Istri Kontrak CEO

Istri Kontrak CEO
227


__ADS_3

Masih bersama dengan kedua pasangan yang baru saja menjadi kekasih. Mereka berdua masih duduk di tepi pantai, sejak tadi Puspa menyandarkan kepalanya di lengan Riksa.


Riksa melihat ke arah arloji yang ada di tangan kirinya.


"Sayang, sudah hampir jam 2 malam. Aku akan mengantar mu pulang ya!" ajak Riksa.


Meski sebenarnya dia juga masih ingin bersama dengan sang kekasih, tapi Riksa juga tidak mau kalau Puspa sampai sakit karena begadang sampai jam segitu.


Puspa mengangkat kepalanya dan memandang ke arah Riksa.


"Kamu tahu tidak apa yang aku rasakan sekarang?" tanya Puspa pada Riksa.


Riksa baru akan membuka suaranya. Tapi pusat kembali bergelayut manja di lengannya.


"Rasanya aku ingin waktu bisa berhenti untuk sementara, aku hanya ingin terus berdua disini bersama mu! Riksa aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan padaku, tapi aku benar-benar hanya ingin terus di dekat mu. Tidak ingin jauh!" ucap manja Puspa pada Riksa.


Meski usianya sudah 27 tahun, tapi terkadang Puspa memang sangat manja, tapi kadang dia juga bisa mendadak menjadi sangat dewasa.


Riksa hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Puspa, sebenarnya dia pun memiliki perasaan yang sama, dia juga ingin terus bersama dengan wanita yang sangat dia cintai itu. Bahkan kalau tadi dia tidak bisa mengontrol dirinya mungkin mereka bahkan sudah saling terhanyut dalam perasaan mereka masing-masing.


"Aku senang mendengar mu bicara seperti itu, kamu tahu tidak kalau aku juga selalu menyukai saat 9 kali kamu menyatakan kamu mencintai ku...!"


Puspa langsung menarik dirinya dan berpindah duduk di depan Riksa.


"Benarkah, lalu kenapa kamu terus menolak ku? kamu tahu tidak aku selalu menangis sampai berjam-jam sendirian di kamar mandi setelah itu, kamu kejam sekali!" ucap Puspa sambil mendorong Riksa dengan sekuat tenaganya.


Riksa yang terjatuh juga menarik lengan Puspa, hingga mereka jatuh bersama. Dan saat ini posisi Puspa berada di atas tubuh Riksa. Mereka saling pandang, namun tak lama Puspa merasakan dirinya gemetaran, dan buli kuduk nya meremang karena sesuatu di bawah sana seperti mengejutkannya.


Puspa perlahan turun dan ikut berbaring di sebelah Riksa. Riksa memejamkan matanya, dan Puspa memiringkan tubuh nya ke samping menghadap Riksa. Dia menahan kepala dengan tangannya.


"Apa reaksinya akan sama jika wanita lain yang menyentuh mu?" tanya Puspa yang penasaran.

__ADS_1


Riksa membuka matanya dan melihat ke arah Puspa, dengan kedua tangan di lipat di belakang kepala sebagai alas kepalanya. Dia menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


"Tidak juga, Wika juga pernah terjatuh di atas ku, entah dia sengaja atau tidak tapi saat itu aku tidak merasakan apapun!" jelas Riksa.


Puspa menyipitkan matanya pada Riksa.


"Aku sudah tahu kalau sekertaris pribadi mu itu juga suka padamu!" kesal Puspa.


"Apa kamu ingin aku memecatnya?" tanya Riksa.


Riksa bertanya seperti itu bukan tanpa alasan, jika Puspa menginginkan dia memecat Wika, Riksa akan melakukan nya. Karena sebenarnya Riksa juga sudah tidak nyaman bekerja sama dengan Wika. Tapi karena kontraknya hanya tinggal beberapa bulan lagi Riksa masih coba untuk mentolerir hal itu. Tapi jika Puspa inginkan hal itu maka Riksa akan memecatnya meskipun harus membayar ganti rugi pada Wika.


