Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
158


__ADS_3

Sementara semua barang-barang mereka sedang di bereskan, sepasang suami istri yang masih menikmati kebersamaan mereka sedang melihat keindahan matahari terbenam di sebuah pantai yang menjadi salah satu objek wisata paling diminati di pulau Dewata.


Mereka duduk berdua dengan alas kain yang mereka beli di salah satu toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh dan hasil kerajinan masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Di temani dengan satu buah kelapa muda dengan dua sedotan yang membuat mereka berdua makin terlihat romantis saat minum bersama. Saling pandang dan wajah yang saling bersemu merah.


Naira sebenarnya belum sepenuhnya merasakan perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Samuel. Dirinya masih merasa tidak yakin saja, dan masalah kontrak yang belum jelas di batalkan di depan matanya sendiri membuatnya takut kalau Samuel hanya bicara sesaat.


Bukan tanpa alasan Naira bersikap seperti itu karena selama ini Samuel memang suka berubah-ubah. Dia tahu hal itu karena Samuel belum yakin pada hatinya seperti sekarang, tapi tetap saja Naira sama sekali tidak mau kalau dirinya terlanjur sayang dan akhirnya semua tak sesuai dengan apa yang dia harapkan dan dia kan menjadi terluka dan sakit hati.


Menurut Naira lebih baik jangan mengharapkan sesuatu yang belum pasti. Dan menyimpan perasaan nya terlebih dahulu sampai dia benar-benar yakin pada perasaan dan juga hatinya juga pada Samuel.


"Indah kan sayang?" tanya Samuel sambil melihat ke arah depan tapi menggenggam tangan Naira dengan lembut.


Naira menoleh, dia tidak langsung menjawab. Dia lalu melihat ke arah yang sama dengan Samuel. Dan memang benar, pemandangan ciptaan Tuhan di depan mereka memang tak tergantikan dengan lukisan apapun. Mau siapapun yang melukiskan keindahan yang sama juga tak mampu menandingi yang aslinya terlihat.


Naira tersenyum, dan ketika dia melihat ke arah Samuel yang sepertinya benar-benar merasa bahagia. Dia pun tak bisa lagi menahan pertanyaan yang ada di dalam pikiran nya.


"Apa mas bahagia?" tanya Naira dengan ragu.


Saat dia bertanya pada Samuel dia melihat ke arah Samuel, tapi ketika pertanyaan nya selesai dan Samuel menoleh dia langsung menundukkan kepalanya.


"Aku sangat bahagia Naira, aku bahkan tidak pernah sebahagia ini. Kamu wanita yang menerima semua keadaan ku, tidak banyak menuntut dan tidak banyak protes!" jawab Samuel.


Naira mengernyitkan dahi nya. Dia merasa kalau suami yang ada di hadapannya itu sedang membicarakan seseorang, dan sedang membandingkan dirinya dengan orang itu.


"Kamu adalah sumber kebahagiaan ku Naira, aku akan menceritakan satu rahasia yang tidak pernah aku ceritakan pada siapapun!" ucap Samuel memutar badannya menghadap ke arah Naira.


Naira yang awalnya mengernyitkan dahi nya sekarang merubah ekspresi wajah nya menjadi makin penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Samuel.

__ADS_1


"Kamu ingat tidak waktu kamu feeting gaun pengantin, dan Riksa memotret mu. Dia mengirimkannya padaku, tapi karena saat itu aku sama sekali tidak menyukai mu maka tanpa melihat aku langsung menghapus nya!" tutur Samuel.


Dan apa yang di katakan oleh Samuel itu membuat Naira menghela nafasnya panjang. Dia merasa sedikit tersinggung, tapi hanya sedikit. Karena pada dasarnya dia pun tahu kalau saat itu Samuel memang selalu ketus padanya, lidahnya sangat tajam kalau menghina dan merendahkan Naira. Karena itu Naira pada masa itu bahkan menjulukinya dengan si lidah tajam.


