan Riksa, dia malah menggelengkan kepalanya.


"Tidak mau, aku akan panggil Dina saja. Dina!" teriak Samuel.


Dan dengan cepat, sekertaris Samuel yang lain pun masuk ke dalam ruangan dan menghampiri Samuel dan Riksa.


"Ya bos, ada apa?" tanya Dina.


"Siapkan tempat tidur ku di ruang istirahat, aku mau tidur!" perintah Samuel.


Dina terlihat bingung, pasalnya dia juga tahu kalau hari ini adalah hari pernikahan Samuel. Dia juga akan hadir, dia disini karena Samuel masih disini.


Dina melihat ke arah Riksa, dan Riksa malah mengisyaratkan agar Dina pergi.


"Heh, kenapa malah pergi. Ruang istirahat ku kan disitu!" tunjuk Samuel ke arah kanan. Sedang kan Dina malah keluar dari ruangan nya.


"Tidak akan ada yang mendengarkan mu! sekarang jalan, keluar dari pintu dan masuk ke dalam mobil!" seru Riksa dengan berani.


"Akan ku potong gaji mu!" omel Samuel tapi dia tetap menuruti apa yang di katakan Riksa.


Sambil mengikuti Samuel yang berjalan sambil berpegangan pada dinding dan sedikit sempoyongan. Riksa memijit kepalanya yang terasa berdenyut.


'Huh, bisa-bisa nya aku tidak memperhatikan apa yang di minum oleh bos tadi. Aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Tante Stella kalau melihat bos dalam keadaan seperti ini, di hari pernikahan nya!' batin Riksa menyesali keteledoran nya.


Mereka berdua sudah keluar dari lift, dan sudah di basemen menuju ke mobil mereka. Samuel langsung masuk dan merebahkan dirinya di jok penumpang bagian belakang. Riksa hanya menoleh sesaat, lalu kembali fokus ke arah depan. Mengemudikan mobilnya menuju ke hotel tempat akan dilangsungkan nya pernikahan Samuel dan juga Naira.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2