Puspa menatap Riksa dengan serius, dia juga tahu kalau dia bilang iya maka Riksa akan memecat sekertaris pribadi nya itu. Tapi dia tidak mau over thinking, dia tidak mau Wika menganggap kalau Puspa takut tersaingi olehnya. Karena Puspa yakin kalau Riksa memang sangat mencintai nya. Tapi ada yang masih mengganjal di hati Puspa.


"Tidak usah, asal dia tidak mencampur obat tidur saja dalam minuman mu, aku tidak akan mempermasalahkan itu!" ucap Puspa begitu yakin.


Riksa malah terkekeh.


"Memang apalagi yang bisa dilakukan wanita yang cintanya tidak bersambut, tentu saja hal itu yang terakhir ada di pikiran nya. Mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab dan menikahinya kan kalau dia melakukan itu?" tanya Puspa dengan raut wajah sedikit kesal.


Riksa bangkit dan menarik Puspa untuk berdiri lalu mengajaknya berjalan ke arah restoran.


"Meskipun di beri obat apapun, dia akan mengenalinya. Dan dia tidak akan pernah bereaksi pada wanita lain selain kamu!" ucap Riksa sambil menyentuh lembut pipi Puspa.


Dan mereka pun kembali terbawa suasana, kali ini tangan Riksa menyentuh punggung Puspa dengan lembut, membuat wanita yang memakai dress dengan punggung yang sedikit terbuka itu mulai bergerak tidak tenang.


Setelah ciuman yang dalam dan begitu lama, Riksa menarik dirinya dan menatap kekasih nya itu dalam diam.


"Aku mencintaimu!" ucap Riksa dengan lembut.


Puspa di buat terhanyut dalam suasana, dia kembali memeluk Riksa dengan sangat erat. Tapi dia kembali mengingat beberapa Minggu yang lalu ketika Riksa menolaknya.

__ADS_1


Puspa menjauh sedikit dari Riksa dan bertanya pada pria berwajah oriental itu.


"Kenapa kamu menolak ku, maksud ku dulu kenapa kamu menolak ku. Aku tahu alasan tidak selevel itu hanya alasan yang kamu buat-buat bukan?" tanya Puspa dengan wajah serius.


Riksa merangkul Puspa dan mengajaknya masuk ke dalam ruangan yang telah Riksa reservasi tadi. Dan mengajak Puspa untuk duduk di sofa, Riksa duduk di sebelahnya.


Sebelum menjawab pertanyaan Puspa Riksa sedikit menghela nafasnya.


"Adam menyukai mu!" jawab Riksa singkat padat dan jelas.


Puspa terkejut.


"Adam? menyukai ku?" tanya Puspa tidak percaya.


Riksa malah ikut terkejut melihat reaksi dari Puspa. Dia mengira kalau Puspa sudah tahu kalau Adam menyukai nya. Ternyata dia salah.


"Kamu tidak menyadarinya?" tanya Riksa.


Puspa pun menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak sama sekali, aku tidak tahu hal itu!" terang Puspa jujur.


"Apa kalau kamu tahu, kamu akan menerimanya?" tanya Riksa ragu.


"Apa kamu sudah tidak waras, kenapa aku akan menerimanya? dia itu adiknya Samuel sahabat kita. Yah meski usianya sama dengan mu, tapi aku tidak pernah berpikir seperti itu. Aku sudah menganggap nya adikku sendiri. Bagaimana ini mungkin?" tanya Puspa yang benar-benar merasa terkejut pada pernyataan Riksa.


"Tapi itu benar, ingat saat kalian liburan bersama keluarga Naira beberapa bulan yang lalu. Dia mengatakan kalau dia menyukai mu dan dia memintaku menjauhi mu. Aku tidak bisa menolak apa keinginannya saat itu. Maafkan aku karena sudah berkali-kali membuat sedih dan menangis!" ucap Riksa penuh ketulusan.


"Itu sudah berlalu, sekarang aku sangat bahagia bersamamu. Aku akan jelaskan pada Adam kalau kita saling mencintai. Aku tidak mau kalau dia mempunyai perasaan lebih padaku, tidak ingin sama sekali!" ucap Puspa yang mendapatkan anggukan setuju dari Riksa.


***

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2