"Tapi ibu mengirimkan lagi padaku, fotomu yang mengenakan gaun pengantin putih yang waktu itu. Dan apa kamu tahu, aku kira itu bukan kamu. Kamu tampak sangat berbeda. Sesungguhnya, aku sempat terpesona dan memuji mu!" jelas Samuel lagi menceritakan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu.


Kali ini raut wajah Naira kembali berubah, dia mulai mengulas senyum di bibirnya.


"Benarkah?" tanya Naira yang pipinya juga ikut merona.


Samuel langsung mengangguk kan kepalanya dengan cepat.


"Benar, selama beberapa detik aku memandang mu. Tapi kemudian ibu mengirim chat lagi dan mengatakan kalau itu adalah kamu...!"


"Dan kamu kembali menghapusnya?" tanya Naira menyela apa yang ingin di katakan oleh Samuel.


Naira sudah menduga kalau itu memang hal yang akan di lakukan Samuel setelah mengetahui wanita yang ada di foto itu adalah dirinya.


'Sudah ku duga! lalu kenapa dia malah menceritakan kisah seperti itu padaku?' tanya Naira dalam hati.


Naira memalingkan wajahnya, dia merasa kalau cerita Samuel barusan itu merusak suasana romantis yang sudah susah payah terbangun di antara mereka.


"Tapi apa kamu tahu apa yang terjadi setelah aku menekan tombol clear?" tanya Samuel.


Naira yang sudah tidak ingin membahas tentang hal ini lalu menoleh ke arah Samuel dan menggelengkan kepalanya dengan malas


"Apa?" tanya nya dengan setengah hati.

__ADS_1


"Aku malah tekan cancel!" jawab Samuel.


Dan jawaban Samuel itu membuat Naira menaikkan alisnya sedikit ke atas. Dia tidak menyangka kalau Samuel tidak jadi menghapus fotonya.


"Aku lalu meletakkan ponsel ku dan tertidur. Dan apa kamu tahu apa yang lebih parah lagi yang aku rasa mustahil sekali akan terjadi saat itu, saat aku sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap mu?" tanya Samuel lagi.


Dan kali ini Naira memperhatikan dengan seksama apa yang akan di katakan oleh Samuel. Jujur saja Naira mulai tertarik dengan cerita tentang dirinya ini.


"Aku memimpikan mu dalam tidur ku!" jawab Samuel dengan wajah sedikit merah dan mata berbinar.


Deg


Jantung Naira terasa mau mencelos keluar, dia tidak menyangka Samuel yang kala itu sangat tidak menyukainya malah bermimpi tentangnya.


"Memimpikan aku?" tanya Naira tak percaya.


Samuel mengangguk perlahan lalu memeluk Naira.


"Benar, aku tidak tahu kalau sebenarnya sejak saat itulah perasaan dan hati ku mulai terbuka untuk mu. Maaf karena aku dulu sangat kasar dan selalu menghina mu!" ucap Samuel sambil memeluk erat Naira seolah tak ingin lagi melepaskan nya.


Naira yang terharu tanpa terasa menitikkan air mata dari sudut matanya yang langsung dia usap ketika dia menyadarinya agar Samuel tidak khawatir dan salah paham.


"Lalu sejak kapan mas mencintai ku?" tanya Naira gugup.


Dia benar-benar penasaran pada jawaban Samuel, beberapa detik setelah menanyakan itu, tapi Samuel tak kunjung menjawab. Naira mendongak ke atas menatap Samuel yang juga sedang menatapnya. Naira menarik dirinya, terus melihat Samuel karena penasaran sekali dengan jawaban Samuel.


"Apa kamu percaya kalau aku katakan, aku mencintai mu ketika mengetahui kalau aku adalah yang pertama bagimu?" tanya Samuel dengan tatapan mata teduh dan menghanyutkan yang membuat Naira bertambah tersipu mendengar jawaban suaminya itu.

__ADS_1


***


Bersambung...


__ADS_2