
Waktu yang di tentukan oleh Adam dan juga Vina sudah tiba. Salah seorang anak buah Adam sudah datang dan berakting menjadi klien baru.
Saat pertama kali melihat anak buah Adam, Caren sempat menaruh curiga. Pasalnya selama ini dia sudah sering bertemu dengan banyak pengusaha kaya dan terkenal karena Jodi selalu mengajaknya saat menghadiri pertemuan-pertemuan penting perusahaan Rahardja.
Tapi dari sekian banyaknya pengusaha yang Caren temui itu, Caren baru pertama kali melihat pengusaha di depannya itu. Kedatangannya cukup meyakinkan, bersama satu orang sekertaris cantik dan dua orang asisten berbadan besar dan wajah mereka cukup seram.
"Aku memang sering dengar tentang Panca Buana Grup, tapi aku baru pertama kali ini bertemu dengan Tuan Madani, apakah tuan lama tinggal di luar negeri atau...!"
Namun sebelum Caren selesai bicara. Pria yang adalah anak buah Adam itu langsung menyelanya.
"Apa anda tahu seberapa dalamnya laut nona?" tanya Madani menyela ucapan Caren.
Caren langsung tercengang, dia terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Pria muda yang tak kalah tampan dari Jodi itu.
Madani kemudian tersenyum miring.
"Itulah, jangan pernah menyimpulkan suatu hal yang bahkan kamu tidak mengerti sama sekali hal itu. Kota ini besar nona, apa kamu juga akan mengenal siapa putri walikota?" tanya Madani lagi yang makin membuat Caren merasa tidak enak karena dia memang sudah terlalu lancang bertanya seperti itu, seolah tidak percaya pada Madani.
"Oh, aku minta maaf tuan Madani. Baiklah, silahkan masuk. Tuan Jodi sedang menunggu anda di dalam!" ucap Caren dengan ekspresi wajah yang begitu canggung sekarang.
"Jangan canggung seperti itu nona, aku tahu sebagai sekertaris tugas anda juga tidak mudah!" ucap Madani lalu berjalan melewati Caren bersama dengan ketiga orang lainnya.
__ADS_1
Caren menghela nafasnya lega.
'Huh, syukurlah tuan Madani itu bukan orang yang sentimentil atau pemarah, kalau tidak bisa habis aku kena omel Jodi kalau kerja sama ini gagal!' batin Caren yang lalu mengikuti langkah Madani dan yang lain menuju ke ruangan Jodi.
Pembicaraan bisnis berlangsung lancar, karena Madani memang sudah ahli dalam bidang ini. Madani adalah salah satu orang kepercayaan Adam yang di percaya mengurus perusahaan ekspedisi milik Adam.
"Senang bekerja sama dengan anda, tapi saya akan lebih senang lagi kalau anda dan juga nona Caren bersedia menemani kami makan siang tuan Jodi!" ucap Madani sambil menjabat tangan Jodi.
Jodi terlihat sangat senang, karena ini artinya mereka sudah pasti akan setuju menjalin kerjasama dengan perusahaan Rahardja. Dan kepercayaan para pemegang saham akan semakin besar padanya. Tapi dia ingat kalau dia juga sudah ada janji makan siang dengan Vina. Tentu saja dia tidak akan melewatkan kesempatan bagus ini, karena semakin Vina kembali dekat dengannya maka semakin mulus pula jalannya nanti untuk mengambil alih Rahardja grup.
Sambil melepaskan tangannya yang tadi menjabat tangan Madani. Jodi tersenyum ramah.
"Sebelumnya saya minta maaf, sungguh-sungguh minta maaf pada tuan Madani dan juga para asisten tuan Madani, sebenarnya siang ini saya sudah ada janji dengan orang lain dan orang itu sangat penting bagi saya!" ucap Jodi membuat Caren mendengus kesal di belakang Jodi.
Setalah penolakan yang begitu sopan dari Jodi, seperti yang sudah di rencanakan Madani langsung merubah ekspresi wajah nya menjadi sangat kecewa. Jodi yang bisa dengan jelas melihat hal itu karena sekarang sedang berada di depan Madani langsung merasa tidak enak.
"Begini saja tuan Madani, saya memang tidak bisa menemani anda makan siang, tapi Caren. Sekertaris saya ini yang akan menanti anda makan siang, dan tadi anda bilang kalau anda juga masih baru di kota ini kan? Baiklah Caren juga akan mengajak anda berkeliling dan melihat-lihat betapa indah dan modern nya kota ini. Bagaimana tuan Madani?" tanya Jodi yang berusaha membujuk tuan Madani.
Caren terlihat semakin kesal.
'Bagus Jodi, kamu akan makan siang dan bersenang-senang bersama Vina. Lalu kamu melemparkan aku pada klien mu lagi, seperti yang sudah-sudah. Entahlah, aku bahkan mulai curiga semua ucapan cinta mu itu palsu!' batin Caren sangat kesal pada Jodi.
__ADS_1
Tapi meski Caren sangat kesal pada Jodi, dia juga tidak bisa berbuat banyak. Semua rencana yang Jodi katakan padanya sangatlah menggiurkan, membuatnya juga tidak ingin meninggalkan pria itu, karena semua rencana yang begitu terdengar sangat indah dan kehidupan mewah, serba kecukupan di depan matanya tak mungkin Caren lewatkan begitu saja hanya karena kekesalannya pada sikap Jodi. Semua kesuksesan itu butuh perjuangan, dan Caren pikir mungkin ini adalah salah satu dari beberapa perjuangan yang harus dia perjuangan untuk mendapatkan segalanya yang telah di janjikan oleh Jodi.
Madani langsung melihat ke arah Caren. Seperti yang di perintahkan oleh Adam, dia harus terlihat seperti sangat menyukai dan begitu tertarik pada Caren.
"Baiklah, asal nona Caren tidak keberatan?" tanya Madani dengan sopan.
Jodi langsung menoleh ke arah belakang. Dia menatap Caren dengan tajam seolah memerintahkan Caren untuk segera menjawab pertanyaan Madani itu dengan jawaban iya, tanpa penolakan.
Caren masih diam, tentu saja dia juga tidak ingin terlihat sangat murahan dengan langsung mengiyakan ajakan Madani. Jodi yang sudah tidak sabar, menarik tangan Caren hingga wanita cantik itu berdiri sejajar dengannya.
"Caren, kamu tidak keberatan kan?" tanya Jodi lagi.
Caren langsung mengangguk.
"Iya, tentu saja tuan Madani. Sebuah kehormatan bisa menemani anda melihat-lihat kita ini. Mari tuan!" ucap Caren yang langsung meraih tasnya dan langsung pergi dari ruangan Jodi bersama dengan Madani dan tiga anak buah Adam yang lain.
Jodi tersenyum puas, dua mengira rencananya telah berhasil. Tanpa dia sadari kalau sebenarnya dia sudah masuk ke dalam rencana Adam dan juga Vina. Tinggal menunggu Vina mengajak Jodi makan siang bersama. Dan akhirnya Adam yang akan mencari semua bukti kecurangan Jodi dan juga Caren.
Jodi langsung merapikan jasnya setelah dia melihat arloji yang ada di pergelangan tangan nya.
"Sudah waktunya menjemput Vina di ruangannya untuk makan siang bersama. Aku akan membuat Vina mengingat kembali masa-masa dua tahun kami yang indah. Dengan begitu dia akan dengan mudah menceraikan suaminya itu!" gumam Jodi begitu percaya diri sebelum meninggalkan ruangannya menuju ke ruang kerja Vina.
__ADS_1
***
Bersambung...